Wakil Bupati Manggarai Timur, Tarsisius Sjukur, S.S., melakukan peletakan batu pertama pembangunan SDK Wano (Foto Istimewa).
Manggarai Timur-Pena1-Ntt.com – Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat kualitas pendidikan melalui program revitalisasi sarana dan prasarana sekolah serta mempertegas komitmen meningkatkan kualitas pendidikan di daerah 3T.
Komitmen tersebut ditandai dengan peletakan batu pertama pembangunan gedung baru dan revitalisasi SDK Wano, Desa Paan Leleng, Kecamatan Kota Komba Utara, yang dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Manggarai Timur, Tarsisius Sjukur, pada Jumat (31/7/2026).
Dalam ajang kegiatan tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Winsensius Tala, Staf Ahli Bupati, para Asisten, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), unsur pemerintah kecamatan, tokoh masyarakat, serta warga setempat.
Revitalisasi SDK Wano didukung anggaran sebesar Rp2.176.643.376 yang dialokasikan melalui Program Revitalisasi Tahun Anggaran 2026.
Revitalisasi Total: 7 Ruang Kelas hingga Sarana Air Bersih
Pekerjaan mencakup rehabilitasi total tujuh ruang kelas, renovasi gedung perpustakaan, pembangunan ruang administrasi kepala sekolah dan guru, pembangunan satu unit rumah dinas guru, pembangunan toilet siswa dan guru, penataan lapangan upacara, serta penyediaan sarana air bersih.
Dalam laporannya, Kepala SDK Wano, Paulus Hamu, menyampaikan apresiasi kepada pemerintah atas perhatian yang diberikan kepada sekolah yang dipimpinnya. Menurutnya, program revitalisasi tersebut merupakan bentuk nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan pendidikan yang lebih layak, terutama bagi masyarakat di wilayah yang masih membutuhkan perhatian pembangunan.
“Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada pemerintah atas kepercayaan dan perhatian yang diberikan kepada SDK Wano melalui program revitalisasi ini. Bantuan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas layanan pendidikan sekaligus menghadirkan lingkungan belajar yang lebih layak, nyaman, dan kondusif bagi peserta didik maupun tenaga pendidik,” ujar Paulus Hamu.

“Kepala SDK Wano, Paulus Hamu, menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat dan daerah atas program revitalisasi sekolah tersebut, yang ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Wakil Bupati Manggarai Timur, Tarsisius Sjukur, S.S.”
Swakelola: Percepat Pembangunan, Perkuat Rasa Memiliki
Ia menjelaskan, pelaksanaan pembangunan dilakukan melalui mekanisme swakelola dengan melibatkan unsur sekolah dan masyarakat setempat.
Menurutnya, pendekatan tersebut tidak hanya mempercepat pelaksanaan pekerjaan, tetapi juga memperkuat rasa memiliki masyarakat terhadap fasilitas pendidikan yang sedang dibangun.
Paulus menegaskan bahwa revitalisasi sekolah bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan investasi jangka panjang bagi peningkatan mutu pendidikan. Fasilitas yang memadai diyakini akan meningkatkan kenyamanan belajar siswa, mendukung profesionalisme guru, serta memperkuat pembentukan karakter generasi muda.
“Kami berharap seluruh tahapan pembangunan dapat berjalan dengan baik dan selesai sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Setelah seluruh pekerjaan rampung, fasilitas ini diharapkan mampu menunjang proses belajar mengajar yang lebih efektif serta menjadi fondasi lahirnya generasi yang cerdas, berkarakter, disiplin, dan memiliki daya saing,” katanya.
Komitmen Pemda: Pemerataan Infrastruktur Pendidikan
Sementara itu, Wakil Bupati Manggarai Timur, Tarsisius Sjukur, menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur pendidikan merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan berkualitas.
Menurutnya, pembangunan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kebutuhan yang paling mendesak. Pemerintah daerah juga terus berupaya agar program revitalisasi dapat menjangkau lebih banyak sekolah di Kabupaten Manggarai Timur yang masih membutuhkan peningkatan sarana dan prasarana.
“Fasilitas pendidikan yang memadai menjadi fondasi penting dalam meningkatkan kualitas proses belajar mengajar serta mencetak generasi yang cerdas, mandiri, dan berdaya saing,” tegas Tarsisius.
Ia berharap revitalisasi SDK Wano tidak hanya meningkatkan kenyamanan warga sekolah, tetapi juga menjadi contoh bagi sekolah-sekolah lain dalam menghadirkan lingkungan pendidikan yang layak, modern, dan berkualitas.
Program revitalisasi SDK Wano menjadi salah satu langkah strategis Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur dalam mempercepat pemerataan pembangunan sektor pendidikan.
Dengan tersedianya fasilitas yang lebih representatif, sekolah diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan pendidikan sekaligus mencetak sumber daya manusia yang unggul, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan.











