MANGGARAI TIMUR, PENA1NTT.COM — Gua Maria Simpang Enam di Desa Nangalanang, Kecamatan Rana Mese, Kabupaten Manggarai Timur, resmi diberkati dan diresmikan pada Sabtu, 19 September 2026.
Peresmian Gua Maria yang mulai dibangun sejak 2024 itu dipimpin langsung oleh Pater Vikjen Keuskupan Ruteng dan dihadiri sejumlah imam serta umat dari wilayah Pusat Paroki Bunda Maria dari Fatima Nangalanang.
Hadir dalam perayaan tersebut Romo Simon selaku Romo Vikep Kevikepan Borong, Romo Vesto, serta Pater Encik yang merupakan pastor kapelan.

Peresmian Gua Maria Simpang Enam juga berlangsung dalam suasana penuh sukacita karena bertepatan dengan hari ulang tahun Pater Encik. Sementara itu, Minggu, 20 September 2026, bertepatan dengan hari ulang tahun kelahiran Romo Faustus Manuel, Pr, selaku Pastor Paroki Bunda Maria dari Fatima Nangalanang.
Rangkaian peresmian diawali dengan penjemputan Patung Bunda Maria yang diantar dari Stasi Fransiskus Asisi Lempe, Desa Satar Lenda.
Patung tersebut kemudian dijemput di Simpang Empat Beakawu, Desa Bea Ngencung, Kecamatan Rana Mese, oleh seluruh umat di wilayah Pusat Paroki yang terdiri dari empat wilayah.

Dalam prosesi tersebut, dilakukan ritual adat kepok podo oleh Leonardus Nekong dan kepok curu oleh Paulus Ontam.
Prosesi penjemputan kemudian dilanjutkan dengan tarian tiba meka sebagai bentuk penghormatan dan penyambutan terhadap Patung Bunda Maria.
Dari Simpang Empat Beakawu, Patung Bunda Maria kemudian diarak menuju Gua Maria dari Fatima Simpang Enam Nangalanang untuk ditahtakan.
Sesampainya di lokasi gua, rangkaian acara dilanjutkan dengan prosesi adat kepok kapu yang dilakukan oleh Simon Monggor.

Setelah prosesi adat selesai, Patung Bunda Maria ditahtakan di dalam Gua Maria. Rangkaian tersebut kemudian dilanjutkan dengan Perayaan Ekaristi dalam rangka peresmian Gua Maria yang dipimpin langsung oleh Pater Vikjen Keuskupan Ruteng bersama tiga imam lainnya, yakni Romo Simon, Romo Vesto, dan Pater Encik.
Keberadaan Gua Maria Simpang Enam tidak hanya dimaksudkan sebagai tempat ibadah bagi umat Katolik, tetapi juga direncanakan menjadi ruang doa yang terbuka bagi masyarakat umum serta salah satu tujuan wisata rohani di wilayah Nangalanang.
Keunikan lain dari lokasi tersebut adalah posisi Patung Bunda Maria yang menghadap ke arah laut pantai selatan, khususnya kawasan Pantai Nangalanang.
Dari lokasi Gua Maria, pengunjung juga dapat menikmati panorama Pantai Nangalanang dan bentang alam pesisir selatan Manggarai Timur.
Dengan perpaduan antara nilai spiritual, tradisi adat, dan panorama alam, Gua Maria Simpang Enam diharapkan menjadi ruang bagi umat dan masyarakat untuk berdoa sekaligus menikmati keindahan alam Nangalanang.
Peresmian tersebut sekaligus menandai hadirnya satu ruang spiritual baru di wilayah Pusat Paroki Bunda Maria dari Fatima Nangalanang yang dibangun melalui proses sejak 2024 hingga akhirnya dapat digunakan dan terbuka bagi umat maupun masyarakat luas.













