Mahasiswa KKN Unika St. Paulus Ruteng Edukasi Kesehatan Mental dan P3K bagi OMK St. Imaculata Galong, Kota Komba Utara

Mahasiswa KKN Unika St. Paulus Ruteng Edukasi Kesehatan Mental dan P3K bagi OMK St. Imaculata Galong, Kota Komba Utara (Foto: Dey)

MANGGARAI TIMUR, PENA1NTT.COM – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Katolik Santo Paulus Ruteng menggelar kegiatan edukasi tentang kesehatan mental dan pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K) bagi Orang Muda Katolik (OMK) St. Imaculata Galong di Kantor Desa Watu Pari, Kecamatan Kota Komba Utara, Kabupaten Manggarai Timur, Sabtu (1/8/2026).

Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman generasi muda mengenai pentingnya menjaga kesehatan mental sekaligus membekali mereka dengan keterampilan dasar memberikan pertolongan pertama saat terjadi kecelakaan.

Koordinator Desa KKN Unika Santo Paulus Ruteng, Arli Wanggung, mengatakan bahwa anak muda memiliki peran strategis dalam kehidupan gereja maupun masyarakat. Karena itu, mereka perlu memiliki kondisi mental yang sehat serta kemampuan dasar dalam memberikan pertolongan kepada sesama.

“OMK merupakan tulang punggung gereja dan masyarakat. Jika memiliki kesehatan mental yang baik serta keterampilan P3K, mereka akan menjadi generasi yang tangguh dan mampu menjadi agen perubahan di lingkungan paroki maupun masyarakat,” ujar Arli.

Ia menjelaskan, kegiatan tersebut dilatarbelakangi oleh meningkatnya perhatian terhadap persoalan kesehatan mental di kalangan anak muda, sekaligus masih terbatasnya pengetahuan masyarakat mengenai pertolongan pertama pada kecelakaan.

Berdasarkan data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), gangguan kecemasan menjadi salah satu gangguan mental yang paling banyak dialami masyarakat dunia. Sekitar 301 juta orang atau sekitar empat persen populasi global hidup dengan gangguan kecemasan, dengan prevalensi yang lebih tinggi pada perempuan dibandingkan laki-laki.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan dibagi menjadi dua sesi utama. Sesi pertama membahas kesehatan mental, meliputi pengenalan stres, kecemasan, cara mengelola emosi, pentingnya self-care, serta membangun keberanian untuk berbagi cerita ketika menghadapi persoalan psikologis. Peserta juga diajak mempraktikkan teknik grounding sebagai salah satu cara mengendalikan emosi dan mengurangi kecemasan.

Sementara itu, sesi kedua berisi pelatihan pertolongan pertama pada kecelakaan. Mahasiswa KKN memberikan demonstrasi penanganan luka ringan, pendarahan, kondisi pingsan, hingga teknik evakuasi korban secara sederhana. Peserta juga diperkenalkan dengan fungsi berbagai perlengkapan dalam kotak P3K.

Ketua OMK St. Imaculata Galong, Felincianus Ndauman, mengapresiasi inisiatif mahasiswa KKN yang telah menghadirkan edukasi tersebut.

“Selama ini kami mengetahui bahwa P3K itu penting, tetapi belum memahami langkah-langkah yang harus dilakukan ketika terjadi kecelakaan. Melalui kegiatan ini kami menjadi lebih percaya diri untuk memberikan pertolongan pertama. Kami juga belajar bahwa menjaga kesehatan mental dan berbagi cerita dengan orang yang dipercaya bukanlah sesuatu yang memalukan,” katanya.

Apresiasi serupa disampaikan salah seorang peserta, Godelianus Papik. Menurutnya, materi yang diberikan sangat bermanfaat bagi kaum muda dan relevan dengan kehidupan sehari-hari.

“Kami berterima kasih kepada adik-adik mahasiswa KKN yang telah berbagi pengetahuan dan pengalaman bersama kami. Ke depan, kami berharap materi dapat diperkaya dengan data terbaru dari WHO, Kementerian Kesehatan, serta data kesehatan di Nusa Tenggara Timur dan Kabupaten Manggarai Timur sehingga wawasan peserta semakin luas,” ujarnya.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN Universitas Katolik Santo Paulus Ruteng berharap OMK St. Imaculata Galong mampu menjadi komunitas muda yang tidak hanya bertumbuh dalam iman, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap kesehatan mental serta kesiapsiagaan dalam menghadapi situasi darurat di tengah masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *