MANGGARAI, PENA1NTT.COM — Reruntuhan bangunan dan dinding rumah yang retak masih terlihat di sejumlah titik di Desa Satar Ngkeling, Kecamatan Wae Ri’i, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Bagi warga, gempa Flores tidak hanya meninggalkan kerusakan fisik. Peristiwa tersebut juga menyisakan kecemasan dan memaksa sebagian keluarga menjalani kehidupan dalam kondisi serba terbatas.
Di tengah situasi itu, kepedulian dari berbagai pihak terus dibutuhkan. Bukan hanya dalam bentuk bantuan kebutuhan pokok, tetapi juga kehadiran untuk mendengar dan memastikan warga tidak merasa berjalan sendiri dalam proses pemulihan.

Kamis, 21 Agustus 2026, Ketua DPW K-GIBRAN NTT, Iwan Obo, datang menemui warga terdampak gempa di Desa Satar Ngkeling.
Kehadirannya berlangsung sederhana. Tidak ada seremoni khusus. Iwan memilih duduk bersama warga, berbincang dengan ibu-ibu, bapak-bapak, dan anak-anak yang berada di lokasi.
Dalam pertemuan tersebut, Iwan menyampaikan pesan tentang pentingnya kepedulian dan kerja bersama dalam menghadapi situasi bencana.
“Atas nama jiwa dan hati tulus ikhlas… mumpung masih ada kesempatan. kerja dan bakti,” ujar Iwan.
Pesan itu disampaikan dalam suasana kebersamaan bersama warga yang masih berhadapan dengan dampak gempa.

Selain menemui warga, tim K-GIBRAN NTT juga menyalurkan bantuan kebutuhan pokok berupa sembako, mi instan, dan telur kepada keluarga terdampak.
Bantuan tersebut diterima langsung oleh warga yang rumahnya mengalami kerusakan akibat gempa.
Iwan mengatakan, kehadiran K-GIBRAN NTT tidak dimaksudkan sekadar sebagai kegiatan seremonial, melainkan sebagai bentuk solidaritas kepada masyarakat yang sedang menghadapi masa sulit.
“Kami hadir bukan karena ada kamera. Kami hadir karena ini saudara kami,” tegasnya.

Bagi warga terdampak, bantuan kebutuhan dasar masih menjadi bagian penting dalam proses pemulihan. Kerusakan rumah membuat sebagian keluarga harus menata kembali kehidupan mereka, sementara kebutuhan sehari-hari tetap harus dipenuhi.
Karena itu, perhatian terhadap korban gempa diharapkan tidak berhenti ketika masa tanggap darurat berakhir. Pemulihan membutuhkan waktu, terutama bagi keluarga yang rumahnya mengalami kerusakan dan kehilangan tempat tinggal yang layak.
Warga Desa Satar Ngkeling menyambut baik bantuan yang diberikan. Mereka berharap kepedulian serupa terus berlanjut hingga kondisi masyarakat benar-benar pulih.

K-GIBRAN NTT menyatakan akan terus memberikan perhatian dan mendampingi masyarakat terdampak gempa di wilayah Manggarai.
Di tengah rumah-rumah yang masih menyisakan retakan dan reruntuhan, kehadiran dan kepedulian menjadi bagian dari proses panjang pemulihan. Bagi warga, bantuan yang datang bukan hanya soal apa yang dibawa, tetapi juga tentang pesan bahwa mereka tidak menghadapi bencana ini sendirian.













