Opini  

Jaminan Kesehatan, Menghidupkan Kembali Budaya Gerak di Era Digital

Opini oleh Klemensius Oce Setiawan

MANGGARAI, PENA1NTT.COM – Tantangan kesehatan terbesar masyarakat saat ini bukan lagi terbatasnya fasilitas kesehatan atau kurangnya tenaga medis, melainkan semakin hilangnya aktivitas fisik dari rutinitas sehari-hari.

Banyak orang merasa sehat karena tidak sedang sakit, padahal sebagian besar waktu mereka dihabiskan untuk duduk, bermain gawai, bekerja di depan layar, atau menggunakan kendaraan untuk jarak yang sebenarnya bisa ditempuh dengan berjalan kaki.

Fenomena ini terjadi secara perlahan sehingga sering tidak disadari. Akibatnya, penyakit seperti obesitas, hipertensi, diabetes, dan penyakit jantung muncul pada usia yang semakin muda.

Data hasil program Cek Kesehatan Gratis di Indonesia bahkan menunjukkan bahwa kurangnya aktivitas fisik menjadi salah satu masalah kesehatan yang paling banyak ditemukan pada masyarakat dewasa.

Saya berpendapat bahwa kesehatan masa depan tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan teknologi medis, tetapi juga oleh kemampuan masyarakat untuk kembali aktif bergerak.

Kebiasaan sederhana seperti berjalan kaki, bersepeda, menggunakan tangga, atau berolahraga 30 menit setiap hari dapat memberikan dampak yang lebih besar daripada menunggu pengobatan ketika penyakit sudah muncul.

Oleh karena itu, budaya hidup aktif perlu menjadi gerakan bersama, bukan hanya anjuran tenaga kesehatan.

Jika masyarakat terus mengandalkan pengobatan tanpa memperbaiki gaya hidup, maka jumlah penderita penyakit tidak menular akan terus meningkat.

Sebaliknya, jika aktivitas fisik menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, kualitas kesehatan masyarakat akan meningkat secara signifikan dan beban pelayanan kesehatan dapat berkurang.

Penulis: Nana Patris AgatEditor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *