MANGGARAI, PENA1NTT.COM — Akses jalan yang rusak dan tidak dapat dilalui kendaraan tak menyurutkan langkah Orang Muda Katolik (OMK) Paroki Kajong, Keuskupan Ruteng untuk mengulurkan tangan bagi warga terdampak gempa bumi di Flores.
Para pemuda ini rela menempuh perjalanan kaki sejauh 3 kilometer sambil memikul bantuan logistik menuju lokasi penampungan penyintas di wilayah pedalaman Kecamatan Reok Barat, Kabupaten Manggarai.
Kondisi jalur yang ekstrim memaksa rombongan menembus medan yang berat dengan beban bantuan di pundak mereka.
Langkah ini diambil agar pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat yang terisolasi akibat bencana tetap dapat tersalurkan secara cepat dan merata.
Selain berfokus pada distribusi logistik fisik, OMK Kajong juga memberikan pendampingan moral melalui kegiatan trauma healing.
Program ini dihadirkan khusus untuk anak-anak di lokasi bencana guna membantu mengikis rasa takut serta mengembalikan keceriaan mereka pascamusibah.

Solidaritas dan Pastoral Umat
Pastor Paroki Kajong, Romo Bernad Palus, menyampaikan apresiasi mendalam atas dedikasi dan semangat pelayanan yang ditunjukkan oleh kaum muda di wilayahnya.
Ia menilai aksi cepat tanggap yang dilakukan OMK Kajong merupakan bentuk konkret dari keterpanggilan iman dalam menjawab penderitaan sesama.
“Saya bangga dan terharu melihat semangat anak-anak OMK. Mereka tidak sekadar membawa bantuan fisik, tetapi sungguh menyalurkan kasih dan empati di tengah kondisi yang serba terbatas,” ujar Romo Bernad.
Romo Bernad menambahkan bahwa kondisi jalan yang rusak tidak boleh menjadi penghalang untuk mengalirkan kebaikan dan kepedulian.
Menurutnya, perjuangan berjalan kaki memikul beban logistik hingga pendampingan trauma healing bagi anak-anak merupakan wujud nyata kehadiran gereja di tengah masyarakat yang sedang tertimpa musibah.
“Kaki yang melangkah dan pundak yang memikul beban bantuan itu adalah bukti bahwa Gereja hadir dan berjalan bersama umat yang sedang berduka. Kita berharap senyum anak-anak dan beban warga bisa sedikit terobati,” pungkasnya.
Aksi kepedulian sosial dan pendampingan psikososial ini diharapkan mampu meringankan beban para penyintas sekaligus menjadi pemantik rasa solidaritas bersama di tengah masa pemulihan bencana gempa Flores.













