FISIP-UNDANA Dorong Penguatan Ekonomi Desa melalui Pengembangan Potensi Lokal dan Kelembagaan BUMDes di Kelurahan Mangulewa

Tim pengabdian dari Universitas Nusa Cendana yang diketuai oleh Herman Yosep Utang, dengan anggota tim Yosef E. Jelahut dan Rena Saputri Hilaria Sitanggang Saat menggelarkan diskusi di Desa Mangulewa (Dok. Pribadi)

BAJAWA, PENA1NTT.COM – Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Nusa Cendana (UNDANA) melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) melaksanakan kegiatan Workshop dan Pelatihan Penguatan Ekonomi Desa dengan tema “Dari Potensi Lokal ke Kekuatan Ekonomi Desa: Penguatan BUMDes dan UMKM Lokal Berbasis Kelembagaan Ekonomi Produktif di Kelurahan Mangulewa, Kecamatan Golewa Barat, Kabupaten Ngada.”

Kegiatan yang berlangsung pada Selasa, 28 Juli 2026, pukul 09.00–12.30 WITA ini bertujuan meningkatkan kapasitas pelaku UMKM lokal dalam mengidentifikasi, mengembangkan, serta mengelola potensi unggulan Kelurahan Mangulewa melalui kelembagaan ekonomi produktif. Melalui kegiatan ini, masyarakat diharapkan mampu memperkuat kemandirian ekonomi desa, meningkatkan daya saing usaha, serta mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan di Kelurahan Mangulewa, Kecamatan Golewa Barat, Kabupaten Ngada, Provinsi Nusa Tenggara Timur, dengan melibatkan masyarakat setempat, aparat kelurahan, serta pelaku UMKM lokal sebagai peserta kegiatan. Sebanyak 20 peserta mengikuti workshop dan pelatihan yang dilaksanakan melalui metode ceramah, diskusi, pelatihan, dan pendampingan.

Kegiatan ini dilaksanakan oleh tim pengabdian dari Universitas Nusa Cendana yang diketuai oleh Herman Yosep Utang, dengan anggota tim Yosef E. Jelahut dan Rena Saputri Hilaria Sitanggang. Pelaksanaan kegiatan juga melibatkan tiga mahasiswa Program Studi Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Nusa Cendana, yaitu Novita Langa, Maya Monita Manu Watu, dan Fransiska Salestia Moi. Dalam kegiatan tersebut, Rena Saputri Hilaria Sitanggang bertindak sebagai moderator.

Mengembangkan Potensi Lokal sebagai Kekuatan Ekonomi Desa

Kegiatan pengabdian ini dilatarbelakangi oleh kondisi masyarakat Kelurahan Mangulewa yang memiliki berbagai potensi lokal yang dapat dikembangkan menjadi sumber ekonomi produktif. Namun, dalam pengelolaannya masih ditemukan sejumlah tantangan, seperti keterbatasan kapasitas manajemen usaha, penguatan kelembagaan ekonomi, strategi pemasaran, serta optimalisasi pemanfaatan potensi lokal.

Penguatan kapasitas UMKM menjadi penting agar masyarakat mampu mengelola sumber daya yang dimiliki secara lebih produktif dan mampu menciptakan nilai tambah ekonomi. Kelurahan Mangulewa dipilih sebagai lokasi kegiatan karena memiliki potensi sumber daya lokal yang dapat dikembangkan menjadi produk unggulan sekaligus menjadi penggerak ekonomi masyarakat berbasis potensi wilayah.

Melalui kegiatan ini, UNDANA berupaya mendorong perubahan pola pikir masyarakat dari pemanfaatan potensi lokal secara tradisional menuju pengelolaan usaha yang lebih inovatif, kreatif, dan berorientasi pasar.

Penyampaian Materi dan Pandangan Narasumber

Dalam kegiatan tersebut, Herman Yosep Utang menyampaikan materi mengenai pentingnya perubahan paradigma dalam membangun ekonomi desa. Menurutnya, pembangunan ekonomi desa tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan sumber daya, tetapi juga oleh kemampuan masyarakat dalam mengelola dan mengembangkan potensi yang dimiliki.

“Pembangunan ekonomi desa tidak hanya bergantung pada sumber daya yang dimiliki, tetapi juga pada kemampuan masyarakat untuk membuka paradigma berpikir baru, berinovasi, dan mengelola potensi lokal menjadi kekuatan ekonomi yang produktif,” ujar Herman Yosep Utang.

