MANGGARAI TIMUR, PENA1NTT.COM — Gempa bumi yang mengguncang wilayah Flores Barat tidak hanya meninggalkan kerusakan pada bangunan, tetapi juga menguji ketangguhan dan solidaritas masyarakat. Di tengah situasi sulit tersebut, kepedulian antarsesama justru terus menyala.
Hal itu ditunjukkan manajemen dan tim Pancaran Mart. Meski dua unit usaha mereka, yakni Bengkel Otto Boss dan Pancaran Mart, turut mengalami kerusakan dan kerugian akibat guncangan gempa, mereka tetap memilih berbagi dengan warga yang membutuhkan.
Kepedulian tersebut diwujudkan melalui penyaluran bantuan sembako kepada dua keluarga yang dinilai membutuhkan perhatian di tengah kondisi pascagempa.
Paket bantuan yang disalurkan berisi sejumlah kebutuhan pokok, di antaranya beras, gula, minyak goreng, telur, mi instan, sabun mandi, dan deterjen.
Bantuan pertama diberikan kepada Fransiskus A. Jematu di Wae Reca, Nanga Labang. Fransiskus merupakan putra dari Bapak Herman yang sehari-hari bekerja sebagai pengojek dan pekerja serabutan untuk memenuhi kebutuhan keluarganya.
Bantuan berikutnya disalurkan kepada Yovita Mamin, warga Purang Paka, seorang ibu tunggal yang selama ini mengandalkan pekerjaan serabutan untuk menghidupi dirinya bersama anaknya.
Bagi kedua penerima, bantuan tersebut bukan sekadar paket kebutuhan pokok. Di tengah tekanan ekonomi dan situasi pascabencana, perhatian yang diberikan Pancaran Mart menjadi penguat bahwa mereka tidak menghadapi masa sulit seorang diri.
“Terima kasih kepada Pancaran Mart yang sudah membantu kami. Bantuan ini sangat berarti bagi keluarga kami. Kami tahu usaha mereka juga terkena dampak bencana, tetapi mereka masih mau membantu kami. Kami sangat berterima kasih atas kepedulian ini,” ungkap Fransiskus dengan nada haru.
Ungkapan syukur juga disampaikan keluarga Yovita Mamin yang menerima bantuan tersebut. Bagi mereka, kebutuhan pokok yang diberikan menjadi penopang penting di tengah kondisi yang belum sepenuhnya pulih akibat bencana.
Di tengah kondisi pascagempa, langkah Pancaran Mart menjadi gambaran bahwa solidaritas tidak selalu harus menunggu seseorang berada dalam keadaan berkecukupan.
Justru ketika sama-sama menghadapi kesulitan, kepedulian menjadi semakin berarti.
Manajemen Pancaran Mart berharap aksi tersebut dapat menjadi bagian kecil dari gerakan bersama untuk membantu masyarakat yang terdampak gempa di Manggarai Timur dan wilayah Flores lainnya.
“Kita pulihkan yang rusak, kita kuatkan yang lemah, dan kita bangkit bersama. Flores boleh diguncang gempa, tetapi semangat kita tidak boleh ikut runtuh.”
Pesan tersebut menjadi penegasan bahwa pemulihan pascabencana bukan hanya tentang membangun kembali rumah dan fasilitas yang rusak, tetapi juga tentang menjaga semangat kebersamaan dan memastikan tidak ada warga yang merasa berjalan sendirian menghadapi cobaan.
Di tengah luka yang ditinggalkan gempa, Pancaran Mart memilih untuk tetap menyalakan harapan: ketika yang kuat mau menggenggam tangan yang lemah, maka Flores akan lebih cepat bangkit.













