Pemuda Muhammadiyah Manggarai Salurkan 1 Ton Beras untuk Penyintas Gempa Flores, Relawan Sisir Posko Pengungsian

Pemuda Muhammadiyah Manggarai Salurkan 1 Ton Beras untuk Penyintas Gempa Flores, Relawan Sisir Posko Pengungsian (Dok. Ninonk)

MANGGARAI, PENA1NTT.COM — Gempa bumi yang mengguncang Flores masih menyisakan duka dan kecemasan bagi masyarakat terdampak. Rumah-rumah mengalami kerusakan, aktivitas warga terganggu, sementara kebutuhan pangan dan logistik masih menjadi persoalan di sejumlah titik pengungsian.

Di tengah kondisi tersebut, Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kabupaten Manggarai menunjukkan kepedulian dengan menyalurkan 1 ton beras bagi para penyintas gempa.

Bantuan tanggap darurat tersebut disalurkan secara maraton selama dua hari, Jumat–Sabtu, 21–22 Agustus 2026. Tim relawan diterjunkan langsung ke sejumlah wilayah terdampak untuk memastikan bantuan dapat diterima masyarakat yang membutuhkan.

Empat lokasi menjadi sasaran utama distribusi, yakni Lingkungan Lawara, Kecamatan Reok; Desa Ojang, Kecamatan Reok; Desa Robek, Kecamatan Reok Barat, Kabupaten Manggarai; serta Desa Satarpunda Barat, Kecamatan Elar, Kabupaten Manggarai Timur.

Namun, gerakan kemanusiaan tersebut tidak berhenti pada empat lokasi prioritas. Sepanjang perjalanan melewati wilayah Reok dan Reok Barat, relawan juga menyisir sejumlah posko serta tenda pengungsian yang didirikan warga di tepi jalan maupun tanah lapang.

“Di mana ada warga yang membutuhkan, di situ kami wajib singgah. Akses jalan boleh rusak dan guncangan masih membayangi, tetapi kepedulian tidak boleh terputus,” ujar relawan lapangan Pemuda Muhammadiyah, Mode Bethan.

Bagi masyarakat yang tengah menghadapi situasi sulit, bantuan beras bukan sekadar memenuhi kebutuhan pangan. Bantuan tersebut menjadi bentuk solidaritas sekaligus pesan bahwa para penyintas tidak sendirian menghadapi bencana.

Gerakan Kemanusiaan Berbasis Gotong Royong

Ketua Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Manggarai, Mahmud Bethan, mengatakan aksi tersebut lahir dari semangat gotong royong keluarga besar Muhammadiyah bersama para donatur.

Menurutnya, satu ton beras yang disalurkan merupakan langkah awal untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar di tengah situasi darurat.

“Satu ton beras ini adalah langkah awal penanganan krisis. Kami datang ke Reok, Reok Barat, hingga Satarpunda Barat sebagai saudara. Ini adalah titipan cinta dari seluruh kader dan donatur Muhammadiyah untuk menguatkan ketahanan para penyintas,” kata Mahmud.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat, tokoh daerah, organisasi kemasyarakatan, dunia usaha, serta berbagai pihak lainnya untuk mengambil bagian dalam penanganan bencana sesuai kapasitas masing-masing.

“Saya mengajak seluruh elemen masyarakat dan tokoh daerah untuk mengambil bagian dalam merespons bencana Flores ini sesuai kapasitas masing-masing—baik melalui tenaga, bantuan dana, doa, maupun dukungan suara. Bangkit dari bencana membutuhkan kerja kolektif yang berkelanjutan,” ujarnya.

Tidak Berhenti pada Bantuan Beras

Pemuda Muhammadiyah Manggarai menegaskan bahwa aksi kemanusiaan tersebut tidak hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan pangan selama masa tanggap darurat.

Tim gabungan yang melibatkan Pemuda Muhammadiyah, Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM), dan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) terus melakukan pemetaan kebutuhan masyarakat melalui rapid assessment di sejumlah wilayah terdampak.

Pemetaan tersebut menjadi dasar untuk menentukan kebutuhan masyarakat sekaligus menyiapkan langkah pendampingan pada fase pemulihan pascabencana.

Mahmud menegaskan, komitmen Muhammadiyah tidak berhenti ketika masa tanggap darurat berakhir.

“Kami berkomitmen penuh untuk tidak meninggalkan warga setelah masa darurat usai. Tim kami akan terus mengawal para penyintas hingga kehidupan sosial dan ekonomi mereka benar-benar pulih serta mandiri kembali,” tegasnya.

Menurutnya, bencana tidak hanya meninggalkan kerusakan fisik, tetapi juga dapat berdampak terhadap kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat. Karena itu, proses pemulihan membutuhkan pendampingan yang berkelanjutan dan melibatkan banyak pihak.

Muhammadiyah Hadir untuk Semua

Gerakan kemanusiaan Pemuda Muhammadiyah dan MDMC Manggarai merupakan bagian dari komitmen organisasi dalam membantu masyarakat menghadapi situasi krisis dan bencana.

Dalam pelaksanaannya, bantuan diberikan berdasarkan kebutuhan masyarakat di lapangan tanpa membedakan latar belakang suku, agama maupun golongan.

Di tengah situasi pascagempa yang masih membutuhkan perhatian berbagai pihak, aksi tersebut menjadi pengingat bahwa penanganan bencana bukan hanya tanggung jawab pemerintah. Solidaritas masyarakat, organisasi sosial, relawan, dunia usaha, serta seluruh elemen masyarakat menjadi kekuatan penting untuk memastikan para penyintas dapat melewati masa sulit dan kembali membangun kehidupannya.

Informasi kontak kemanusiaan:

– Alifudin — Koordinator Tanggap Bencana MDMC: 0812-3817-2635

– Mahmud Bethan — Ketua PDPM Manggarai: 0812-3602-8300

– Posko Kemanusiaan — Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Manggarai

Penulis: NinonkEditor: Irenius Putra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *