Kerja Kolaborasi Mahasiswa KKN UNIKA dan Warga Compang Laho Meriahkan HUT RI ke-81

MANGGARAI TIMUR, PENA1NTT.COM — Semarak Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Desa Compang Laho, Kecamatan Lamba Leda Selatan, Kabupaten Manggarai Timur, diwarnai aksi gotong royong.

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 34 Universitas Katolik Indonesia (UNIKA) Santu Paulus Ruteng bersama warga setempat berkolaborasi membangun gapura kemerdekaan.

Kegiatan yang berlangsung pada Jumat (7/8/2026) tersebut menjadi ajang untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus menghidupkan kembali tradisi gotong royong di tengah masyarakat.

Proses pengerjaan gapura dilakukan secara bersama-sama, mulai dari pengumpulan bahan, perancangan, hingga tahap penyelesaian akhir.

Kordinator Mahasiswa KKN Kelompok 34, Ermelinda Bahagia, menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat dan partisipasi aktif warga desa dalam menyukseskan program tersebut.

Ia menilai antusiasme warga menjadi kunci utama kelancaran pembangunan gapura kemerdekaan ini.

“Tidak hanya menjalankan program kerja kampus, Kami ingin melebur dan merasakan indahnya kebersamaan dengan warga. Dukungan dan kehangatan masyarakat Compang Laho sangat luar biasa,” ungkap Ermelinda.

Sementara itu, Kepala Desa Compang Laho, Angelinus Aman, turut memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif dan kepedulian para mahasiswa KKN Unika Santu Paulus Ruteng yang dinilai memberi dampak positif bagi kebersamaan warga.

Menurutnya, aksi kolaboratif ini menjadi contoh nyata kepedulian generasi muda terhadap dinamika kehidupan di desa.

“Atas nama pemerintah desa dan warga, saya sangat berterima kasih atas kehadiran dan kerja keras adik-adik mahasiswa KKN. Kehadiran mereka membawa semangat baru, khususnya dalam merawat nilai-nilai gotong royong yang menjadi warisan leluhur kita,” ujar Angelinus.

Selain memperindah wajah kawasan kantor desa, gapura yang berdiri kokoh ini diharapkan menjadi simbol semangat nasionalisme dan penguat sinergi berkelanjutan antara civitas akademika dan masyarakat pedesaan.

Penulis: Nana Patris AgatEditor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *