MANGGARAI TIMUR, PENA1NTT.COM — Di tengah pekatnya duka dan kepungan situasi bencana yang melanda, jarak dan terjalnya jalan tak menyurutkan langkah Bupati Manggarai Timur untuk hadir menjadi penawar lara bagi rakyatnya. Bertempat di Teber, Desa Compang Teber, Kecamatan Rana Mese, suasana haru membiru saat Bupati Manggarai Timur melangkah masuk ke rumah duka almarhumah Maria Udut.
Kehadiran sosok nomor satu di Kabupaten Manggarai Timur ini Sontak membuat suasana rumah duka semakin bergetar. Tanpa sekat, Bupati menghampiri pihak keluarga korban yang terbaring lemas dalam kesedihan yang mendalam. Ia duduk bersimpuh, menggenggam erat tangan-tangan yang gemetar karena kehilangan, serta menyandarkan rasa empati setinggi-tingginya di tengah badai cobaan yang sedang menimpa wilayah tersebut.
Dalam untaian kata yang sarat akan ketulusan, Bupati Manggarai Timur menyampaikan rasa belasungkawa yang mendalam atas berpulangnya Almarhumah Maria Udut. Kehadirannya bukan sekadar kunjungan dinas formal, melainkan wujud rasa cinta seorang ayah dan pemimpin yang tak tega melihat rakyatnya menangis sendirian di masa-masa tersulit.
“Kehilangan anggota keluarga yang kita cintai adalah cobaan yang sangat berat, terlebih di tengah situasi bencana yang sedang kita hadapi bersama saat ini. Namun percaya lah, bapak dan ibu tidak berjalan sendirian. Kami hadir di sini membawa doa, simpati, dan rasa persaudaraan yang utuh. Semoga Almarhumah Maria Udut mendapatkan tempat tersuci di sisi Tuhan Yang Maha Kuasa, dan keluarga yang ditinggalkan dianugerahi kekuatan serta penghiburan yang sejati,” tutur Bupati dengan suara bergetar, menahan rasa haru yang mendalam.
Di tengah situasi bencana yang menuntut kewaspadaan dan mobilitas tinggi, keberanian dan ketulusan Bupati untuk meluangkan waktu mengetuk pintu rumah duka menjadi pencerah di tengah kegelapan yang dirasakan keluarga.
Langkah kaki sang pemimpin yang menembus duka bencana demi memeluk rakyatnya yang tertimpa musibah menjadi bukti nyata bahwa kemanusiaan selalu berada di atas segalanya.
Air mata haru tak terbendung dari pelupuk mata pihak keluarga korban. Rasa duka yang semula terasa begitu menghimpit, perlahan melunak oleh kehangatan kepedulian yang dihadirkan orang nomor satu di daerah tersebut.
Sambil mengusap air mata, perwakilan keluarga almarhumah Maria Udut menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas kehadiran Bupati Manggarai Timur di tengah rumah duka mereka.
“Kami tidak pernah menyangka, di tengah situasi bencana dan kesibukan beliau yang begitu padat, Bapak Bupati mau melangkahkan kaki dan hadir langsung duduk bersama kami yang sedang berduka ini. Terima kasih banyak, Bapak. Kehadiran dan doa dari Bapak menjadi penguat luar biasa bagi kami yang sedang patah pengharapan. Semoga Tuhan membalas semua kebaikan dan ketulusan hati Bapak,” ungkap salah satu perwakilan keluarga dengan suara terbata-bata.
Momen pertemuan tersebut ditutup dengan doa bersama. Kunjungan ini meninggalkan jejak mendalam di hati warga Desa Compang Teber,sebuah pengingat bahwasanya di saat musibah merenggut kebahagiaan, kehadiran seorang pemimpin yang penuh kasih mampu memberikan secercah harapan dan kekuatan untuk kembali bangkit.













