MANGGARAI TIMUR, PENA1NTT.COM — Sebelas hari setelah gempa bumi mengguncang Flores pada 15 Agustus 2026, trauma dan duka masih dirasakan masyarakat di sejumlah wilayah Kabupaten Manggarai Timur.
Pada Rabu (26/8/2026), Wakil Bupati Manggarai Timur, Tarsisius Syukur, turun langsung menemui warga terdampak di Desa Lembur, Desa Mbengan, dan Desa Rana Kolong, Kecamatan Kota Komba.

Kehadiran orang nomor dua di Kabupaten Manggarai Timur itu disambut suasana haru. Di tengah warga yang masih bertahan di lokasi pengungsian, Tarsisius menyampaikan permohonan maaf karena baru dapat hadir secara langsung setelah bencana melanda.
“Mohon maaf yang sebesar-besarnya baru bisa menyapa Bapak, Ibu, dan anak-anak sekalian hari ini. Langkah kami baru sampai di sini karena beberapa hari terakhir kami harus membagi tugas mengunjungi saudara-saudara kita di wilayah lain di Manggarai Timur yang juga mengalami musibah serupa,” ujar Tarsisius di hadapan warga.
Kunjungan tersebut dilakukan bersama tim gabungan lintas sektor, di antaranya BPBD, Dinas PMD, Kesbangpol, Dinas Peternakan, Dinas PPO, Satpol PP, serta jajaran pemerintah kecamatan.
Selain memantau kondisi warga, rombongan Pemkab Manggarai Timur juga membawa bantuan logistik darurat berupa paket sembako untuk masyarakat terdampak.
Peluk Anak-Anak Korban Gempa
Di tengah kunjungan, perhatian Tarsisius tertuju kepada anak-anak yang ikut berada di lokasi pengungsian.
Ia menyapa, memeluk, dan mengusap kepala sejumlah anak korban gempa. Momen tersebut menjadi salah satu bagian paling emosional dalam kunjungannya.
Tarsisius juga meminta para orang tua untuk memberikan perhatian khusus terhadap kondisi anak-anak, terutama dari sisi kesehatan, gizi, dan psikologis.
Ia mengingatkan agar anak-anak untuk sementara tidak bermain di dalam rumah yang mengalami kerusakan, mengingat masih adanya potensi bahaya akibat gempa susulan maupun runtuhan bangunan.
“Tolong jagakan anak-anak kita dengan baik. Perhatikan gizi dan psikologis mereka di masa sulit ini. Mereka adalah benteng harapan kita, generasi penerus emas bangsa yang kelak akan membangkitkan kembali tanah Manggarai Timur ini,” pesannya.
Tiga Instruksi Penanganan Pascagempa
Dalam kunjungan tersebut, Wabup Tarsisius juga menegaskan pentingnya penanganan pascabencana yang cepat, tepat, dan merata.
Setidaknya ada tiga hal yang menjadi perhatian utama pemerintah daerah.
Pertama, pendataan menyeluruh. Pemerintah desa dan perangkat terkait diminta melakukan pendataan secara cepat dan akurat terhadap rumah warga, tempat ibadah, serta fasilitas umum yang mengalami kerusakan. Pendataan harus dilakukan secara menyeluruh agar tidak ada warga maupun fasilitas terdampak yang terlewat.
Kedua, skala prioritas. Penanganan medis dan psikologis harus mengutamakan kelompok rentan, terutama ibu hamil, lanjut usia, serta anak-anak.
Ketiga, penyaluran bantuan secara adil. Pemerintah memastikan distribusi bantuan logistik tidak hanya berhenti di titik-titik tertentu, tetapi benar-benar sampai kepada warga yang paling membutuhkan.
Bagi warga Desa Lembur, Desa Mbengan, dan Desa Rana Kolong, kehadiran langsung pemerintah di tengah situasi sulit tersebut menjadi bentuk dukungan moral sekaligus kepastian bahwa kondisi mereka tetap mendapat perhatian.
Sebelas hari pascagempa, proses pemulihan tentu belum selesai. Di balik rumah-rumah yang rusak dan trauma yang masih membekas, warga kini berharap bantuan, pendampingan, serta langkah pemulihan terus berlanjut hingga kehidupan mereka kembali normal.
Pemerintah pun dituntut tidak berhenti pada kunjungan dan penyaluran bantuan darurat, tetapi memastikan proses pendataan, pemulihan, dan penanganan kebutuhan warga terdampak berjalan secara berkelanjutan dan merata.













