HUT RI Ke-80, Ferdi Seluru dari Lingko Cunga Bali Bangka Lelak Buktikan Usaha Halia Berdayakan Warga

HUT RI Ke-80, Ferdi Seluru dari Lingko Cunga Bali Bangka Lelak Buktikan Usaha Halia Berdayakan Warga (Ilustrasi)

MANGGARAI, PENA1NTT.COM – Semangat kemerdekaan tidak selalu harus diwujudkan melalui upacara dan seremoni. Di Lingko Cunga Bali, Desa Bangka Lelak, Kecamatan Lelak, Kabupaten Manggarai, semangat kemerdekaan justru tumbuh melalui kerja nyata dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Hal itu ditunjukkan Ferdi Seluru, salah satu pelaku usaha pertanian halia atau jahe di wilayah tersebut.

Dengan menggarap lahan pertanian seluas hampir 2 hektare, Ferdi tidak hanya mengembangkan usaha budidaya halia, tetapi juga membuka lapangan kerja bagi warga di sekitar Lingko Cunga Bali dan Desa Bangka Lelak.

Garap Hampir 2 Hektare, Libatkan Warga Lokal

Ferdi mengatakan, usaha pertanian halia tersebut dibangun dengan semangat untuk menggerakkan perekonomian masyarakat desa.

Salah satu bentuk pemberdayaan yang dilakukan adalah membeli bibit halia langsung dari petani lokal. Selain itu, tenaga kerja yang dilibatkan dalam proses pengolahan lahan hingga perawatan tanaman juga mayoritas berasal dari masyarakat sekitar.

“Usaha ini saya bangun untuk membantu masyarakat. Kita beli bibit dari petani lokal, pekerjakan orang lokal. Supaya uangnya berputar di desa kita sendiri,” ujar Ferdi.

Menurutnya, usaha pertanian tidak hanya berbicara mengenai keuntungan pribadi, tetapi juga bagaimana kegiatan ekonomi tersebut dapat memberikan manfaat bagi masyarakat di sekitarnya.

Dengan demikian, keberadaan lahan pertanian yang dikelola secara produktif diharapkan mampu menciptakan efek ekonomi berantai bagi warga desa.

Warga Akui Terbantu

Kehadiran usaha pertanian halia yang dikembangkan Ferdi mendapat respons positif dari warga yang bekerja di lahan tersebut.

Salah seorang tenaga kerja mengaku bersyukur karena mendapat kesempatan bekerja dan memperoleh penghasilan untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

“Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Ferdi Seluru. Karena usaha beliau, kami warga sekitar bisa punya pekerjaan. Bisa menghidupi keluarga,” ungkapnya.

Bagi warga, keberadaan usaha seperti ini menjadi penting di tengah masih terbatasnya lapangan pekerjaan di wilayah pedesaan.

Selain memberikan pekerjaan, aktivitas budidaya halia juga membuka peluang bagi masyarakat untuk terlibat dalam rantai ekonomi pertanian, mulai dari penyediaan bibit hingga tenaga kerja.

Momentum HUT RI Ke-80

Beroperasinya usaha pertanian tersebut menjadi semakin bermakna di tengah momentum peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Ferdi menilai semangat kemerdekaan seharusnya tidak berhenti pada perayaan, tetapi diwujudkan melalui upaya membangun kemandirian ekonomi masyarakat.

Ia berharap tema HUT ke-80 RI, “Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju”, dapat diterjemahkan dalam kehidupan masyarakat desa melalui kerja bersama dan penguatan ekonomi lokal.

“Tema tahun ini sangat cocok dengan yang kami lakukan. Kita bersatu membangun, kita berdaulat di tanah sendiri, dan tujuannya supaya rakyat di sekitar sini bisa sejahtera,” katanya.

Harapkan Dukungan Pemerintah

Untuk mengembangkan usaha tersebut, Ferdi berharap adanya perhatian dan dukungan dari Pemerintah Kabupaten Manggarai maupun Pemerintah Desa Bangka Lelak.

Dukungan tersebut, kata dia, dapat diberikan dalam bentuk pelatihan bagi petani, bantuan bibit unggul, pendampingan teknis budidaya, hingga membuka akses pasar yang lebih luas.

Menurut Ferdi, dukungan pemerintah sangat penting agar usaha pertanian masyarakat tidak berhenti pada produksi semata, tetapi dapat berkembang menjadi usaha yang berkelanjutan.

Ia berharap pengembangan budidaya halia di Lingko Cunga Bali dapat terus diperluas sehingga semakin banyak warga yang memperoleh manfaat dan kesempatan kerja.

Semangat kemerdekaan, bagi Ferdi, bukan hanya tentang mengenang perjuangan masa lalu, tetapi juga tentang bagaimana masyarakat hari ini mampu mengisi kemerdekaan melalui kerja keras, kemandirian, dan keberanian membangun ekonomi dari desa.

Dari Lingko Cunga Bali, semangat itu kini tumbuh melalui lahan pertanian—dengan tanah sebagai sumber kehidupan dan masyarakat sebagai kekuatan utama untuk membangun kesejahteraan.

Penulis: Dion Damba Editor: Irenius Putra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *