Belajar Sambil Bermain, Relawan Taruna Merah Putih Pulihkan Mental Anak Penyintas Gempa Flores

MANGGARAI, PENA1NTT.COM — Bencana gempa bumi yang melanda wilayah Flores menyisakan trauma mendalam bagi masyarakat, khususnya anak-anak di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Guna memulihkan kondisi emosional penyintas bencana tersebut, Tim Relawan Taruna Merah Putih (TMP) menggelar kegiatan trauma healing di SDI Robo, Desa Ranaka, Kecamatan Wae Ri’i, Kabupaten Manggarai.

Pascabencana, kondisi psikologis para siswa dilaporkan belum sepenuhnya pulih. Mereka masih kerap merasa cemas, takut, dan gelisah setiap kali merasakan getaran atau gempa susulan.

Merespons situasi tersebut, Koordinator Umum Volunteer, Bertiana Stasia Jemina, menekankan pentingnya perhatian khusus pada pemulihan mental anak-anak pascabencana.

Menurutnya, pemulihan emosional melebihi sekadar pemberian bantuan fisik dan logistik.

“Pendampingan psikologis sangat krusial agar masa depan pendidikan anak-anak tidak terganggu oleh trauma berkepanjangan,” ungkap Bertiana kepada media ini, Minggu (20/09/2026).

Atas dasar itu, tim relawan TMP menghadirkan program pendampingan yang berfokus pada tiga hal utama.

Langkah pertama diawali dengan menciptakan suasana belajar yang aman dan menyenangkan di lingkungan tenda darurat.

Area kelas darurat ditata sedemikian rupa agar ramah anak serta mampu menghilangkan kesan mencekam akibat bencana.

Langkah kedua berlanjut pada aktivitas mengajak para siswa bermain dan bernyanyi sambil belajar.

Melalui gim kelompok dan lagu-lagu edukatif, materi pendampingan disampaikan secara ceria untuk mengalihkan rasa cemas murid.

Langkah ketiga berfokus pada pemberian ruang terbuka bagi anak-anak untuk menceritakan perasaan serta pengalaman trauma yang mereka alami.

Tim relawan secara persuasif mendengarkan setiap keluh kesah para siswa agar beban emosional yang terpendam dapat terlepaskan.

“Kehadiran para relawan dimaksudkan untuk membawa energi positif dan keceriaan, sekaligus memberikan rasa aman secara bertahap kepada para peserta didik,” tambahnya.

Pendekatan berbasis permainan interaktif tersebut mendapat apresiasi dari pihak sekolah.

Kepala Sekolah SDI Robo, Selviani Diata Sar, menilai keberadaan relawan TMP sangat membantu proses pemulihan emosional para peserta didik.

Metode belajar sambil bermain yang diterapkan terbukti membuat para murid merasa senang dan gembira. Selain itu, cara ini efektif meningkatkan kebersamaan serta mempererat komunikasi antarsiswa.

“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas kehadiran para relawan yang telah membawa kembali senyum anak-anak didik kami. Bantuan pemulihan psikologis seperti inilah yang sangat kami butuhkan saat ini agar mental murid-murid kembali bangkit dan tidak terus terbayang ketakutan,” tutur Selviani.

Lebih lanjut, Selviani menjelaskan bahwa melalui permainan interaktif, anak-anak dapat mengekspresikan perasaan mereka secara bebas.

Hal itu membuat rasa takut, cemas, dan trauma pascagempa perlahan-lahan mulai terkikis. Perubahan emosional tersebut dirasakan langsung oleh para siswa.

“Sebelum kegiatan, sebagian besar siswa mengaku bersedih karena rumah mereka mengalami kerusakan akibat gempa. Namun, usai mengikuti rangkaian trauma healing dan bermain bersama relawan, keceriaan kembali terpancar dari wajah anak-anak,” ungkapnya.

Melalui aksi sosial ini, Taruna Merah Putih berharap pendampingan tersebut menjadi titik awal untuk memulihkan semangat belajar anak-anak penyintas gempa di provinsi NTT.

Penulis: Nana Patris AgatEditor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *