Relawan Kesehatan RS Apung Laksamana Malahayati Tembus Rana Gapang dan Wae Lokom, Layani Korban Gempa Flores

Relawan Kesehatan RS Apung Laksamana Malahayati Tembus Rana Gapang dan Wae Lokom, Layani Korban Gempa Flores (Dok. PENA1NTT.COM)

MANGGARAI TIMUR, PENA1NTT.COM — Di tengah situasi pascagempa Flores, layanan kesehatan bagi warga di wilayah terdampak terus dibutuhkan. Kondisi tersebut mendorong tim relawan kesehatan dari Rumah Sakit Apung (RSA) Laksamana Malahayati PDI Perjuangan menjangkau wilayah pedalaman Kabupaten Manggarai Timur.

Tim yang terdiri dari dua dokter, dua perawat, dan dua bidan tersebut menembus Desa Rana Gapang dan Desa Wae Lokom, Kecamatan Elar, Manggarai Timur, Pada Senin (07/09/2026)

Kehadiran tim relawan itu untuk memberikan pemeriksaan kesehatan sekaligus pengobatan gratis bagi masyarakat yang terdampak gempa Flores.

Tim relawan didampingi Ketua DPC PDI Perjuangan Manggarai Timur Selphyanus Tovin atau Elpi Tote dan Sekretaris DPC Paulus Y. Yorit Poni. Turut mendampingi Ketua dan jajaran pengurus PAC PDI Perjuangan Kecamatan Elar.

Pemeriksaan kesehatan dinilai penting dilakukan secara berkelanjutan mengingat gempa tidak hanya meninggalkan kerusakan fisik, tetapi juga dapat memengaruhi kondisi psikologis masyarakat.

Kepanikan dan trauma yang dialami warga setelah bencana menjadi salah satu perhatian dalam pelayanan tersebut. Pemeriksaan secara langsung di tengah masyarakat diharapkan dapat membantu memastikan kondisi kesehatan warga tetap terpantau selama masa tanggap dan pemulihan pascabencana.

Selain memberikan layanan medis, rombongan juga melakukan peninjauan langsung terhadap kondisi warga terdampak.

Peninjauan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya advokasi agar warga yang terdampak bencana dapat terdata dengan baik. Data tersebut dinilai penting sebagai dasar dalam proses penanganan dan pemulihan pascabencana.

Relawan juga membagikan bantuan kepada masyarakat yang terdampak gempa.

Kegiatan tersebut menunjukkan bahwa penanganan bencana tidak hanya membutuhkan bantuan dalam bentuk logistik, tetapi juga kehadiran tenaga kesehatan serta pendataan terhadap kebutuhan warga di lapangan.

Dalam kegiatan itu, PDI Perjuangan menegaskan komitmennya untuk hadir bersama masyarakat dalam situasi sulit.

Bagi partai tersebut, semangat kebersamaan tidak cukup berhenti pada slogan, tetapi harus diwujudkan melalui tindakan nyata, termasuk turun langsung ke wilayah terdampak dan memberikan pelayanan yang dibutuhkan masyarakat.

“Soliditas dan militansi menjadi garda terdepan bahwa menghadapi badai kita tidak sendirian, namun berpegangan tangan bersama,” demikian semangat yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.

Bencana, di sisi lain, kembali memperlihatkan pentingnya solidaritas sosial. Ketika masyarakat menghadapi kehilangan dan kerusakan akibat bencana, empati, gotong royong, serta kepedulian menjadi kekuatan penting untuk membantu warga melewati masa sulit.

Melalui pelayanan kesehatan gratis, pendataan, advokasi, dan penyaluran bantuan, tim relawan RSA Laksamana Malahayati berharap kehadiran mereka dapat membantu masyarakat Rana Gapang dan Wae Lokom menghadapi masa pemulihan setelah gempa.

Kehadiran tenaga kesehatan hingga ke wilayah yang sulit dijangkau juga menjadi bagian penting dari upaya memastikan korban bencana tidak kehilangan akses terhadap pelayanan dasar selama proses pemulihan berlangsung.

Penulis: Irenius Putra Editor: Tim Editor Media

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *