Berita  

HUNTARA PENYINTAS GEMPA DI RONTING AMBRUK, WARGA DESAK PEMERINTAH KLARIFIKASI

Hunian Sementara (Huntara) bagi penyintas gempa di Kampung Ronting, Desa Satar Kampas, Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur, Di Laporan Roboh

MANGGARAI TIMUR, PENA1NTT.COM – Hunian Sementara (Huntara) bagi penyintas gempa di Kampung Ronting, Desa Satar Kampas, Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur, dilaporkan roboh setelah diguncang gempa berkekuatan 5,3 magnitudo.

Bangunan tersebut disebut warga baru selesai dibangun dan belum lama hendak digunakan. Kerusakan yang terjadi memicu pertanyaan mengenai konstruksi bangunan dan keamanan Huntara bagi para penyintas gempa.

Dalam sebuah video yang beredar, seorang warga menunjukkan kondisi bangunan yang roboh dan meminta Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur melakukan pemeriksaan langsung ke lokasi.

Warga juga mempertanyakan kondisi pondasi bangunan dan menduga kualitas campuran material tidak sesuai dengan standar.

Namun, Kepala Desa Satar Kampas, Ajidin Jafar, memberikan klarifikasi berbeda mengenai penyebab robohnya bangunan tersebut.

Menurut Ajidin, bagian pondasi yang terlihat dalam video tersebut bukan dibuat oleh pelaksana pembangunan Huntara, melainkan dikerjakan sendiri oleh pemilik rumah.

“Fondasinya mereka buat sendiri, yang pemilik rumah itu. Dibuat dari batako, baru tidak ada silangkah,” jelas Ajidin.

Ia menjelaskan, bangunan tersebut sebelumnya merupakan rumah warga yang mengalami kerusakan akibat gempa. Dalam proses pembangunan Huntara, menurut Ajidin, terdapat mekanisme berbeda dengan bangunan yang berdiri di atas lahan kosong.

Ajidin mengatakan Huntara yang dibangun oleh pelaksana tidak menggunakan pondasi sebagaimana yang dibuat sendiri oleh pemilik rumah tersebut.

“Kalau untuk Huntara itu tidak ada pondasinya, tapi langsung slof,” katanya.

Menurut dia, Huntara diprioritaskan dibangun di atas bangunan yang sebelumnya rusak akibat gempa, setelah lokasi tersebut dibersihkan dan dinilai siap digunakan.

Namun, menurut Ajidin, rumah yang terekam dalam video tersebut belum selesai dibersihkan sehingga kondisi bangunan lama masih menjadi bagian dari lokasi pembangunan.

“Diprioritaskan berdiri di atas bangunan yang sudah rusak itu, yang sudah kasih bersih. Tapi rumah yang di video itu belum kasih bersih, rumahnya masih gantung,” jelasnya.

BAJA RINGAN DISEBUT BELUM TERKUNCI

Ajidin juga menjelaskan bahwa robohnya bagian rangka baja ringan dalam video tersebut menurutnya berkaitan dengan kondisi pemasangan pada bagian bawah.

Ia menyebut rangka baja ringan tersebut belum dikunci atau diikat pada bagian bawah karena pekerjaan belum sepenuhnya selesai.

“Jadi roboh itu pondasinya jatuh, baja ringan ikut jatuh karena belum dikancing di bawahnya,” ujar Ajidin.

Klarifikasi tersebut sekaligus membantah anggapan bahwa robohnya bangunan secara otomatis menunjukkan kegagalan konstruksi Huntara yang dikerjakan oleh pelaksana proyek.

Meski demikian, kondisi bangunan yang roboh tetap membutuhkan pemeriksaan teknis untuk memastikan penyebab sebenarnya.

Sebab, klaim mengenai kualitas material, metode pemasangan, maupun penyebab kerusakan tidak dapat dipastikan hanya berdasarkan rekaman video maupun keterangan sepihak.

WARGA TETAP MINTA VERIFIKASI

Sebelumnya, warga meminta pemerintah daerah turun langsung memeriksa kondisi Huntara di Kampung Ronting.

Warga mempertanyakan keamanan bangunan yang akan digunakan oleh penyintas gempa, terutama setelah salah satu bangunan roboh sebelum ditempati.

Mereka juga meminta pemerintah memeriksa proses pembangunan, spesifikasi teknis, material yang digunakan serta metode pemasangan Huntara.

Di sisi lain, penjelasan Kepala Desa Ajidin Jafar menunjukkan bahwa bangunan yang roboh dalam video memiliki kondisi khusus, terutama karena pondasinya disebut dibuat sendiri oleh pemilik rumah dan bukan bagian dari pekerjaan pelaksana Huntara.

Karena terdapat perbedaan keterangan antara warga dan pemerintah desa, pemeriksaan teknis di lapangan menjadi penting untuk memastikan apakah kerusakan tersebut berkaitan dengan struktur Huntara, pondasi bangunan lama, metode pemasangan, atau kombinasi dari beberapa faktor.

PENA1NTT.COM masih mengupayakan konfirmasi kepada pihak pelaksana pembangunan Huntara serta Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur terkait standar teknis, spesifikasi pekerjaan dan penyebab robohnya bangunan tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *