Bungkam Kaka Botek di Final, Liberty FC Segel Takhta Juara GTA Cup Jilid 3

Tim pelatih, official dan para pemain Liberty FC foto bersama usai meraih gelar juara GTA Cup jilid III tahun 2026.

MANGGARAI, PENA1NTT.COM — Liberty FC sukses menyegel takhta juara turnamen sepak bola usia dini Golo Tutung Asisi (GTA Cup) Jilid 3 setelah membungkam Kaka Botek FC di partai puncak.

Keberhasilan tim tuan rumah mengunci gelar juara tersebut diraih lewat laga final penuh drama yang berlangsung sengit di Lapangan Kampung Pering, Kelurahan Karot, Kecamatan Langke Rembong, Nusa Tenggara Timur (NTT), Minggu (12/7/2026).

Kemenangan gemilang tersebut mengukuhkan posisi Liberty FC sebagai tim terbaik dalam turnamen bergengsi yang telah bergulir sejak dibukanya kick-off pada Minggu, 14 Juni 2026 lalu.

Kompetisi edisi ketiga tersebut terasa sangat istimewa dan kompetitif karena melibatkan keterwakilan talenta muda dari tiga kabupaten sekaligus, yakni Kabupaten Manggarai, Manggarai Barat, dan Manggarai Timur.

Jalannya Pertandingan

Tampil sebagai tuan rumah, Liberty FC mendapatkan suntikan motivasi ekstra dari publik Kampung Pering yang memadati pinggir lapangan.

Sejak peluit babak pertama dibunyikan, atmosfer pertandingan langsung memanas. Kedua tim memperagakan permainan terbuka, menyuguhkan aksi saling jual beli serangan.

Liberty FC yang tampil dengan organisasi permainan rapi berhasil memecah kebuntuan pada babak pertama.

Tepat pada menit ke-19, sebuah skema serangan cepat berhasil diselesaikan dengan eksekusi ciamik oleh Gio. Gol tersebut membawa Liberty FC unggul 1-0 dan bertahan hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, Kaka Botek FC mencoba menaikkan intensitas permainan demi mengejar ketertinggalan. Tim asal Kabupaten Manggarai Barat tersebut berkali-kali menekan lini pertahanan tuan rumah secara agresif.

Namun, petaka justru kembali menghampiri Kaka Botek FC pada menit ke-55. Memanfaatkan kelengahan lini belakang lawan, Junior sukses menyarangkan bola ke dalam gawang, menggandakan keunggulan sekaligus mengunci kemenangan Liberty FC.

Dengan hasil akhir tersebut, posisi podium kehormatan turnamen kelompok umur U-13 GTA Cup Jilid 3 Tahun 2026 secara berurutan ditempati oleh para jawara tangguh.

Liberty FC selaku tuan rumah sukses bertengger sebagai Juara 1, disusul oleh Kaka Botek FC dari Manggarai Barat yang keluar sebagai Juara 2.

Sementara itu, posisi Juara 3 berhasil diamankan oleh skuad Anak Kumba FC, dan Barca FC harus puas menempati urutan Juara 4.

Vikaris Parokial Paroki St. Fransiskus Assisi Karot, Pater Rio Edison, OFM menyerahkan piagam dan sertifikat penghargaan kepada kapten tim Liberty FC.

Semangat Santo Fransiskan sebagai Simbol Persaudaraan

Turnamen yang diinisiasi oleh Seksi Kepemudaan Paroki Santo Fransiskus Assisi Karot dinilai tidak hanya sukses melahirkan juara baru, tetapi juga berhasil mencapai esensi dan misi utama kejuaraan.

Pastor Paroki Santo Fransiskus Assisi Karot, Pater Bonevantura Y. Lelo, OFM, menegaskan bahwa sejak awal dirancang, ajang sepak bola usia muda tersebut menolak untuk sekadar dijadikan tempat mengejar prestasi teknis atau trofi semata.

“Turnamen ini adalah wadah pembinaan karakter, tempat di mana nilai sportivitas ditanamkan sejak dini, sekaligus menjadi panggung persaudaraan yang kuat bagi komunitas pemuda di Manggarai Raya,” ungkap Imam yang akrab disapa Pater Bovan ini.

Pastor Paroki Santo Fransiskus Assisi Karot, Pater Bonevantura Y. Lelo, OFM secara resmi menutup rangkaian turnamen GTA Cup tahun 2026.

Lebih lanjut, Pater Bovan menyampaikan rasa syukur yang mendalam serta ucapan terima kasih yang tulus kepada seluruh panitia, sponsor, tim peserta, hingga masyarakat luas yang telah mendukung penuh kelancaran turnamen dari awal hingga akhir.

Menurutnya, kesuksesan gelaran tersebut merupakan buah dari kerja keras bersama dan sportivitas tinggi yang ditunjukkan oleh semua pihak yang terlibat.

“Kita sangat bersyukur karena seluruh dinamika turnamen berjalan aman dan lancar. Terima kasih kepada panitia, sponsor, seluruh tim, dan para penonton yang telah menjaga sportivitas. Kerja sama yang luar biasa inilah yang menjadi fondasi kesuksesan kita bersama,” tuturnya.

Ia juga menambahkan bahwa semangat persaudaraan yang terpancar sepanjang kompetisi menjadi sangat istimewa karena bertepatan dengan momentum refleksi iman paroki dalam rangkaian menyongsong Yubileum 800 Tahun Wafatnya Santo Fransiskus Assisi (kaum Fransiskan).

Semangat kedamaian dan persaudaraan tanpa batas yang diajarkan oleh sang santo pelindung diharapkan mampu meresap ke dalam jiwa para pesepak bola muda tersebut.

“Dalam menyongsong Yubileum 800 Tahun Wafatnya Santo Fransiskus Assisi, lapangan hijau telah bertransformasi menjadi mimbar persaudaraan sejati. Kita ingin nilai-nilai kedamaian dan cinta kasih Fransiskan ini tertanam kuat di sanubari anak-anak kita sejak usia dini,” tambahnya.

Pater Bovan menaruh harapan besar agar turnamen tersebut tidak berhenti sebagai agenda musiman saja.

Ia berharap ajang tersebut dapat terus menjadi batu loncatan yang konsisten dalam membina talenta lokal, sekaligus melahirkan generasi muda NTT yang tidak hanya mahir mengolah si kulit bundar, tetapi juga memiliki integritas, karakter yang kokoh, dan berjiwa besar di dalam maupun di luar lapangan.

“Harapan saya, kompetisi ini menjadi rahim yang melahirkan pesepak bola masa depan yang andal. Kita tidak hanya mencetak atlet yang hebat secara taktik di lapangan, tetapi lebih dari itu, kita ingin melahirkan generasi muda NTT yang berkarakter kokoh dan senantiasa menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan,” harapnya.

Hingga seluruh rangkaian seremonial penutupan selesai dilaksanakan, atmosfer sportivitas dan rasa kekeluargaan tetap terjaga dengan sangat baik.

Euforia kemenangan Liberty FC menjadi penanda sukses besar dari berakhirnya salah satu turnamen kelompok umur paling dinanti di tanah Manggarai pada tahun ini.

Penulis: Nana Patris AgatEditor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *