Opini oleh Maria Galdia Sejaun
MANGGARAI, PENA1NTT.COM – Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi pada era digital saat ini telah membawa perubahan yang sangat besar dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam dunia pendidikan.
Kehadiran internet, media sosial, dan berbagai platform digital telah memudahkan masyarakat untuk memperoleh informasi secara cepat dan mudah.
Bagi mahasiswa, teknologi digital tidak hanya menjadi sarana komunikasi, tetapi juga menjadi media utama dalam proses pembelajaran, pencarian referensi, serta pengembangan diri.
Namun, kemudahan akses terhadap informasi tersebut juga menghadirkan berbagai tantangan, seperti penyebaran berita palsu, informasi yang tidak valid, hingga penyalahgunaan media digital.
Oleh karena itu, literasi digital menjadi kemampuan yang sangat penting untuk dimiliki oleh setiap mahasiswa. Di era teknologi informasi, mahasiswa dapat memperoleh berbagai sumber pengetahuan melalui internet.
Jurnal ilmiah, e-book, artikel akademik, dan video pembelajaran dapat diakses dengan mudah. Dengan literasi digital yang baik, mahasiswa mampu menemukan informasi yang relevan dan terpercaya untuk mendukung proses belajar.
Menurut pendapat saya, literasi digital merupakan salah satu kompetensi utama yang harus dikembangkan oleh mahasiswa pada era modern ini.
Literasi digital tidak hanya berarti kemampuan menggunakan perangkat teknologi, tetapi juga mencakup kemampuan memahami, menganalisis, mengevaluasi, dan memanfaatkan informasi digital secara bijak dan bertanggung jawab.
Mahasiswa yang memiliki literasi digital yang baik akan mampu memanfaatkan teknologi untuk mendukung proses belajar serta meningkatkan kualitas akademiknya.
Mahasiswa merupakan kelompok yang sangat dekat dengan perkembangan teknologi digital. Hampir seluruh aktivitas akademik saat ini memanfaatkan teknologi, mulai dari pencarian jurnal, pengumpulan tugas, diskusi daring, hingga pelaksanaan perkuliahan secara online.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kemampuan menggunakan teknologi sudah menjadi kebutuhan dasar dalam dunia pendidikan tinggi.
Namun demikian, kemampuan menggunakan teknologi saja tidak cukup. Banyak mahasiswa yang masih mudah percaya terhadap informasi yang beredar di media sosial tanpa melakukan verifikasi terlebih dahulu.
Akibatnya, informasi yang tidak benar dapat dengan mudah tersebar dan memengaruhi cara berpikir masyarakat. Fenomena ini menunjukkan bahwa rendahnya literasi digital dapat menimbulkan berbagai dampak negatif, baik bagi individu maupun lingkungan sosial.
Dalam pandangan saya, mahasiswa harus menjadi agen perubahan yang mampu memberikan contoh penggunaan teknologi secara bijak.
Sebagai kaum intelektual, mahasiswa memiliki tanggung jawab untuk menyaring informasi sebelum menyebarkannya kepada orang lain. Sikap kritis terhadap sumber informasi sangat diperlukan agar mahasiswa tidak terjebak dalam penyebaran hoaks atau informasi yang menyesatkan.
Selain itu, literasi digital juga berperan penting dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. Saat ini tersedia banyak sumber belajar digital yang dapat diakses secara gratis, seperti jurnal ilmiah, buku elektronik, video pembelajaran, dan kursus daring.
Mahasiswa yang memiliki kemampuan literasi digital yang baik akan mampu memilih sumber belajar yang kredibel dan relevan dengan kebutuhan akademiknya. Dengan demikian, proses pembelajaran menjadi lebih efektif dan efisien.
Di sisi lain, perkembangan teknologi juga menghadirkan berbagai tantangan yang perlu diwaspadai. Salah satu tantangan tersebut adalah penggunaan media sosial yang berlebihan.
Tidak sedikit mahasiswa yang menghabiskan waktu berjam-jam untuk mengakses media sosial tanpa tujuan yang jelas. Kebiasaan ini dapat mengurangi produktivitas dan mengganggu konsentrasi dalam belajar.
Oleh karena itu, mahasiswa perlu memiliki kemampuan mengelola waktu dan menggunakan teknologi secara seimbang.
Literasi digital juga berkaitan dengan etika dalam berkomunikasi di dunia maya.
Saat ini masih sering ditemukan kasus perundungan daring (cyberbullying), ujaran kebencian, dan penyebaran konten yang tidak pantas di media sosial. Perilaku tersebut menunjukkan kurangnya kesadaran masyarakat terhadap etika digital.
Sebagai generasi muda yang terdidik, mahasiswa seharusnya mampu menjadi contoh dalam menciptakan lingkungan digital yang sehat, aman, dan menghargai perbedaan pendapat.
Lebih lanjut, literasi digital dapat membantu mahasiswa dalam mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja. Banyak perusahaan saat ini membutuhkan tenaga kerja yang mampu memanfaatkan teknologi digital secara efektif.
Kemampuan mencari informasi, mengelola data, berkomunikasi secara daring, serta menggunakan berbagai aplikasi digital menjadi nilai tambah yang sangat penting.
Oleh karena itu, penguasaan literasi digital tidak hanya bermanfaat selama masa perkuliahan, tetapi juga menjadi bekal yang berharga untuk masa depan.











