Manggarai Timur-Pena1-Ntt.com — Bencana tidak mengenal latar belakang agama, suku, maupun profesi; demikian pula halnya dengan aksi kemanusiaan. Di tengah duka bencana gempa yang melanda Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur, seorang Penyuluh Agama Islam dari Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kab. Manggarai Timur, Syarifudin, mengambil langkah nyata turun langsung ke lapangan.
Syarifudin meneladani nilai keagamaan tidak hanya melalui lisan, melainkan lewat tindakan nyata di balik kemudi ambulans. Sejak hari pertama masa tanggap darurat, ia merelakan tugas administratifnya demi menjadi pengemudi relawan. Secara intensif, ia mengantar korban luka, ibu hamil, lansia, hingga warga terpukul ke Puskesmas dan Rumah Sakit Rujukan di Borong, Ibu Kota Kabupaten Manggarai Timur.
”Sebagai penyuluh, tugas utama saya memang menenangkan jiwa warga. Namun dalam situasi kritis ini, pertolongan fisik menjadi prioritas mendesak. Karena itu saya mengambil peran ini,” ungkap Syarifudin di Posko Sambi Rampas, Sabtu (22/8/2026).

Aksi Kemanusiaan Lintas Batas
Guncangan gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengakibatkan kerusakan infrastruktur jalan, pemadaman arus listrik, serta kelangkaan tenaga operasional ambulans. Berada dalam kondisi serba terbatas, Syarifudin memutuskan bertindak cepat meski harus meninggalkan keluarganya di tenda pengungsian.
”Setiap panggilan darurat datang, baik siang maupun tengah malam, saya siap bergerak untuk merujuk warga yang membutuhkan perlakuan medis. Kadang perjalanan diiringi pula dengan pendistribusian logistik bahan pokok,” tutur Syarifudin.
Ia menegaskan bahwa seluruh upayanya dilakukan murni atas dasar pengabdian. “Menolong sesama merupakan amanat agama yang melampaui batas latar belakang. Prinsip utamanya adalah kepedulian terhadap sesama manusia,” tambahnya.
Apresiasi dari Masyarakat dan Instansi
Dedikasi Syarifudin mendatangkan apresiasi mendalam dari masyarakat terdampak. Ninonk, seorang aktivis kemanusiaan lokal, menyampaikan rasa terimakasih atas bantuan armada yang dikemudikan Syarifudin di tengah sulitnya akses transportasi.
”Pengabdian Pak Syarifudin sangat menyentuh. Meski berlatar belakang instansi keagamaan, pelayanannya mencakup seluruh lapisan masyarakat tanpa membeda-bedakan,” ujar Ninonk.
Dukungan penuh turut disampaikan oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Manggarai Timur, Anselmus Panggabean, S.Ag. Pihaknya menyatakan kebanggaan atas inisiatif anggotanya dalam aksi tanggap bencana.
”Kami sangat mengapresiasi keberanian dan dedikasi beliau. Inilah wujud esensial dari peran penyuluh agama: hadir secara nyata dan membawa manfaat bagi masyarakat di saat terpuruk,” tegas Anselmus.
Melalui aksinya, Syarifudin membuktikan bahwa di tengah bencana, sekat perbedaan runtuh dan menyisakan solidaritas kemanusiaan yang utuh.