Sementara itu, Yosef E. Jelahut menekankan pentingnya eksplorasi potensi lokal agar dapat memiliki nilai tambah dan mampu menjangkau pasar yang lebih luas. Ia mendorong masyarakat untuk membangun pola pikir produktif dalam mengembangkan usaha.

“Setiap desa memiliki potensi yang dapat dikembangkan menjadi produk unggulan. Hal yang paling penting adalah membangun pola pikir produktif, kreatif, dan mampu melihat peluang agar potensi lokal tidak hanya menjadi sumber daya, tetapi menjadi kekuatan ekonomi yang berkelanjutan,” jelas Yosef E. Jelahut.

Respons dan Aspirasi Masyarakat

Pelaksanaan kegiatan mendapat respons positif dari pemerintah kelurahan dan masyarakat. Lurah Mangulewa, Stanislaus Keli Ene, menyampaikan apresiasi terhadap kegiatan penguatan ekonomi desa yang dinilai mampu membuka wawasan masyarakat dalam mengembangkan potensi lokal.

Beliau berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dengan melibatkan berbagai pihak sehingga mampu memperkuat kapasitas masyarakat dan kelembagaan ekonomi di Kelurahan Mangulewa.

Sementara itu, salah satu masyarakat peserta, Silfester Selu, menyampaikan kebutuhan masyarakat terhadap pendampingan lanjutan, khususnya pada sektor pertanian.

“Kami membutuhkan pendampingan dalam pengelolaan pertanian agar hasil yang diperoleh dapat lebih optimal, mulai dari peningkatan pengetahuan, pengelolaan produksi, hingga pemasaran hasil pertanian,” ungkap Silfester Selu.

Aspirasi tersebut menjadi masukan penting dalam pengembangan program lanjutan, terutama dalam memperkuat sektor pertanian sebagai salah satu basis ekonomi masyarakat.

Pelaksanaan, Tantangan, dan Solusi
Kegiatan dilakukan melalui penyampaian materi, diskusi interaktif, serta pelatihan yang memberikan ruang bagi peserta untuk menggali berbagai persoalan dan peluang pengembangan ekonomi lokal. Peserta diberikan pemahaman mengenai pentingnya kelembagaan ekonomi produktif, pengembangan usaha berbasis potensi lokal, serta strategi peningkatan daya saing produk.

Dalam pelaksanaan kegiatan, salah satu tantangan yang ditemukan adalah masih terbatasnya kemampuan masyarakat dalam mengembangkan strategi usaha, terutama terkait pengelolaan produksi, pemasaran, dan perluasan akses pasar. Selain itu, sektor pertanian masih membutuhkan pendampingan teknis agar mampu menghasilkan produk yang lebih berkualitas dan bernilai ekonomi tinggi.
Sebagai solusi, tim pengabdian memberikan penguatan kapasitas melalui edukasi, diskusi, dan rencana pendampingan lanjutan yang melibatkan pemerintah kelurahan serta pihak terkait.

Rencana Tindak Lanjut

Sebagai tindak lanjut kegiatan, tim pengabdian UNDANA akan mendorong pelaksanaan pendampingan dan pembinaan berkelanjutan kepada pelaku UMKM lokal dalam mengembangkan potensi ekonomi desa.

Pendampingan akan diarahkan pada peningkatan kapasitas manajemen usaha, pengembangan produk berbasis potensi lokal, strategi pemasaran, serta penguatan kelembagaan ekonomi produktif. Selain itu, kolaborasi dengan pemerintah kelurahan dan masyarakat akan terus dikembangkan, khususnya dalam memberikan pendampingan pada sektor pertanian agar mampu meningkatkan produktivitas, kualitas hasil, serta membuka peluang pemasaran yang lebih luas.

Dengan adanya keberlanjutan program ini, diharapkan Kelurahan Mangulewa mampu memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat dan menjadikan potensi lokal sebagai kekuatan ekonomi desa yang berkelanjutan.

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini didukung melalui Dana Pengabdian Internal Universitas Nusa Cendana (UNDANA) sebagai bentuk komitmen perguruan tinggi dalam melaksanakan tridarma perguruan tinggi, khususnya dalam pemberdayaan masyarakat dan pengembangan ekonomi berbasis potensi lokal.

 

Penulis: Irenius Putra Editor: Tim Editor Media

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *