KADIN Turun Langsung Salurkan Bantuan Gempa di Manggarai Barat

Manggarai Barat-Pena1-Ntt.com – Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia bersama KADIN Nusa Tenggara Timur (NTT) menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak gempa bumi di wilayah Kabupaten Manggarai Barat, NTT.

Penyaluran bantuan dilakukan melalui KADIN Manggarai Barat dengan menyasar sedikitnya 25 titik terdampak yang tersebar di Kecamatan Pacar, Kecamatan Kuwus, dan Kecamatan Kuwus Barat.

Proses pendistribusian bantuan berlangsung selama delapan hari, mulai 5 hingga 12 September 2026. Tim KADIN Manggarai Barat yang dipimpin langsung Charles Angliwarman turun ke sejumlah lokasi terdampak untuk memastikan bantuan benar-benar diterima masyarakat yang membutuhkan.

Perjalanan menuju sejumlah titik pengungsian bukan perkara mudah. Tim harus melewati medan dengan kondisi jalan yang ekstrem serta topografi wilayah yang cukup sulit. Namun, kondisi tersebut tidak menyurutkan semangat tim untuk menjalankan misi kemanusiaan.

“Kami punya beban moral. Karena itu, bantuan ini kami pastikan langsung sampai kepada masyarakat yang terdampak untuk membantu dan sedikit meringankan beban mereka selama berada di tenda pengungsian,” ujar Charles.

Bantuan yang disalurkan diangkut menggunakan dua unit truk. Paket bantuan tersebut terdiri atas beras, susu, mi instan, gula, minyak goreng, sarung, dan terpal.

Dalam perjalanan mendistribusikan bantuan, tim KADIN Manggarai Barat tidak hanya menemukan kerusakan fisik pada rumah-rumah warga, tetapi juga menyaksikan langsung kondisi psikologis masyarakat yang masih diliputi trauma akibat gempa dan gempa susulan yang masih terjadi.

Charles menuturkan, sebagian warga terpaksa memilih tidur di luar rumah atau bertahan di posko pengungsian karena khawatir kembali ke rumah yang mengalami kerusakan. Mereka menggunakan terpal seadanya sebagai tempat berlindung.

Kondisi tersebut semakin berat karena suhu udara pada malam hari cukup dingin. Di antara warga terdampak, terdapat ibu hamil dan anak-anak yang harus menjalani hari-hari di tengah keterbatasan dan ketidakpastian.

“Ketika kami sampai di lokasi, kami melihat langsung rumah-rumah warga yang rusak parah. Kebanyakan mereka tidur di luar rumah atau di posko dengan menggunakan terpal seadanya. Malam hari juga sangat dingin. Ada ibu-ibu hamil dan anak-anak yang ikut terdampak,” kata Charles.

Menurutnya, kondisi yang paling menyentuh bukan hanya kerusakan bangunan akibat gempa, tetapi juga trauma mendalam yang dirasakan masyarakat. Rasa takut terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan membuat sebagian warga belum berani kembali menjalani kehidupan secara normal.

Karena itu, kehadiran KADIN di tengah masyarakat tidak semata-mata untuk menyerahkan bantuan logistik. Tim juga berupaya memberikan dukungan moral kepada warga agar mereka merasa tidak menghadapi situasi tersebut seorang diri.

“Kami tidak hanya datang menyerahkan bantuan. Kami hadir untuk memastikan masyarakat tidak merasa sendirian. Kami saling menguatkan. Semoga badai ini cepat berlalu dan kita bisa pulih serta bangkit bersama,” tutur Charles.

Penyaluran bantuan ke 25 titik tersebut menjadi bagian dari komitmen KADIN Indonesia, KADIN NTT, dan KADIN Manggarai Barat untuk mengambil bagian dalam penanganan dampak bencana serta membantu masyarakat yang masih membutuhkan dukungan.

Di tengah kondisi pascagempa yang belum sepenuhnya pulih, bantuan kebutuhan dasar sekaligus dukungan moral diharapkan dapat memberikan sedikit ruang bagi masyarakat untuk bertahan, memulihkan diri, dan perlahan kembali membangun kehidupan mereka.

Penulis: Bino MaotEditor: Tim Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *