Klarifikasi CV DWI SATRIA Terkait Proyek Jalan Kedindi–Kajong: Kerusakan Diluar Perencanaan, Kontraktor Siap Tanggung Jawab Selama Masa Pemeliharaan

Klarifikasi CV DWI SATRIA Terkait Proyek Jalan Kedindi–Kajong: Kerusakan Diluar Perencanaan, Kontraktor Siap Tanggung Jawab Selama Masa Pemeliharaan

MANGGARAI, PENA1NTT.COM – Kontraktor pelaksana CV DWI SATRIA memberikan klarifikasi resmi menanggapi pemberitaan media online terkait kondisi kerusakan pada pengerjaan rekonstruksi ruas jalan Kedindi–Kajong di Kecamatan Reok Barat, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Direktur CV DWI SATRIA, Ronny Wibisono, menegaskan bahwa titik kerusakan yang disorot oleh publik dan media bukan merupakan bagian dari cakupan pengerjaan yang tercantum dalam dokumen perencanaan kontrak milik mereka.

“Ruas yang rusak tersebut tidak masuk dalam perencanaan kami. Proyek pengerjaan jalan lapisan penetrasi (lapen) ini difokuskan dan memprioritaskan titik-titik lokasi rusak tertentu yang telah ditentukan dalam dokumen kontrak,” ujar Ronny Wibisono.

 

Meskipun demikian, Ronny menegaskan komitmen penuh pihaknya terhadap kualitas hasil pengerjaan. Ia menjamin bahwa apabila terdapat kerusakan pada segmen jalan yang masuk dalam area pengerjaan CV DWI SATRIA, perbaikan akan segera dilakukan.

 

“Jika ada area pengerjaan kami yang mengalami kerusakan, tentu akan langsung kami perbaiki karena pengerjaan ini masih berada dalam masa pemeliharaan,” tegasnya.

Selain meluruskan isu kerusakan, pihak CV DWI SATRIA juga memaparkan adanya penambahan volume pengerjaan secara mandiri di lapangan demi menjaga ketahanan infrastruktur jalan.

Pihaknya mengerjakan fasilitas pendukung yang sebelumnya tidak terdaftar dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB), salah satunya pembangunan drainase di beberapa titik rawan. Pembangunan drainase ini dinilai krusial untuk mencegah genangan air yang berpotensi merusak konstruksi jalan lapen.

Proyek rekonstruksi jalan Kedindi–Kajong ini dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2025 dengan nilai investasi mencapai Rp5 Miliar.

Menutup keterangannya, Ronny mengimbau seluruh lapisan masyarakat setempat untuk bersama-sama merawat dan menjaga infrastruktur jalan yang telah dibangun. Sinergi antara pemerintah, kontraktor, dan masyarakat diharapkan dapat menjaga ketahanan jalan sehingga manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang bagi aksesibilitas dan perekonomian warga Reok Barat.

Penulis: Dion Damba Editor: Irenius Putra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *