JANGAN BAWA NAMA LSM UNTUK KEPENTINGAN PRIBADI; WARGA SATAR PUNDA SOROTI PENYALURAN BANTUAN

JANGAN BAWA NAMA LSM UNTUK KEPENTINGAN PRIBADI; WARGA SATAR PUNDA SOROTI PENYALURAN BANTUAN (Illustrasi Ninonk)

Manggarai Timur-Pena1-Ntt.com– Masyarakat Desa Satar Punda, Kecamatan Lamba Leda utara, Kabupaten Manggarai Timur mengaku bingung dengan mekanisme penyaluran bantuan pasca gempa Flores.

Kebingungan muncul karena bantuan yang awalnya disebut berasal dari Angkatan Laut namun saat pembagian justru mengatasnamakan LSM

Salah satu warga Satar Punda, Ninonk, yang juga relawan kemanusiaan, dengan tegas menyampaikan kekecewaannya.

“Katanya bantuan dari Angkatan Laut, tapi pas dibagi bilangnya dari LSM. Kami jadi bingung. Tolong jangan bawa-bawa nama LSM untuk kepentingan pribadi. Kalau memang bantuan dari Angkatan Laut ya bilang dari Angkatan Laut. Kalau dari LSM ya bilang dari LSM. Harus jujur dan transparan,” tegas Ninonk.

Salah satu pengurus membenarkan adanya bantuan dari Angkatan Laut. Namun menurutnya, pihak LSM-lah yang memperjuangkan bantuan tersebut hingga bisa sampai ke warga.

Ninonk pun meminta kejelasan terkait nama LSM yang dimaksud. Namun hingga saat ini belum ada penjelasan.

Menurut Ninonk, hal ini merupakan bentuk pembodohan publik. Ia menilai kerja LSM tidak semurah itu dan tidak benar jika sampai “berebut-rebut” mengklaim bantuan.

“Saya sebagai relawan kemanusiaan tidak membenarkan cara kerja LSM yang murahan seperti itu,” ujar Ninonk.

Ninonk juga berharap ke depan setiap penyaluran bantuan disampaikan secara jelas, terbuka, dan sesuai dengan sumber aslinya.

Mereka tidak ingin situasi bencana dimanfaatkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

“Kami terdampak gempa sudah susah. Jangan sampai bantuan yang datang malah bikin kami tambah bingung karena tidak jelas asalnya,” tambah Ninonk.

Hingga berita ini diturunkan, masyarakat Satar Punda berharap ada koordinasi yang lebih baik antara pemerintah, TNI, dan perangkat desa agar bantuan tepat sasaran dan tidak menimbulkan kegaduhan.

 

Penulis: NinonkEditor: Irenius Putra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *