Manggarai pena 1 ntt.com– Warga Kelurahan Reo benar-benar muak dengan kinerja PLN ULP Reo yang dinilai gagal total dalam memberikan pelayanan. Janji resmi soal pemadaman listrik hanya dari pukul 09.00 hingga 16.00 WITA pada Selasa (30/09/2025) ternyata hanyalah omong kosong. Fakta di lapangan, listrik baru menyala kembali pukul 23.30 WITA.Masyarakat pun geram. Bukan hanya soal jadwal pemadaman yang melenceng jauh, tapi juga akibat nyata yang ditanggung: makanan di kulkas basi, usaha kecil merugi, aktivitas rumah tangga dan pendidikan anak-anak lumpuh. Semua dibiarkan begitu saja, seakan-akan rakyat tidak pernah dihargai.“Ini pelecehan terhadap warga Reo. Kami butuh kepastian, bukan janji palsu!” teriak salah satu warga dengan nada marah.Warga mendesak keras agar Kepala ULP PLN Reo segera dicopot dari jabatannya. Mereka menilai pimpinan yang tidak mampu mengelola pelayanan dasar seperti listrik hanyalah beban bagi masyarakat.Ironisnya, PLN selalu bersembunyi di balik alasan klasik: *perbaikan jaringan*. Namun hingga kini, tidak pernah ada transparansi, tidak ada solusi nyata, hanya pengulangan kesalahan yang sama.Sebagai BUMN yang seharusnya melayani rakyat, PLN justru menunjukkan wajah arogan dan gagal. “Kami bayar listrik, tapi yang kami dapat hanya gelap gulita dan kekecewaan,” tambah warga lainnya.Jika kondisi ini terus dibiarkan, kemarahan rakyat bisa berubah menjadi gelombang penolakan besar-besaran terhadap PLN. Bagi warga Reo, cukup sudah dibodohi. PLN ULP Reo telah kehilangan wibawa, kehilangan kepercayaan, dan kehilangan hati rakyat. Manggarai pena 1 ntt.com– Warga Kelurahan Reo benar-benar muak dengan kinerja PLN ULP Reo yang dinilai gagal total dalam memberikan pelayanan. Janji resmi soal pemadaman listrik hanya dari pukul 09.00 hingga 16.00 WITA pada Selasa (30/09/2025) ternyata hanyalah omong kosong. Fakta di lapangan, listrik baru menyala kembali pukul 23.30 WITA.Masyarakat pun geram. Bukan hanya soal jadwal pemadaman yang melenceng jauh, tapi juga akibat nyata yang ditanggung: makanan di kulkas basi, usaha kecil merugi, aktivitas rumah tangga dan pendidikan anak-anak lumpuh. Semua dibiarkan begitu saja, seakan-akan rakyat tidak pernah dihargai.“Ini pelecehan terhadap warga Reo. Kami butuh kepastian, bukan janji palsu!” teriak salah satu warga dengan nada marah.Warga mendesak keras agar Kepala ULP PLN Reo segera dicopot dari jabatannya. Mereka menilai pimpinan yang tidak mampu mengelola pelayanan dasar seperti listrik hanyalah beban bagi masyarakat.Ironisnya, PLN selalu bersembunyi di balik alasan klasik: *perbaikan jaringan*. Namun hingga kini, tidak pernah ada transparansi, tidak ada solusi nyata, hanya pengulangan kesalahan yang sama.Sebagai BUMN yang seharusnya melayani rakyat, PLN justru menunjukkan wajah arogan dan gagal. “Kami bayar listrik, tapi yang kami dapat hanya gelap gulita dan kekecewaan,” tambah warga lainnya.Jika kondisi ini terus dibiarkan, kemarahan rakyat bisa berubah menjadi gelombang penolakan besar-besaran terhadap PLN. Bagi warga Reo, cukup sudah dibodohi. PLN ULP Reo telah kehilangan wibawa, kehilangan kepercayaan, dan kehilangan hati rakyat.
Warga Reo Desak Perbaikan Layanan PLN ULP
Rekomendasi untuk kamu

MANGGARAI, PENA1NTT.COM — Keluhan warga terdampak gempa di Nanga Banda, Kelurahan Baru, Kecamatan Reok, Kabupaten…

KUPANG, PENA1NTT.COM — Anggota DPRD Nusa Tenggara Timur (NTT) Junaidin Mahasan mempertanyakan secara serius percepatan…

MANGGARAI BARAT, PENA1NTT.COM — Aktivis Kabupaten Manggarai, Doni Parera, mengecam dugaan penganiayaan terhadap seorang warga…

Berdasarkan data akumulasi dari Kementerian Kesehatan per awal September 2026, total korban keracunan MBG telah mencapai 50.059 anak yang tersebar di 36 provinsi.









