Manggarai Timur, Pena1NTT.com – Festival Lembah Sanpio 2026 resmi diluncurkan sebagai momentum memperkuat sinergi antara Gereja, pemerintah, dunia pendidikan, keluarga, dan masyarakat dalam membangun generasi muda yang unggul dan berkarakter. Festival ini akan digelar pada 4–8 September 2026 di Lapangan Sepak Bola Seminari Pius XII Kisol, Kelurahan Tanah Rata, Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur.
Mengusung tema “Berziarah bersama Bunda Maria dalam Pengharapan: Insan Muda Berpendidikan Unggul, Berkarakter Kristiani dan Bersaksi dalam Kasih,” festival tersebut diharapkan menjadi lebih dari sekadar agenda tahunan, tetapi juga ruang memperkuat nilai-nilai iman, pendidikan, dan budaya.
Mewakili Bupati Manggarai Timur, Sekretaris Daerah Winsensius Tala menegaskan bahwa Festival Lembah Sanpio merupakan simbol kolaborasi berbagai elemen masyarakat dalam membangun masa depan daerah.
“Festival ini bukan sekadar kegiatan seremonial. Ini adalah ruang perjumpaan antara iman dan budaya, antara Gereja, pemerintah, masyarakat, dunia pendidikan, dan para alumni yang dipersatukan oleh kecintaan terhadap almamater,” ujar Winsensius
Menurutnya, Seminari Pius XII Kisol telah menjadi salah satu lembaga pendidikan yang memberi kontribusi besar bagi lahirnya sumber daya manusia berkualitas di Manggarai Timur. Selama puluhan tahun, seminari tersebut dinilai konsisten menanamkan nilai iman, integritas, disiplin, kepemimpinan, dan semangat pengabdian.
Ia menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak hanya diukur dari banyaknya infrastruktur yang dibangun, tetapi juga dari kualitas manusianya.
“Membangun jalan, jembatan, dan gedung memang penting. Namun pembangunan yang paling menentukan adalah pembangunan manusianya. Dari manusialah lahir gagasan, kepemimpinan, pengabdian, dan masa depan sebuah daerah,” tegasnya.
Karena itu, Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur meyakini bahwa keberhasilan pembangunan membutuhkan kolaborasi empat pilar utama, yakni pemerintah, Gereja, keluarga, dan lembaga pendidikan.
Menurut Winsensius, pemerintah berperan menghadirkan kebijakan yang berpihak kepada masyarakat, Gereja membentuk moral dan spiritualitas, keluarga menanamkan nilai-nilai kehidupan, sementara sekolah membangun ilmu pengetahuan dan karakter.
“Ketika keempat pilar ini berjalan bersama, kita sedang mempersiapkan generasi Manggarai Timur yang unggul secara intelektual, kuat dalam iman, kokoh dalam karakter, dan siap menghadapi tantangan zaman,” katanya.
Lebih lanjut, ia menyebut Festival Lembah Sanpio Maria Bunda Segala Bangsa memiliki makna strategis sebagai wadah mempererat persaudaraan sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam membangun manusia seutuhnya.
Sebagai bentuk dukungan nyata, Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur mengalokasikan bantuan sebesar Rp100 juta untuk menyukseskan penyelenggaraan Festival Lembah Sanpio 2026.
Dukungan tersebut diharapkan mampu mendorong suksesnya pelaksanaan festival sekaligus memperkuat posisi Manggarai Timur sebagai daerah yang mengedepankan pembangunan sumber daya manusia melalui sinergi antara pendidikan, iman, budaya, dan pemerintah.
Festival Lembah Sanpio 2026 dijadwalkan menghadirkan berbagai kegiatan rohani, budaya, pendidikan, dan kebersamaan yang melibatkan umat, masyarakat, alumni, serta berbagai pemangku kepentingan dari dalam maupun luar Kabupaten Manggarai Timur.***













