LAMBA LEDA UTARA, PENA1NTT.COM – Di tengah keterbatasan distribusi bantuan pascagempa 15 Agustus 2026, kepedulian terhadap warga terdampak terus mengalir dari berbagai daerah.
Sejumlah relawan asal Labuan Bajo yang dipimpin Kaka Petra Jalesi bersama Bunda Nai turun langsung menyalurkan bantuan kepada masyarakat terdampak gempa di Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur.
Kehadiran para relawan tersebut bukan karena undangan maupun penugasan. Mereka datang atas dasar kepedulian dan panggilan kemanusiaan untuk membantu warga yang sedang menghadapi masa sulit setelah bencana.
“Terpanggil, bukan dipanggil,” menjadi kalimat yang menggambarkan semangat para relawan dalam aksi kemanusiaan tersebut.

Salah satu relawan, Ninonk, mengatakan kehadiran mereka di Lamba Leda Utara merupakan bentuk kepedulian terhadap sesama yang sedang mengalami kesulitan akibat bencana.
Menurut Ninonk, bantuan yang diberikan mungkin tidak mampu memenuhi seluruh kebutuhan warga terdampak. Namun, kepedulian kecil yang dilakukan bersama-sama diharapkan dapat memberikan semangat dan harapan bagi masyarakat.
“Kami datang bukan karena dipanggil, tetapi karena merasa terpanggil untuk membantu saudara-saudara kita yang sedang mengalami musibah. Apa yang kami bawa mungkin tidak seberapa, tetapi kami berharap bantuan ini bisa sedikit meringankan beban mereka,” kata Ninonk.
Ia menegaskan, semangat para relawan bukan sekadar menyalurkan bantuan, tetapi juga menunjukkan bahwa masyarakat yang terdampak bencana tidak sendirian menghadapi situasi sulit.
“Kami ingin warga tahu bahwa masih banyak orang yang peduli. Sedikit yang kita berikan, kalau dilakukan bersama-sama, bisa menjadi harapan besar bagi mereka,” ujarnya.
Para relawan juga membawa pesan kemanusiaan yang menjadi penyemangat dalam aksi tersebut:
“Terpanggil bukan dipanggil, sedikit memberi dengan banyak harapan, Reo tercinta bisa bangkit kembali.”
Pesan tersebut menjadi simbol bahwa bantuan tidak harus menunggu datangnya panggilan. Kepedulian dapat lahir dari kesadaran untuk hadir dan membantu sesama yang sedang membutuhkan.
BUKA POSKO DONASI DI WAE NAHI
Untuk memperluas jangkauan bantuan, relawan juga membuka Posko Penerimaan Donasi di Wae Nahi.
Posko tersebut menjadi tempat bagi masyarakat maupun pihak lain yang ingin ikut mengambil bagian dalam membantu warga terdampak gempa di Lamba Leda Utara.
Ninonk mengajak masyarakat yang memiliki kepedulian untuk tidak ragu berbagi sesuai kemampuan masing-masing.
“Kami mengajak teman-teman yang ingin menyumbangkan sedikit dari rezeki yang ada, bisa menyalurkan melalui Posko Wae Nahi. Tidak perlu melihat besar atau kecilnya bantuan. Yang paling penting adalah niat untuk berbagi dan membantu saudara-saudara kita yang sedang membutuhkan,” katanya.
Ia berharap semakin banyak pihak ikut tergerak membantu warga terdampak sehingga kebutuhan mendesak masyarakat dapat terpenuhi.
Aksi kemanusiaan Kaka Petra Jalesi, Bunda Nai, Ninonk dan tim relawan Labuan Bajo ini menunjukkan bahwa solidaritas masyarakat dapat menembus batas wilayah.
Jarak Labuan Bajo dengan Lamba Leda Utara tidak menjadi penghalang untuk hadir dan berbagi. Justru, aksi tersebut memperlihatkan bahwa dalam situasi bencana, masyarakat tidak boleh merasa berjalan sendirian.
Para relawan berharap bantuan dari berbagai pihak terus berdatangan agar proses pemulihan masyarakat terdampak gempa dapat berjalan lebih cepat.
“Terpanggil bukan dipanggil, sedikit memberi dengan banyak harapan, Reo tercinta bisa bangkit kembali.”
Slogan tersebut menjadi pengingat bahwa dari sedikit kepedulian yang diberikan bersama-sama, dapat tumbuh harapan besar bagi masyarakat untuk bangkit kembali setelah bencana.











