MANGGARAI BARAT, PENA1NTT.COM – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Nasional Universitas Warmadewa (Unwar) Bali menggandeng warga Desa Persiapan Golo Tanggar, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, NTT, untuk mengolah limbah pertanian menjadi pakan ternak terfermentasi.
Langkah ini dilakukan sebagai jawaban atas tantangan ketersediaan pakan hijau yang kerap menjadi persoalan krusial bagi warga setiap kali musim kemarau melanda.
Kegiatan tersebut diikuti secara antusias oleh sekitar 20 tokoh masyarakat yang mayoritas berprofesi sebagai peternak pada Senin (03/08/2026).
Koordinator Desa KKN Unwar, Ewaldus Adol, mengungkapkan bahwa aksi ini merupakan bentuk kepedulian nyata mahasiswa dalam membantu mengurai permasalahan peternak lokal saat musim kering.
“Pelatihan ini dilaksanakan agar persoalan ketersediaan pakan ternak yang dihadapi masyarakat saat musim kemarau dapat teratasi. Pakan terfermentasi ini menjadi solusi alternatif yang efektif ketika memasuki musim kering,” ujarnya.
Ewaldus menambahkan, teknik fermentasi mampu meningkatkan nilai gizi, daya cerna, serta memperpanjang masa simpan pakan.
Dalam praktiknya, pembuatan pakan ini mengandalkan bahan baku lokal seperti berbagai jenis jerami dan dedaunan hijau, yang kemudian dicampur dengan biomolase, booster, tripi, serta air bersih.
Campuran tersebut didiamkan melalui proses fermentasi selama kurang lebih tiga minggu hingga siap dikonsumsi hewan ternak.
Inisiatif pengolahan pakan berbasis limbah ini pun mendapat sambutan hangat dari warga.
Pelatihan ini dinilai memberikan dampak langsung bagi keberlanjutan sektor peternakan desa, sekaligus mengedukasi warga agar tidak lagi bergantung pada pakan segar saat pasokan menipis.
Apresiasi salah satunya disampaikan oleh Natali Dwi Kirani Ratu, anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) “Embun Pagi”—satu-satunya kelompok tani wanita yang aktif bergerak di Kecamatan Komodo.
Menurutnya, kehadiran mahasiswa tidak hanya membawa inovasi teknis, tetapi juga memberi dorongan semangat bagi pemberdayaan peternak lokal.
“Kami sangat mengapresiasi pelatihan ini karena memberikan solusi praktis yang langsung menyentuh kebutuhan warga. Kami berharap setelah menyelesaikan studi, adik-adik mahasiswa dapat menjadi abdi negara yang terus berkontribusi, khususnya sebagai pendamping pembangunan masyarakat di Desa Macang Tanggar dan Desa Persiapan Golo Tanggar,” pungkas Natali penuh harap.











