MANGGARAI TIMUR, PENA1NTT.COM – Komitmen menghadirkan pelayanan kesehatan yang mudah diakses terus diwujudkan UPTD Puskesmas Lawir, Kecamatan Lamba Leda Timur, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur.
Di bawah kepemimpinan Irvansensia Dafrosa Mutiara,S.Tr.Keb, puskesmas ini menghadirkan inovasi BERES KIS (Bantu Urus Kartu Indonesia Sehat), sebuah program yang membantu masyarakat mengurus kepesertaan BPJS Kesehatan, termasuk pengaktifan kembali Kartu Indonesia Sehat (KIS) yang tidak aktif.
Program yang mulai dijalankan sejak tahun 2024 itu lahir dari keprihatinan atas masih ditemukannya masyarakat yang menunda bahkan tidak memperoleh pelayanan kesehatan karena terkendala administrasi BPJS Kesehatan. Kondisi tersebut banyak dialami keluarga kurang mampu, termasuk ibu hamil yang membutuhkan pelayanan kesehatan secara rutin dan berkesinambungan.
Kepala UPTD Puskesmas Lawir, Irvansensia Dafrosa Mutiara,S.Tr.Keb, mengatakan pelayanan kesehatan yang berkualitas tidak hanya ditentukan oleh tindakan medis, tetapi juga oleh kemudahan akses masyarakat terhadap jaminan kesehatan.
“Program BERES KIS kami laksanakan sejak tahun 2024 sebagai bentuk komitmen Puskesmas Lawir untuk memastikan masyarakat tetap memperoleh pelayanan kesehatan tanpa terhambat persoalan administrasi BPJS. Kami ingin masyarakat merasa tenang ketika membutuhkan pelayanan kesehatan,” ujar Irvansensia Dafrosa Mutiara saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (24/7/2026).
Menurutnya, inovasi tersebut lahir dari kepedulian agar tidak ada lagi warga yang menunda berobat hanya karena kepesertaan BPJS Kesehatannya tidak aktif. Selama dua tahun berjalan, program BERES KIS telah membantu masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Lawir. Namun, sosialisasi masih terus dilakukan karena belum seluruh warga mengetahui adanya layanan tersebut.
*Komitmen Dua Tahun: Layanan Kesehatan Tanpa Hambatan Administrasi*
Wilayah kerja UPTD Puskesmas Lawir sendiri mencakup 11 desa, sehingga pihak puskesmas terus menggandeng pemerintah desa, kader kesehatan, tokoh masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan untuk menyebarluaskan informasi kepada masyarakat, khususnya warga Desa Rengkam dan desa-desa sekitarnya.
“Kami mengimbau seluruh pemerintah desa, kader kesehatan, dan tokoh masyarakat agar bersama-sama menyampaikan informasi ini kepada warga. Jangan sampai ada masyarakat, terutama ibu hamil, yang menunda pemeriksaan kesehatan hanya karena mengira BPJS atau KIS-nya sudah tidak aktif,” tegasnya.
*Mekanisme Mudah: Cukup SKTM dan Fotokopi KK*
Selain itu, Irvansensia mengajak seluruh ibu hamil dan keluarga di wilayah kerja Puskesmas Lawir untuk secara mandiri mengecek status keaktifan KIS atau BPJS Kesehatan melalui Pos Pelayanan (Pospel) terdekat. Apabila diketahui kepesertaan sudah tidak aktif, masyarakat diminta segera melengkapi persyaratan dan menyerahkannya ke UPTD Puskesmas Lawir pada jam kerja agar dapat diproses melalui program BERES KIS.
“Kami mengajak seluruh ibu hamil dan keluarga untuk rutin mengecek keaktifan KIS secara mandiri di Pospel terdekat. Jika statusnya tidak aktif, segera membawa Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) dan fotokopi Kartu Keluarga ke UPTD Puskesmas Lawir pada jam kerja agar segera kami bantu proses pengaktifannya kembali,” jelasnya.
Prosedur pelayanan melalui BERES KIS dibuat sederhana dan tidak dipungut biaya. Warga hanya perlu melampirkan dua dokumen, yakni Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) dari pemerintah desa dan fotokopi Kartu Keluarga (KK). Berkas kemudian diserahkan ke loket pendaftaran UPTD Puskesmas Lawir paling lambat setiap tanggal 11 setiap bulan. Selanjutnya, petugas akan melakukan verifikasi sebelum meneruskan pengajuan ke Dinas Sosial dan BPJS Kesehatan sesuai mekanisme yang berlaku.
*Dukung Perluasan JKN dan Penurunan AKI serta AKB*
Bagi Irvansensia Dafrosa Mutiara, BERES KIS bukan sekadar mempermudah pengurusan administrasi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperluas cakupan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), sekaligus mendukung percepatan penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB).
“Harapan kami, seluruh masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Lawir memiliki jaminan kesehatan yang aktif sehingga tidak ada lagi yang terkendala ketika membutuhkan pelayanan kesehatan. Dengan dukungan gedung pelayanan baru di Pandang Arus, kami optimistis kualitas pelayanan kepada masyarakat akan semakin baik,” ujarnya.
*Apresiasi Masyarakat: “Sangat Membantu Warga*
Program BERES KIS mendapat apresiasi dari masyarakat. Paul (24), warga Desa Rengkam, mengaku inovasi tersebut sangat membantu karena proses pengurusan BPJS Kesehatan kini menjadi lebih mudah.
“Program ini sangat membantu masyarakat kecil. Kami tidak lagi kebingungan mengurus BPJS yang tidak aktif. Cukup membawa SKTM dan fotokopi KK ke Puskesmas Lawir, petugas membantu mengurus semuanya. Saya berharap semakin banyak masyarakat mengetahui program ini,” katanya.
Manfaat program tersebut juga dirasakan oleh kalangan ibu hamil. Tiani, warga Desa Rengkam, mengaku lebih tenang menjalani kehamilan karena tidak lagi khawatir menghadapi kendala administrasi ketika membutuhkan pelayanan kesehatan.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada Ibu Kepala Puskesmas Lawir dan seluruh petugas kesehatan yang telah membantu masyarakat melalui program BERES KIS. Program ini sangat membantu kami, khususnya ibu hamil, karena proses pengurusan BPJS menjadi lebih mudah dan tidak dipungut biaya. Kami berharap program ini terus berlanjut agar semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya,” tutur Tiani.
Melalui inovasi BERES KIS, UPTD Puskesmas Lawir menunjukkan bahwa pelayanan kesehatan yang berkualitas tidak hanya diwujudkan melalui peningkatan fasilitas dan layanan medis, tetapi juga melalui inovasi yang menjawab kebutuhan nyata masyarakat.
Program ini menjadi bukti komitmen Puskesmas Lawir dalam memastikan setiap warga memperoleh akses terhadap jaminan kesehatan, sehingga pelayanan kesehatan dapat dinikmati secara adil, mudah, dan berkelanjutan. (**)













