MANGGARAI BARAT, PENA1NTT.COM – Pertandingan sarat gengsi tersaji pada lanjutan penyisihan Grup A Turnamen Sano Nggoang Cup I saat Bajo Pedia FC menghadapi Viktory United, Minggu (12/7/2026). Duel dua tim kuat tersebut berlangsung dalam tempo tinggi dan berakhir imbang 1-1 setelah kedua kesebelasan menampilkan permainan atraktif, disiplin, dan menjunjung tinggi sportivitas.
Sejak peluit babak pertama dibunyikan, kedua tim langsung memperagakan permainan menyerang. Viktory United lebih dahulu membuka keunggulan pada menit ke-15 melalui penyelesaian akhir yang tenang dari penyerangnya. Gol tersebut tercipta setelah memanfaatkan celah di sisi kanan pertahanan Bajo Pedia FC sebelum melepaskan tendangan akurat yang gagal dijangkau penjaga gawang.
Tertinggal satu gol tidak membuat Bajo Pedia FC kehilangan semangat. Tim besutan Lois Halu justru meningkatkan intensitas serangan dan tampil lebih agresif dalam menguasai jalannya pertandingan.
Usaha tersebut membuahkan hasil pada menit ke-25. Berawal dari skema permainan rapi yang dibangun dari lini tengah, bola berhasil dikirim ke kotak penalti dan diselesaikan dengan tendangan terukur oleh Iksan, penyerang bernomor punggung 11. Gol itu mengubah kedudukan menjadi 1-1, sekaligus menghidupkan kembali semangat Bajo Pedia FC.
Hingga peluit panjang dibunyikan, kedua tim terus saling menekan untuk mencari gol kemenangan. Namun, kokohnya pertahanan masing-masing membuat skor imbang 1-1 tetap bertahan hingga akhir pertandingan.
Pelatih Kepala Bajo Pedia FC, Lois Halu, mengaku bangga dengan semangat juang yang ditunjukkan anak asuhnya.
“Saya sangat mengapresiasi kerja keras para pemain hari ini. Kami sempat kecolongan di awal pertandingan karena kurangnya konsentrasi di sektor sayap, tetapi para pemain mampu bangkit dan merespons dengan sangat baik. Gol yang kami cetak lahir dari skema permainan yang telah kami latih, dan itu menunjukkan perkembangan positif tim.”
Menurutnya, hasil imbang tersebut mencerminkan kualitas kedua tim yang sama-sama kuat.
“Kami tentu akan melakukan evaluasi, terutama dalam menjaga konsentrasi saat transisi bertahan. Namun yang paling membanggakan adalah kedewasaan para pemain. Mereka tetap fokus menjalankan instruksi pelatih dan tidak terpancing provokasi. Mentalitas seperti inilah yang menjadi modal penting untuk menghadapi pertandingan berikutnya,” ujar Lois.
Sementara itu, Manajer Bajo Pedia FC, Ardi Goa, menegaskan bahwa timnya tidak hanya mengejar kemenangan, tetapi juga ingin membangun citra sebagai klub yang menjunjung tinggi etika dan profesionalisme.
“Hasil imbang adalah hasil yang adil bagi kedua tim. Bagi kami, kemenangan bukan satu-satunya tujuan. Kami ingin Bajo Pedia FC dikenal sebagai klub yang memiliki karakter, menjunjung sportivitas, dan menghormati setiap lawan,” tegas Ardi.
Ardi juga memberikan apresiasi kepada seluruh jajaran official yang dinilainya mampu menjaga suasana pertandingan tetap kondusif.
“Saya berterima kasih kepada seluruh official yang tetap tenang selama pertandingan. Sikap profesional seperti itu menunjukkan kedewasaan sebuah tim. Kami tidak memberi ruang bagi provokasi, dan itu merupakan kemenangan moral yang sangat berharga.”
Atmosfer positif juga terlihat dari dukungan para suporter Bajo Pedia FC. Sepanjang pertandingan, mereka memberikan semangat melalui yel-yel yang membangun tanpa memicu ketegangan ataupun tindakan yang dapat mengganggu jalannya laga.
Kedisiplinan pemain, official, serta suporter dari kedua kubu menjadi nilai tambah dalam pertandingan tersebut. Laga Bajo Pedia FC kontra Viktory United pun layak disebut sebagai salah satu pertandingan paling menarik sekaligus paling sportif pada fase grup Sano Nggoang Cup I sejauh ini.













