Jeritan dari Satar Punda: Anak SD Jalan Kaki 12 Kilometer, Seberangi Sungai dan Hutan Demi Sekolah, Warga Desak Bupati Manggarai Timur Bertindak

Jeritan dari Satar Punda: Anak SD Jalan Kaki 12 Kilometer, Seberangi Sungai dan Hutan Demi Sekolah, Warga Desak Bupati Manggarai Timur Bertindak (Dok. Ninonk)

MANGGARAI TIMUR, PENA1NTT.COM – Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, suara protes keras datang dari warga Desa Satar Punda, Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai Timur. Mereka menilai kemerdekaan belum benar-benar dirasakan oleh anak-anak di Dusun Luwuk, Serise, dan Watu Roga yang setiap hari harus berjuang mempertaruhkan keselamatan hanya untuk memperoleh pendidikan.

Keluhan tersebut disampaikan melalui surat terbuka yang ditujukan kepada Kepala Desa Satar Punda dan Bupati Manggarai Timur. Dalam surat itu, warga menggambarkan beratnya perjuangan siswa sekolah dasar yang disebut harus menempuh perjalanan sekitar 10 hingga 12 kilometer dengan berjalan kaki menuju sekolah.

Perjalanan itu, menurut warga, bukan sekadar melelahkan, tetapi juga penuh risiko. Anak-anak dikabarkan harus melintasi sungai yang sewaktu-waktu meluap, melewati kawasan hutan, hingga mendaki perbukitan dengan waktu tempuh mencapai satu hingga dua jam.

“Kami tidak minta kemewahan. Kami hanya meminta jalan desa yang layak dan guru yang bertanggung jawab,” demikian kutipan pernyataan Andikha, salah seorang warga Desa Satar Punda.

Warga mengaku telah berulang kali menyampaikan aspirasi mengenai perbaikan akses jalan menuju wilayah mereka. Namun hingga kini, mereka menilai belum ada penyelesaian yang dirasakan masyarakat.

Selain persoalan infrastruktur, warga juga menyoroti kondisi pelayanan pendidikan. Mereka mengaku prihatin karena setelah menempuh perjalanan panjang, anak-anak masih harus membersihkan ruang kelas sebelum belajar. Dalam surat terbuka itu juga terdapat keluhan mengenai dugaan kedisiplinan sebagian tenaga pendidik yang dinilai perlu mendapat perhatian pemerintah.

Bagi masyarakat, kondisi tersebut menjadi ironi di tengah berbagai program pemerintah yang terus menggaungkan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Warga berharap Pemerintah Desa Satar Punda, Dinas Pendidikan Kabupaten Manggarai Timur, hingga Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur segera turun langsung ke lokasi untuk melihat kondisi yang mereka alami.

Mereka juga meminta adanya pembangunan jalan desa yang layak serta pengawasan terhadap pelayanan pendidikan agar hak anak-anak memperoleh pendidikan yang aman dan bermutu benar-benar terpenuhi.

PENA1NTT.COM mendorong Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur, Pemerintah Desa Satar Punda, serta Dinas Pendidikan Kabupaten Manggarai Timur memberikan tanggapan resmi atas keluhan masyarakat tersebut.

Penulis: NinonkEditor: Irenius Putra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *