Opini oleh Maria Galdia Sejaun
MANGGARAI, PENA1NTT.COM – Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah membawa perubahan besar dalam kehidupan masyarakat, terutama bagi remaja.
Kehadiran internet dan media sosial memberikan banyak manfaat, seperti mempermudah komunikasi, memperluas akses informasi, serta mendukung proses pembelajaran.
Namun, di balik berbagai manfaat tersebut, terdapat dampak negatif yang perlu mendapat perhatian serius, salah satunya adalah perundungan daring atau cyberbullying.
Menurut pendapat saya, perundungan daring merupakan masalah sosial yang sangat memengaruhi keseimbangan emosi dan kesehatan mental remaja sehingga perlu ditangani secara serius oleh keluarga, sekolah, dan masyarakat.
Perundungan daring adalah tindakan menyakiti, mengintimidasi, mempermalukan, atau mengancam seseorang melalui media digital, seperti media sosial, aplikasi pesan, permainan daring, maupun platform internet lainnya.
Berbeda dengan perundungan konvensional yang biasanya terjadi secara langsung, perundungan daring dapat terjadi kapan saja dan di mana saja.
Hal ini membuat korban merasa sulit untuk menghindari perlakuan tersebut karena pelaku dapat dengan mudah menyebarkan komentar negatif, foto, video, atau informasi yang merugikan korban kepada banyak orang dalam waktu singkat.
Salah satu dampak utama perundungan daring adalah terganggunya keseimbangan emosi remaja. Masa remaja merupakan periode perkembangan yang ditandai dengan perubahan fisik, psikologis, dan sosial.
Pada masa ini, remaja sedang berusaha membentuk identitas diri dan membutuhkan penerimaan dari lingkungan sekitarnya. Ketika mereka menjadi korban perundungan daring, berbagai emosi negatif dapat muncul, seperti sedih, marah, kecewa, malu, takut, dan cemas.
Perasaan-perasaan tersebut dapat berlangsung dalam jangka waktu yang lama apabila tidak ditangani dengan baik.
Menurut saya, dampak emosional dari perundungan daring sering kali dianggap sepele oleh sebagian orang. Banyak yang beranggapan bahwa komentar negatif di media sosial hanyalah candaan atau hal biasa yang tidak perlu dibesar-besarkan.
Padahal, bagi remaja yang sedang berada dalam tahap pencarian jati diri, komentar yang merendahkan atau mempermalukan dapat meninggalkan luka psikologis yang mendalam.
Bahkan, beberapa korban menjadi kehilangan rasa percaya diri dan merasa tidak berharga karena terus-menerus menerima perlakuan negatif dari lingkungan digital mereka.
Selain memengaruhi keseimbangan emosi, perundungan daring juga berdampak langsung pada kesehatan mental remaja.
Kesehatan mental merupakan kondisi yang memungkinkan seseorang untuk berpikir, merasakan, dan bertindak secara positif dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
Ketika seorang remaja menjadi korban perundungan daring secara terus-menerus, kesehatan mentalnya dapat terganggu. Mereka berisiko mengalami stres, kecemasan berlebihan, gangguan tidur, kesulitan berkonsentrasi, hingga depresi.
Dalam beberapa kasus, korban perundungan daring memilih untuk menarik diri dari lingkungan sosial karena merasa tidak aman atau takut mendapat perlakuan yang sama.
Akibatnya, hubungan sosial mereka menjadi terganggu dan kesempatan untuk mengembangkan kemampuan interpersonal pun berkurang.
Kondisi ini dapat memperburuk kesehatan mental karena manusia pada dasarnya membutuhkan dukungan sosial dari orang-orang di sekitarnya.
Dampak lain yang perlu diperhatikan adalah menurunnya prestasi akademik remaja. Ketika mengalami tekanan emosional dan psikologis akibat perundungan daring, fokus belajar mereka dapat terganggu.
Korban sering kali merasa sulit berkonsentrasi saat mengikuti pelajaran, mengerjakan tugas, atau mempersiapkan ujian. Dalam jangka panjang, kondisi tersebut dapat menyebabkan penurunan motivasi belajar dan prestasi akademik.
Oleh karena itu, perundungan daring tidak hanya menjadi masalah pribadi korban, tetapi juga dapat memengaruhi perkembangan pendidikan mereka.
Menurut pandangan saya, upaya pencegahan perundungan daring harus dimulai dari lingkungan keluarga. Orang tua memiliki peran penting dalam mengawasi penggunaan internet oleh anak serta membangun komunikasi yang terbuka.
Remaja perlu merasa bahwa mereka memiliki tempat yang aman untuk bercerita ketika menghadapi masalah di dunia maya.
Dengan komunikasi yang baik, orang tua dapat memberikan dukungan emosional sekaligus membantu anak mencari solusi yang tepat.Selain keluarga, sekolah juga memiliki tanggung jawab besar dalam mencegah dan menangani perundungan daring.
Sekolah dapat memberikan edukasi mengenai etika berkomunikasi di media digital, pentingnya menghormati orang lain, serta konsekuensi dari tindakan perundungan.
Guru dan tenaga pendidik perlu menciptakan lingkungan belajar yang aman dan mendukung sehingga siswa merasa nyaman untuk melaporkan kasus perundungan yang mereka alami atau saksikan.
Masyarakat dan pemerintah juga memiliki peran yang tidak kalah penting. Kampanye mengenai bahaya perundungan daring perlu terus dilakukan agar kesadaran masyarakat meningkat.
Selain itu, penegakan aturan terkait penggunaan media digital harus diperkuat untuk memberikan perlindungan kepada korban dan efek jera kepada pelaku.
Dengan adanya kerja sama antara keluarga, sekolah, masyarakat, dan pemerintah, kasus perundungan daring dapat diminimalkan.
Berdasarkan uraian di atas, saya berpendapat bahwa perundungan daring merupakan masalah yang serius karena dapat mengganggu keseimbangan emosi dan kesehatan mental remaja.
Dampaknya tidak hanya dirasakan dalam kehidupan pribadi korban, tetapi juga dapat memengaruhi hubungan sosial dan prestasi akademik mereka.
Oleh sebab itu, diperlukan perhatian dan tindakan nyata dari berbagai pihak untuk mencegah serta menangani perundungan daring.
Dengan menciptakan lingkungan digital yang sehat, aman, dan penuh rasa saling menghormati, remaja dapat berkembang secara optimal serta memiliki kesehatan mental yang lebih baik.











