RUTENG, PENA1NTT.COM – Sekolah Tinggi Pastoral (STIPAS) St. Sirilus Ruteng terus berkomitmen mencetak mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kepemimpinan, kepedulian sosial, dan semangat berorganisasi. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) yang digelar pada Selasa (4/8/2026).

Kegiatan PKKMB menjadi pintu awal bagi mahasiswa baru untuk mengenal kehidupan akademik di perguruan tinggi sekaligus membangun komitmen bersama sebelum memasuki proses perkuliahan. Melalui berbagai materi yang disampaikan, peserta didorong memiliki motivasi belajar yang tinggi, kecintaan terhadap ilmu pengetahuan, serta kesiapan menghadapi tantangan sebagai insan akademis.
Salah satu materi yang mendapat perhatian peserta adalah sosialisasi organisasi kemahasiswaan, yakni GEMINI dan Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Ruteng.

Dalam pemaparannya, aktivis GEMINI, Fransisko Antro Gangur, menekankan bahwa mahasiswa memiliki tanggung jawab moral untuk menjawab berbagai persoalan sosial dan politik di tengah masyarakat.
“Sebagai mahasiswa, kalian memiliki misi yang sangat penting untuk menjawab berbagai persoalan sosial dan politik. Organisasi adalah tempat belajar menjadi seorang pemimpin,” ujarnya.
Menurut Fransisko, organisasi bukan sekadar ruang berkumpul, tetapi menjadi wadah pembentukan karakter, kepemimpinan, kemampuan berpikir kritis, dan keberanian memperjuangkan kepentingan masyarakat.
Menanggapi pertanyaan peserta mengenai peran organisasi dalam menghadapi ketidakadilan sosial, ia menegaskan bahwa seorang pemimpin harus memiliki kemandirian, termasuk secara ekonomi, agar tidak mudah dipengaruhi kepentingan tertentu.
“seorang pemimpin harus berdikari secara ekonomi karena jika tidak maka ia akan menciptakan regulasi untuk kepentingannya sendiri” ujarnya

Ia juga mengingatkan bahwa mahasiswa yang memilih berorganisasi harus memiliki prinsip berpikir yang kuat, semangat juang, serta kemampuan intelektual untuk memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
“jika kamu terlibat dalam sebuah organisasi diperlukan prinsip berpikir dan berjuang. Sebagai generasi penerus bangsa yang memilik tanggung jawab mengatasi berbagai pesoalan dalam Masyarakat diperlukan kemampuan intelektual yang baik serta semangat pantang menyerah,” tutupnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua PMKRI Cabang Ruteng, Margareta Kartika, menjelaskan pentingnya organisasi sebagai ruang pengembangan diri.
Menurutnya, organisasi melatih mahasiswa untuk membangun kerja sama, memperluas relasi, meningkatkan disiplin, dan mengembangkan kemampuan kepemimpinan.
“Sebagai mahasiswa, kalian bebas memilih organisasi yang sesuai dengan minat dan nilai yang diyakini. Yang terpenting adalah berani terlibat dan terus berkembang,” katanya.
Selain pembekalan mengenai organisasi, peserta PKKMB juga mendapatkan materi tentang Pengembangan Sikap Ilmiah dan Kultur Akademik STIPAS St. Sirilus Ruteng yang disampaikan oleh dosen Kristian Dahurandi, S.Fil., M.Si.

Dalam materinya, Kristian menegaskan bahwa perguruan tinggi merupakan pusat pengembangan ilmu pengetahuan yang harus melahirkan insan akademik dengan cara berpikir kritis, sistematis, dan objektif.
Ia mengajak seluruh mahasiswa baru untuk membangun budaya literasi dan numerasi sejak awal perkuliahan.
“Menulis adalah salah satu cara mengasah kemampuan berpikir. Budaya literasi juga membantu mahasiswa menghasilkan karya ilmiah yang berkualitas sekaligus mencegah praktik plagiarisme,” jelasnya.
Kristian juga mengingatkan bahwa dunia akademik dibangun atas dasar dialog ilmiah. Karena itu, setiap mahasiswa harus mampu menghargai perbedaan pandangan serta menerima kritik sebagai bagian dari proses pencarian kebenaran.
“Setiap argumentasi dalam diskusi memiliki perspektif masing-masing. Karena itu, mahasiswa harus terbuka terhadap kritik dan pendapat orang lain agar memperoleh kesimpulan yang tepat,” tuturnya.

Melalui rangkaian kegiatan PKKMB ini, STIPAS St. Sirilus Ruteng berharap mahasiswa baru tidak hanya memahami kehidupan kampus, tetapi juga memiliki karakter akademik yang kuat, semangat kepemimpinan, serta kesiapan berkontribusi bagi Gereja, masyarakat, dan bangsa.
Laporan: Fridiani Nalimen











