MANGGARAI, PENA1NTT.COM – SMAN 4 Satarmese di Kabupaten Manggarai mulai tancap gas mempersiapkan pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) Tahun Ajaran 2026.
Sekolah ini menargetkan seluruh siswa kelas XII terlibat penuh, sekaligus menjadikan ujian berbasis teknologi ini sebagai tolok ukur riil kualitas lulusan.
Ketua Panitia TKA SMAN 4 Satarmese, Artemius Janu, membeberkan bahwa kesiapan teknis dan administrasi saat ini sudah menyentuh 50 persen.
Menurutnya, selain rutinitas tahunan, TKA menjadi instrumen penting bagi sekolah dan siswa.
“TKA ini menjadi pijakan awal untuk pemetaan mutu lulusan sekaligus bekal konkret anak-anak saat mendaftar Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB),” ujar Artemius dalam rapat koordinasi bersama jajaran panitia dan dewan guru,
Solusi Keterbatasan Alat hingga Pembinaan Akademik
Langkah persiapan difokuskan pada pemenuhan kebutuhan teknis dan pemantapan akademik siswa:
Siasat Mengatasi Keterbatasan Komputer:
SMAN 4 Satarmese hingga kini belum memiliki laboratorium komputer sendiri.
Untuk menyiasatinya, panitia memanfaatkan ruang kelas reguler serta mengoptimalkan unit laptop yang ada.
Kekurangan perangkat ditutupi lewat pola kolaborasi interlembaga, yakni meminjam laptop dari sekolah sekitar—skema kerja sama yang juga sukses diterapkan pada TKA tahun sebelumnya.
Pendataan dan Jadwal Ujian:
Pendaftaran internal siswa kini tengah berjalan sebelum nantinya diunggah ke portal resmi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
Ujian TKA di tingkat sekolah dijadwalkan berlangsung pada November 2026, dan hasilnya akan masuk dalam Rapor Mutu Sekolah.
Penguatan Materi dan Simulasi:
Pihak sekolah telah merancang rangkaian Try Out, bimbingan belajar sore untuk mata pelajaran wajib dan pilihan, serta pendampingan khusus materi Literasi dan Numerasi oleh guru Bahasa Indonesia dan Matematika.
Seluruh persiapan ini bermuara pada tahapan Gladi Bersih mendekati hari pelaksanaan.
Dorong Sinergi Lingkungan Sekolah dan Orang Tua
Artemius menekankan bahwa kesiapan fisik dan mental siswa tidak bisa hanya dibebankan kepada panitia ujian.
Para guru diminta menyisipkan tipe soal standar TKA ke dalam materi pembelajaran harian.
Di sisi lain, peran aktif orang tua di rumah sangat dibutuhkan untuk menjaga fokus belajar dan kondisi kesehatan anak.
Ia menambahkan bahwa pelaksanaan TKA 2026 ditargetkan berjalan jujur, tertib, dan transparan.
Bagi para siswa, ujian ini diharapkan menjadi ajang pembuktian hasil belajar selama tiga tahun di bangku SMA, bukan menjadi beban yang menakutkan.
“Keberhasilan TKA butuh kerja sama penuh antara guru, sekolah, dan orang tua. Target kita jelas, mencetak lulusan SMAN 4 Satarmese yang siap bersaing secara akademis,” pungkasnya.











