Kades Golo Mendo Dirikan Dapur Umum, Pastikan Makanan Tersalurkan Merata kepada 1.003 Jiwa Terdampak Gempa

Manggarai-Pena1-Ntt.com — Kepala Desa Golo Mendo, Kecamatan Wae Ri’i, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, Hilarius Jebarus, terus memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak gempa bumi terpenuhi.

Pasca gempa yang terjadi pada 15 Agustus 2026, warga di sejumlah wilayah Desa Golo Mendo hingga Minggu (23/8/2026) masih bertahan di posko-posko pengungsian. Kondisi tersebut dilakukan karena warga masih mewaspadai kemungkinan terjadinya gempa susulan.

Untuk memenuhi kebutuhan pangan para pengungsi, Pemerintah Desa Golo Mendo bersama masyarakat mendirikan dapur umum yang melayani warga di setiap posko pengungsian. Tercatat sekitar 1.003 jiwa terdampak dan masih membutuhkan pelayanan selama masa tanggap darurat.

Selain mendirikan dapur umum, pemerintah desa juga membentuk koordinator distribusi makanan untuk memastikan seluruh warga mendapatkan makanan secara merata.

“Warga hanya tinggal makan karena kami sudah menyiapkan dapur umum. Kami juga membentuk koordinator untuk mengatur distribusi makanan ke setiap posko agar semua masyarakat mendapatkan makanan dan tidak ada yang kelaparan di tenda pengungsian,” kata Hilarius Jebarus, Minggu (23/8/2026).

Pemerintah Desa Golo Mendo juga menyediakan satu posko khusus sebagai tempat penerimaan dan penyimpanan seluruh bantuan yang datang dari berbagai pihak.

Hilarius mengatakan, sistem tersebut sengaja diterapkan agar seluruh bantuan yang masuk dapat dikelola secara tertib, transparan, dan dibagikan secara merata kepada masyarakat yang terdampak.

“Kami sepakat dengan masyarakat bahwa setiap bantuan yang masuk, baik dari pemerintah, LSM, komunitas kemanusiaan maupun partai politik, kita terima di satu tempat. Semua bantuan dicatat, baik jumlah maupun sumbernya, supaya jelas dan bisa dipertanggungjawabkan,” ujarnya.

Menurut Hilarius, pengelolaan bantuan secara terpusat menjadi langkah penting untuk mencegah terjadinya ketimpangan dalam pembagian bantuan.

“Tujuannya supaya bantuan ini benar-benar merata. Jangan sampai ada masyarakat yang mendapatkan banyak, sementara ada masyarakat lain yang tidak mendapatkan sama sekali. Karena itu, semua kita kumpulkan dan kita distribusikan sesuai kebutuhan,” katanya.

Bantuan berupa bahan makanan yang diterima kemudian diolah melalui dapur umum. Setelah makanan siap, petugas mendistribusikannya ke masing-masing posko pengungsian.

“Setelah bantuan kita terima dan dicatat, bahan makanan kita masak di dapur umum. Kemudian Linmas dan petugas posko mengantar makanan ke setiap posko pengungsian. Dengan begitu, masyarakat tetap mendapatkan makanan dan kita bisa memastikan tidak ada yang kelaparan,” jelas Hilarius.

Selain mengatur bantuan yang masuk, Hilarius juga aktif mencari donatur dan berkomunikasi dengan berbagai pihak untuk memperoleh bantuan tambahan bagi masyarakat terdampak.

“Kami juga terus mencari donatur dan berkomunikasi dengan berbagai pihak agar bantuan bisa terus datang. Kondisi masyarakat masih membutuhkan pelayanan karena sampai hari ini mereka masih berada di posko pengungsian,” tuturnya.

Ia menegaskan, sistem penerimaan dan distribusi bantuan secara terpusat juga bertujuan mencegah terjadinya perebutan bantuan di tengah masyarakat.

“Kita tidak ingin terjadi baku rebut bantuan. Karena itu, ketika bantuan datang, kita terima di satu tempat, kita catat, kemudian kita masak dan distribusikan. Harapan kami semua masyarakat yang terdampak bisa mendapatkan bagian secara adil,” tegasnya.

Hingga Minggu (23/8/2026), warga Desa Golo Mendo masih berada di sejumlah posko pengungsian dan terus mewaspadai kemungkinan terjadinya gempa susulan. Pemerintah desa bersama masyarakat terus berupaya memastikan kebutuhan dasar warga, terutama makanan dan minuman, tetap tersedia selama masa tanggap darurat.

Langkah Pemerintah Desa Golo Mendo tersebut menjadi bagian dari upaya bersama untuk menjaga ketertiban pengelolaan bantuan sekaligus memastikan seluruh masyarakat terdampak memperoleh pelayanan dan bantuan secara adil dan merata.

Penulis: Bino maotEditor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *