MANGGARAI, PENA1NTT.COM — Pelayanan kesehatan di tengah masa tanggap darurat gempa di Kabupaten Manggarai terus bergerak mendekati masyarakat terdampak.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Manggarai menjalankan program Peluk Sehat Mobile dengan melibatkan dokter relawan serta dokter Nusantara Sehat yang bertugas di sejumlah puskesmas.
Koordinator Peluk Sehat Mobile, Iwan Haribaik, menjelaskan bahwa pelayanan ini menjadi salah satu cara untuk memastikan masyarakat tetap mendapatkan layanan kesehatan meskipun berada dalam situasi pascabencana.
Iwan memaparkan, sejak dimulai pada 15 Agustus hingga 15 September 2026, tim Peluk Sehat Mobile bergerak ke berbagai lokasi untuk memberikan pemeriksaan, pengobatan, kunjungan rumah, pelayanan kesehatan dasar, hingga dukungan psikososial.
Menurut Iwan, kehadiran dokter relawan dan dokter Nusantara Sehat sangat memperkuat tim pelayanan di lapangan.
Para tenaga medis ini tidak hanya menunggu masyarakat datang ke fasilitas kesehatan, tetapi ikut mendatangi warga secara langsung yang membutuhkan pelayanan.
“Dalam situasi bencana, pelayanan kesehatan tidak cukup hanya menunggu di puskesmas. Kita harus bergerak, mendatangi masyarakat, terutama mereka yang memiliki keterbatasan untuk datang ke fasilitas kesehatan,” ujar Iwan.
Ia menjelaskan, pendekatan tersebut menjadi bagian dari konsep Hospitality-Based Care yang dikembangkan oleh Dinkes Manggarai.
Menurutnya, pelayanan kesehatan tidak hanya berbicara mengenai pemeriksaan dan obat, tetapi juga tentang bagaimana masyarakat merasa diperhatikan, dihargai, dan tidak ditinggalkan dalam situasi sulit.
Lebih lanjut, Iwan menegaskan bahwa kolaborasi dengan dokter relawan dan dokter Nusantara Sehat menunjukkan bahwa penanganan kesehatan pascabencana membutuhkan kerja bersama.
“Pemerintah daerah, tenaga kesehatan, relawan, dan berbagai pihak perlu berada dalam satu gerak untuk menjangkau masyarakat seluas mungkin,” katanya.
Iwan menambahkan, bagi Dinkes Manggarai, Peluk Sehat Mobile bukan sekadar program pelayanan bergerak.
Program ini menjadi cara untuk memastikan bahwa di tengah situasi darurat, tidak ada warga yang luput dari perhatian layanan kesehatan.
“Karena pada akhirnya, pelayanan kesehatan bukan hanya tentang menyembuhkan penyakit. Di tengah bencana, ia juga tentang hadir, mendengar, dan menemani,” pungkas Iwan.













