PKKMB Inovatif, Komitmen Kampus STIPAS St. Sirilus Ruteng Cetak Generasi Cerdas dan Berkarakter

MANGGARAI, PENA1NTT.COM — Sekolah Tinggi Pastoral (STIPAS) St. Sirilus Ruteng menggelar Kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus Bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Tahun Ajaran 2026/2027 pada Senin (3/8/2026).

Agenda dan tradisi tahunan ini dilaksanakan untuk memberikan pemahaman serta menumbuhkan rasa tanggung jawab mahasiswa baru terhadap cita-cita dan profesi yang akan ditekuni.

PKKMB tahun ini mengusung tema: Walk Together and Knowledge: Menjadi Mahasiswa STIPAS Yang Cerdas, Berjiwa Melayanan dan Berkarakter.

Tema tersebut sengaja diambil untuk mengingatkan kembali para mahasiswa akan pentingnya rasa cinta dan hormat atas tanggung jawab yang akan dijalankan seumur hidup, khususnya sebagai pelayan dalam Gereja.

Dalam khotbah pada Misa pembukaan, RD. Hironimus Bandur menyampaikan bahwa seorang pelayan Gereja harus senantiasa mengandalkan Tuhan.

Ia mengingatkan mahasiswa agar tidak seperti Petrus yang mencobai Yesus akibat kurangnya iman dan kepercayaan kepada Allah sang pencipta.

Selain itu, ia juga menyoroti semangat kasih serta berbagai tantangan yang akan dihadapi mahasiswa baru sebagai calon pelayan Gereja.

Dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan, RD. Fidelis Den, selaku Wakil Ketua III STIPAS Ruteng, menyampaikan pengantar sambutan sekaligus membuka kegiatan secara resmi.

Mengutip filosofi Petrus dalam Injil yang berjalan di atas air namun tergoyahkan oleh angin dan ombak, ia memberikan pesan penting kepada para peserta.

“Kalau kamu ingin sukses, fokuslah pada tujuanmu serta berjalanlah bersama Yesus. Para mahasiswa baru harus selalu dekat dengan Tuhan agar dapat mengenal-Nya lebih dalam dan tidak menganggap-Nya seperti hantu. Jika jauh dari Tuhan, hidup tidak memiliki arah yang jelas dan tujuan tidak akan tercapai,” tegasnya.

Pembentukan Karakter dan Pemahaman Akademik

Guna menanamkan pemahaman dan membentuk karakter peserta, pihak Kampus bersama panitia PKKMB menghadirkan para pemateri dari kalangan dosen ahli maupun narasumber eksternal

Materi pertama disampaikan oleh Ketua Program Studi STIPAS Ruteng, RD. Emanuel Haru, yang menjelaskan profil lulusan serta mekanisme sistem akademik perkuliahan.

RD. Emanuel mengingatkan agar setiap mahasiswa mampu menyelesaikan pendidikan tepat waktu, yakni dalam kurun waktu empat tahun.

Ia menekankan bahwa selain menghargai perjuangan dan pengorbanan orang tua, ketepatan waktu lulus juga berpengaruh pada kredibilitas kampus.

Selanjutnya, Ketua STIPAS Ruteng, RD. Rikardus Moses Jehaut, memaparkan sejarah lembaga, visi dan misi, serta tanggung jawab mahasiswa baru.

Ia menegaskan bahwa STIPAS Ruteng selalu bekerja sama dan bersaing secara sehat dengan lembaga maupun perguruan tinggi lain untuk menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas.

“Saya berharap kalian memilih tempat ini dengan kesadaran penuh, bukan karena kepepet. Tanpa motivasi yang benar, kalian akan kesulitan menjalankan proses pendidikan. Dengan berkuliah di sini sebagai calon Guru Agama Katolik dan Budi Pekerti, kalian turut ambil bagian dalam Tugas Pelayanan Gereja,” ujar RD. Rikardus.

Ia menambahkan bahwa perkuliahan merupakan wadah nyata untuk mengembangkan karakter, moral, bakat, serta pengetahuan.

Edukasi Kesehatan dan Penataan Tata Kelola Kampus

Selain pemahaman akademis, PKKMB tahun ini juga menghadirkan Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD) Kabupaten Manggarai, Kosmas Takung, untuk memberikan sosialisasi mengenai bahaya HIV/AIDS.

Kosmas menjelaskan bahwa masalah HIV merupakan isu yang sangat aktual dan kontekstual.

Menanggapi pertanyaan peserta terkait kontribusi pemerintah, Kosmas menjelaskan bahwa pemerintah terus berupaya mengedukasi masyarakat melalui sosialisasi ke sekolah, kantor, hingga desa.

Langkah ini dilakukan lewat pendekatan 3 Zero, yaitu tidak ada infeksi baru HIV, tidak ada kematian akibat HIV, serta penghapusan stigma di tengah masyarakat. Di akhir sesinya, ia mengapresiasi panitia dan berharap para peserta menjadi generasi muda yang mencintai kesehatan.

Pada sesi berikutnya, RD. Thomas Julivadis Tanto, memaparkan mekanisme keuangan dan sarana-prasarana kampus.

Ia menegaskan bahwa STIPAS Ruteng menyediakan fasilitas asrama sebagai tempat pembentukan karakter.

Oleh karena itu, seluruh mahasiswa yang tinggal di asrama wajib mematuhi aturan yang berlaku, termasuk mengikuti Misa pagi setiap hari.

Penegasan senada disampaikan oleh Sekretaris Prodi STIPAS Ruteng, Maria Fransiska Dilgan Bewoli.

Ia mendorong setiap mahasiswa untuk meraih prestasi yang baik, khususnya bagi penerima bantuan KIP-Kuliah agar bertanggung jawab atas akses pendidikan yang telah dipercayakan oleh pemerintah.

Melalui seluruh rangkaian PKKMB ini, para peserta diharapkan dapat mempersiapkan diri dan mental secara matang untuk menjadi pelayan Gereja yang siap di masa depan.

Catatan Redaksi: Berita ini merupakan liputan mandiri yang dilakukan oleh Fridiani Nalimen (Mahasiswa STIPAS St. Sirilus Ruteng)

Penulis: Nana Patris AgatEditor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *