MANGGARAI, PENA1NTT.COM – Gerakan kemanusiaan untuk membantu warga terdampak gempa Flores terus bergerak. Hari ini, Kamis (20/8/2026), tim relawan bersama para biarawan dan biarawati turun langsung membawa bantuan ke sejumlah titik terdampak gempa di wilayah Utara Manggarai.

Aksi kemanusiaan tersebut melibatkan JPIC SVD Ruteng dan SSpS Flores Barat, yang secara langsung menyambangi warga di beberapa lokasi yang terdampak gempa 15 Agustus 2026.
Bantuan disalurkan ke sejumlah titik, di antaranya Satar Teu, Lengkololok, Reo Kompleks Mangga Dua, Tumbak, Tompong, Golosita, Serise dan Luwuk.
Tim yang terlibat dalam kegiatan tersebut yakni P. Gusti Fasak, SVD, Sr. Yosefina Pahlawati, SSpS, Sr. Angela Merici Bedhu, SSpS, Sr. Flaviana Serafin, SSpS, serta Bpk. Herimanus bersama para relawan di lapangan.
Kehadiran mereka bukan sekadar membawa paket bantuan, tetapi juga menjadi bentuk solidaritas langsung kepada warga yang masih menghadapi dampak bencana.
Di sejumlah lokasi, bantuan diserahkan langsung kepada warga. Kebutuhan pokok yang dibawa diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan masyarakat selama masa tanggap darurat dan pemulihan pascagempa.
Dari Kepedulian Menjadi Gerakan
Aksi tersebut menjadi bagian dari rangkaian gerakan kemanusiaan yang terus dilakukan oleh para relawan. Di tengah kondisi warga yang masih membutuhkan bantuan, sejumlah pihak memilih untuk turun langsung menjangkau titik-titik terdampak.
Semangat yang dibawa para relawan sederhana: hadir, melihat langsung kondisi warga, kemudian berbagi sesuai kemampuan.
Gerakan seperti ini juga tidak terlepas dari keterlibatan para relawan lapangan yang selama beberapa hari terakhir terus bergerak menghubungkan bantuan dengan warga yang membutuhkan.
Salah satu sosok yang ikut mengambil bagian dalam gerakan kemanusiaan tersebut adalah Ninonk, yang bersama jejaring relawan turut mendorong agar bantuan tidak hanya berhenti di satu titik, tetapi dapat menjangkau masyarakat di wilayah yang membutuhkan.
Bagi para relawan, kondisi pascagempa membutuhkan kerja bersama. Bantuan dari berbagai pihak, sekecil apa pun, memiliki arti bagi warga yang sedang berusaha kembali menata kehidupan mereka.
“TERPANGGIL, BUKAN DIPANGGIL”
Semangat tersebut sejalan dengan slogan yang sebelumnya digaungkan para relawan dalam aksi kemanusiaan mereka:
“Terpanggil bukan dipanggil, sedikit memberi dengan banyak harapan, Reo tercinta bisa bangkit kembali.”
Slogan itu menggambarkan semangat para relawan untuk hadir atas dasar kepedulian, tanpa harus menunggu adanya permintaan atau penugasan.
Bagi mereka, membantu korban bencana bukan hanya persoalan memberikan bantuan material, tetapi juga menunjukkan kepada masyarakat bahwa mereka tidak sendirian menghadapi situasi sulit.
Penyaluran bantuan hari ini menjadi bukti bahwa solidaritas terus tumbuh di tengah masyarakat. Dari satu tangan ke tangan lainnya, bantuan bergerak menuju warga yang membutuhkan.
Para relawan berharap semakin banyak pihak ikut mengambil bagian dalam gerakan kemanusiaan tersebut sehingga kebutuhan masyarakat terdampak gempa di berbagai wilayah Flores dapat terus dipenuhi.
Sedikit memberi, dengan banyak harapan. Reo tercinta dan seluruh masyarakat terdampak gempa Flores diharapkan dapat bangkit kembali.











