MANGGARAI BARAT, PENA1NTT.COM – Ketersediaan bawang merah di Labuan Bajo hingga saat ini dipastikan masih aman dan sangat mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Pasokan yang melimpah membuat harga tetap stabil dan terjangkau, sementara kualitas bawang yang dipasarkan tetap terjaga sehingga masyarakat tidak perlu khawatir terhadap kelangkaan maupun lonjakan harga dalam waktu dekat.
Ribuan kilogram bawang merah masih tersimpan di gudang penyimpanan milik pengusaha lokal yang akrab disapa Ninonk. Sebelum dipasarkan, seluruh bawang terlebih dahulu melalui proses pembersihan dan penyortiran oleh puluhan ibu rumah tangga agar kualitas yang diterima konsumen benar-benar dalam kondisi terbaik.
Ninonk mengatakan, komitmennya tidak hanya menyediakan stok dalam jumlah besar, tetapi juga memastikan masyarakat memperoleh bawang merah berkualitas dengan harga yang tetap terjangkau.
“Puji Tuhan, stok bawang merah masih sangat aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat Labuan Bajo. Kami terus menjaga kualitasnya agar masyarakat mendapatkan bawang yang segar dan berkualitas dengan harga yang tetap murah,” ujarnya.
Menurutnya, seluruh pasokan berasal dari hasil pembelian langsung dari para petani. Pola tersebut memberikan kepastian pasar bagi petani sekaligus mempersingkat rantai distribusi sehingga harga jual tetap stabil.
Saat ini, harga bawang merah di Labuan Bajo masih berada di kisaran Rp23.000 hingga Rp25.000 per kilogram, jauh lebih rendah dibandingkan beberapa waktu lalu yang sempat mencapai sekitar Rp40.000 per kilogram. Stabilnya harga tersebut memberikan dampak positif bagi masyarakat karena kebutuhan dapur dapat dipenuhi dengan biaya yang lebih ringan.
Tidak hanya menjaga stabilitas harga, aktivitas usaha ini juga membuka peluang kerja bagi puluhan ibu rumah tangga yang setiap hari terlibat dalam proses membersihkan dan menyortir bawang merah. Kegiatan tersebut menjadi sumber penghasilan tambahan yang membantu memenuhi kebutuhan keluarga.
Keberhasilan menjaga pasokan, menekan harga, sekaligus memberdayakan masyarakat mendapat apresiasi dari berbagai kalangan. Banyak warga menilai apa yang dilakukan Ninonk merupakan contoh nyata bagaimana pelaku usaha lokal mampu berkontribusi terhadap ketahanan pangan daerah.
Di tengah kondisi tersebut, masyarakat juga berharap pemerintah, khususnya instansi yang membidangi perdagangan, dapat mengambil peran yang lebih aktif dalam menjaga stabilitas harga bahan pokok. Selama ini, pengawasan terhadap pergerakan harga komoditas strategis, termasuk bawang merah, dinilai belum terlihat optimal sehingga upaya menjaga ketersediaan dan keterjangkauan harga lebih banyak dilakukan oleh pelaku usaha.
Padahal, pemerintah memiliki fungsi penting dalam memantau distribusi, menjaga ketersediaan stok, serta mengantisipasi gejolak harga agar masyarakat tidak menjadi korban ketika terjadi kenaikan harga kebutuhan pokok.
Langkah yang dilakukan Ninonk menunjukkan bahwa kepedulian terhadap petani dan masyarakat dapat diwujudkan melalui tindakan nyata. Dengan membeli hasil panen langsung dari petani, menyediakan stok dalam jumlah besar, menjaga kualitas produk, serta menjual dengan harga yang terjangkau, ia berhasil menciptakan keseimbangan antara kepentingan petani, pedagang, dan konsumen.
Masyarakat berharap upaya seperti ini mendapat dukungan dan perhatian lebih besar dari pemerintah sehingga stabilitas harga pangan di Labuan Bajo tidak hanya bergantung pada inisiatif pelaku usaha, melainkan menjadi tanggung jawab bersama. Kolaborasi antara pemerintah, petani, dan pelaku usaha diyakini akan semakin memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus menjaga daya beli masyarakat.













