Opini oleh Jeril (Aktivis PMKRI Cabang Ruteng Santu Agustinus)
MANGGARAI, PENA1NTT.COM – Selasa, 28 Juli 2026, menjadi hari yang penuh makna bagi kami, teman teman mahasiswa Universitas Katolik Indonesia Santu Paulus Ruteng.
Pada hari itu, kami mendapat kesempatan untuk melaksanakan kegiatan edukasi tentang pencegahan pernikahan dini di SMA Negeri 6 Poco Ranaka, Desa Compang Laho, kecematan lemba leda selatan, Kabupaten Manggarai Timur.
Setibanya di sekolah, kami disambut dengan hangat oleh bapak dan ibu guru. Sambutan yang ramah dan penuh kekeluargaan membuat kami merasa diterima dengan baik.
Kami dipersilakan menikmati secangkir kopi sebelum memulai kegiatan. Keramahan yang mereka tunjukkan menjadi penyemangat bagi kami untuk berbagi ilmu dan pengalaman kepada adik-adik di SMA Negeri 6 Poco Ranaka.
Setelah itu, kami diberikan kesempatan untuk memasuki ruangan dan memulai penyuluhan mengenai pencegahan pernikahan dini.
Sejak awal kegiatan berlangsung, suasana terasa begitu hidup. Adik-adik siswa mengikuti setiap sesi dengan penuh perhatian.
Mereka mendengarkan materi dengan saksama, aktif mengajukan pertanyaan, dan berani menyampaikan pendapat.
Antusiasme mereka menunjukkan bahwa generasi muda memiliki semangat belajar yang tinggi dan kepedulian terhadap masa depan mereka.
Dalam penyuluhan tersebut, kami menjelaskan bahwa pernikahan dini bukan hanya persoalan usia, tetapi merupakan keputusan besar yang membutuhkan kesiapan fisik, mental, emosional, pendidikan, dan ekonomi.
Masa remaja adalah masa yang sangat berharga untuk belajar, mengembangkan potensi diri, mengejar cita-cita, serta mempersiapkan masa depan dengan sebaik-baiknya.
Oleh karena itu, setiap keputusan besar dalam hidup, termasuk pernikahan, harus dipikirkan secara matang agar dapat membangun keluarga yang harmonis dan sejahtera.
Bagi kami, kegiatan ini bukan sekadar menyampaikan materi di depan kelas. Lebih dari itu, kami ingin mengajak adik-adik memahami bahwa pendidikan adalah investasi terbaik untuk masa depan.
Ketika seseorang memiliki ilmu pengetahuan, karakter yang baik, dan kemampuan mengambil keputusan secara bijaksana, maka ia akan lebih siap menghadapi berbagai tantangan kehidupan.
Melihat semangat belajar dan rasa ingin tahu adik-adik SMA Negeri 6 Poco Ranaka menjadi kebahagiaan tersendiri bagi kami. Kami percaya bahwa perubahan besar selalu diawali dari sebuah pengetahuan.
Apa yang kami bagikan hari ini mungkin terlihat sederhana, tetapi kami berharap dapat menjadi bekal yang bermanfaat bagi mereka dalam menentukan masa depan.
Setelah berakhirnya kegiatan, bapak dan ibu guru menyampaikan ucapan terima kasih kepada kami atas edukasi yang telah diberikan.
Harapan mereka agar kegiatan seperti ini terus dilaksanakan menjadi motivasi bagi kami untuk terus hadir di tengah masyarakat melalui kegiatan-kegiatan edukatif yang bermanfaat.
Kami pun berpamitan dengan penuh rasa syukur. Dalam perjalanan pulang, kami membawa sebuah keyakinan bahwa setiap ilmu yang dibagikan akan selalu memiliki nilai.
Mungkin hasilnya tidak langsung terlihat hari ini, tetapi suatu saat nanti ilmu tersebut dapat menjadi bekal bagi adik-adik untuk menentukan pilihan hidup yang lebih bijaksana.
Kami mengucapkan terima kasih kepada keluarga besar SMA Negeri 6 Poco Ranaka atas sambutan yang begitu hangat dan kesempatan yang telah diberikan kepada kami.
Pernikahan bukanlah perlombaan tentang siapa yang lebih cepat, tetapi tentang siapa yang paling siap.
Sebab, masa depan yang bahagia dibangun melalui pendidikan, kedewasaan, tanggung jawab, dan keputusan yang diambil dengan penuh kebijaksanaan.













