Oleh: Rosalia Gajung PENA1NTT.COM– Jika kita melihat wajah pendidikan hari ini, sulit untuk menampik satu…
Opini
Bullying Bukan Candaan: Toleransi sebagai Penawar di Ruang Akademik
Oleh: Patricia Aprilia Kono PENA1NTT.COM–Bullying sering dianggap hal sepele-“cuma bercanda”, “biar kuat mental”—padahal dampaknya bisa…
Setia Itu Pilihan, Melukai Juga Pilihan: Refleksi dari Kasus Kekerasan Seksual
Oleh: Veronika Hildegardis Onawara (Mahasiswa Universitas Nusa Cendana Kupang) PENA1NTT.COM – Selama ini, ungkapan “setia…
PEMBASMIAN IKAN SAPU-SAPU: SOLUSI STRATEGIS ATAU ILUSI KEBIJAKAN?
Oleh: Afliani Bunga Pampung PENA1NTT.COM – Ikan sapu-sapu (Hypostomus plecostomus) bukan bagian dari ekosistem asli…
AI dan Tantangan Baru Dunia Pendidikan: Antara Kemudahan dan Ketergantungan
Oleh: Yustina Sati …
Menjadi Nahkoda di Era Digital: Kendali Remaja atas Candu Layar
menjadi-nahkoda-di-era-digital-kendali-remaja-atas-candu-layar-//
Polemik TPA Poco: Pekerjaan Rumah yang Belum Selesai
Penulis: Fransiskus Arto Ganggur (Aktivis GmnI Cabang Manggarai)
Fenomenologi Kampus: Antara Ruang Intelektual atau Arena Peragaan Busana
Kampus perlahan berubah menjadi panggung narsisme, tempat di mana sebagian mahasiswa lebih sibuk mempertontonkan tubuh dan gaya berpakaian daripada mengasah daya pikir.
Menakar Asa di Tanah Nucalale, Mengapa Kita Masih Tertinggal?
Menakar-Asa-di-Tanah- Nucalale-Mengapa-Kita-Masih-Tertinggal?-//
Menimbang Ulang Normalisasi Hubungan Kaum Muda di Tanah Nucalale
Menimbang-Ulang- Normalisasi-Hubungan-Kaum- Muda-di-Tanah-Nucalale-//
Tidak Ada Postingan Lagi.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.

