Pasca Gempa, Ratusan Hektare Sawah di Bangka Kantar dan Golo Kantar Terancam Gagal Panen

Pasca Gempa, Ratusan Hektare Sawah di Bangka Kantar dan Golo Kantar Terancam Gagal Panen

BORONG, PENA1NTT.COM – Bencana pascagempa bumi di Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), tidak hanya meninggalkan kerusakan pada rumah dan bangunan. Warga Desa Bangka Kantar dan Desa Golo Kantar, Kecamatan Borong, kini menghadapi ancaman lain yang tak kalah serius: kekeringan akibat terputusnya aliran irigasi pertanian.

Ratusan keluarga di dua desa tersebut mengeluhkan kondisi saluran irigasi utama yang hingga kini tidak berfungsi setelah terdampak longsoran tanah akibat guncangan gempa. Material longsor disebut menimbun bendungan dan sejumlah bagian saluran irigasi sehingga aliran air menuju persawahan terhenti.

Akibatnya, ratusan hektare lahan pertanian yang siap ditanami maupun yang telah memasuki masa pertumbuhan kini mengalami kekeringan.

Warga khawatir, apabila kondisi tersebut tidak segera ditangani, tanaman pertanian mereka terancam gagal panen dan berdampak langsung terhadap perekonomian serta ketahanan pangan keluarga.

Korban Terdampak yang Tak Terlihat

Warga Bangka Kantar dan Golo Kantar menyebut diri mereka sebagai “korban terdampak tersembunyi” akibat bencana gempa.

Kerusakan yang mereka alami memang tidak selalu terlihat dari kondisi rumah. Sebagian besar rumah warga masih berdiri, namun infrastruktur yang menjadi penopang kehidupan dan mata pencaharian masyarakat mengalami gangguan serius.

“Walau rumah kami masih berdiri, bukan berarti kami tidak terdampak parah. Aktivitas kami lumpuh dan kebutuhan dasar kami kini terbatas,” demikian seruan warga yang disampaikan melalui pamflet dan pesan terbuka kepada pemerintah serta masyarakat luas.

Bagi warga yang menggantungkan kehidupan dari sektor pertanian, terputusnya irigasi berarti ancaman langsung terhadap sumber penghasilan mereka.

Bukan Hanya Sawah yang Terdampak

Dampak terputusnya aliran irigasi juga dirasakan dalam aktivitas sehari-hari masyarakat.

Sejumlah warga sebelumnya memanfaatkan sumber air tersebut untuk kebutuhan sanitasi dan aktivitas rumah tangga non-konsumsi. Dengan terhentinya aliran air, kebutuhan tersebut kini ikut mengalami kendala.

Kondisi ini membuat masyarakat meminta pemerintah tidak hanya melihat dampak gempa dari kerusakan bangunan fisik, tetapi juga memperhatikan kerusakan infrastruktur pendukung kehidupan masyarakat.

Warga Bangun Posko Mandiri

Di tengah keterbatasan bantuan dan belum pulihnya kondisi pascabencana, masyarakat di sejumlah lingkungan di dua desa tersebut berinisiatif membangun Posko Mandiri.

Posko tersebut menjadi wadah warga untuk saling membantu dan memenuhi kebutuhan secara gotong royong sambil menunggu perhatian dan penanganan dari pemerintah.

Namun, warga menilai upaya mandiri tersebut tidak cukup untuk menyelesaikan persoalan utama, khususnya kerusakan bendungan dan jaringan irigasi yang membutuhkan penanganan teknis.

Minta Pemerintah Bergerak Cepat

Masyarakat Desa Bangka Kantar dan Golo Kantar mendesak Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur dan instansi terkait segera turun ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan serta memperbaiki bendungan dan saluran irigasi yang terdampak longsor.

Mereka juga berharap distribusi bantuan pascagempa tidak hanya diberikan berdasarkan kerusakan rumah, tetapi mempertimbangkan dampak terhadap mata pencaharian warga.

“Jangan menunggu sampai keadaan kami semakin sulit baru diperhatikan. Kami butuh perhatian dan bantuan dasar, terutama pemulihan saluran irigasi,” demikian seruan warga.

Warga berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret sebelum kekeringan semakin meluas dan menyebabkan kerugian yang lebih besar bagi petani.

Bagi masyarakat Bangka Kantar dan Golo Kantar, pemulihan pascagempa bukan hanya soal membangun kembali rumah yang rusak. Menghidupkan kembali aliran irigasi juga menjadi bagian penting dari upaya menyelamatkan kehidupan dan masa depan ratusan keluarga.

Desa Bangka Kantar dan Desa Golo Kantar: Kami Juga Terdampak.”

 

Penulis: Dion Damba Editor: Irenius Putra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *