Maju Calon Ketua Pengurus Pusat PMKRI, Nardi Nandeng Usung Gerakan Knowledge Power

JAKARTA, PENA1NTT.COM – Peta persaingan menuju kursi kepemimpinan Pengurus Pusat Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PP PMKRI) Sanctus Thomas Aquinas Periode 2026–2028 resmi bergulir dengan hadirnya gagasan baru.

Ketua Presidium PMKRI Cabang Ruteng Periode 2021–2022, Yohanes Nardi Nandeng, secara resmi mendeklarasikan kesiapannya untuk maju bertarung dalam pemilihan Ketua Presidium PP PMKRI dengan mengusung Gerakan Knowledge Power (Kekuatan Pengetahuan).

Langkah strategis ini diambil sebagai respons terhadap arah gerakan mahasiswa yang dinilai terjebak dalam rutinitas seremoni dan kehilangan taji intelektual di tengah dinamika kebangsaan yang kian kompleks.

Tiga Pilar Gerakan Knowledge Power

Melalui konsep Knowledge Power, Nardi menawarkan antitesis terhadap model gerakan massa konvensional yang hanya mengandalkan otot politik atau retorika semata.

Terdapat tiga agenda prioritas yang diusung dalam gerakan ini:

1. Dekonstruksi Proses Kaderisasi

Nardi mendesak agar sistem pembinaan PMKRI dikembalikan sebagai roh penggerak utama orientasi dan keberlanjutan organisasi.

Menurutnya, proses kaderisasi tidak lagi sekadar prasyarat administratif keanggotaan. Proses ini mesti melahirkan kader dengan daya kritis tinggi, integritas, dan kompetensi kepemimpinan yang adaptif terhadap perkembangan zaman.

2. PMKRI Sebagai Laboratorium Intelektual

Menghidupkan kembali tradisi akademik—membaca, berdiskusi, meriset, hingga mempublikasikan karya ilmiah.

PMKRI ditargetkan menjadi pusat perumusan gagasan yang mampu memproduksi rekomendasi kebijakan berbasis data konkret.

3. Kritik Ilmiah yang Solutif

Menegaskan independensi PMKRI sebagai mitra kritis pemerintah. Nardi menggarisbawahi bahwa kritik yang dilayangkan harus berbasis riset ilmiah, bukan sekadar aksi demonstrasi tanpa menawarkan solusi konkrit.

“Keputusan saya untuk maju bukan semata-mata karena keinginan menduduki posisi Ketua Presidium. Ada tanggung jawab moral dan organisatoris untuk memastikan PMKRI terus bertumbuh sebagai organisasi kader yang kuat, berintelektual, dan memiliki keberpihakan yang jelas terhadap persoalan bangsa dan negara,” tegas Nardi dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis (16/7/2026).

Rekam Jejak Akademis dan Organisasi

Komitmen Nardi didukung oleh rekam jejak dan kedekatan emosional yang kuat dengan basis daerah.

Lahir dan bertumbuh di Kecamatan Lelak, Kabupaten Manggarai membentuk kepekaannya terhadap persoalan sosial yang kerap dihadapi masyarakat di daerah.

Perjalanan akademis dan organisasinya mengesankan.

Nardi menyelesaikan studi sarjana (S1) di Universitas Katolik Indonesia (UNIKA) Santu Paulus Ruteng.

Sejalan dengan proses akademis tersebut, ia aktif berproses di organisasi hingga dipercaya sebagai Ketua Presidium PMKRI Cabang Ruteng Periode 2021–2022.

Langkah kepemimpinan Nardi kemudian meluas ke tingkat nasional seiring dengan keputusannya memperdalam kapasitas keilmuan di Jakarta.

Saat ini, ia tengah menyelesaikan studi magister (S2) jurusan Manajemen Bisnis di Universitas Esa Unggul Jakarta Barat.

Proses akademis di ibu kota ini berjalan beriringan dengan kiprah organisasinya di tingkat nasional, Nardi juga mengemban amanah sebagai Presidium Hubungan Masyarakat Katolik (PHMK) PP PMKRI Periode 2024–2026.

Kombinasi pengalaman memimpin dari level cabang di daerah hingga mengelola dinamika di tingkat pusat ini menjadi modal fundamental bagi Nardi.

Ia bertekad mengonsolidasikan kekuatan cabang-cabang di daerah menjadi satu kesatuan kekuatan pengetahuan untuk mengawal kebijakan publik secara nasional.

“Saya datang membawa niat, gagasan, dan komitmen untuk bertumbuh bersama PMKRI. Ini bukan ambisi pribadi. Ini adalah ikhtiar bersama untuk memastikan PMKRI semakin kuat dalam kaderisasi, kokoh dalam intelektualitas, dan berdampak dalam seluruh dinamika kebangsaan,” pungkas Nardi.

Pemilihan Ketua Presidium PP PMKRI Periode 2026–2028 ini akan menjadi salah satu agenda krusial dalam Kongres XXXIV dan Majelis Permusyawaratan Anggota (MPA) XXXIII PMKRI yang dijadwalkan berlangsung pada 19–25 Juli 2026 mendatang di Ruteng, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Mengusung tema “Mempertegas Arah Pembangunan Nasional Menuju Indonesia yang Berdaulat dan Berkeadilan”, forum tertinggi tingkat nasional ini diproyeksikan menjadi panggung pertarungan ide bagi masa depan arah juang PMKRI.

Penulis: Nana Patris AgatEditor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *