10 Hari Pascabencana, Warga Satar Punda Belum Tersentuh Bantuan Pemerintah

MANGGARAI TIMUR, PENA1NTT.COM — Duka dan Nestapa pascagempa tektonik berkekuatan Magnitudo 7,7 yang mengguncang daratan Flores, provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) masih menyelimuti warga di pelosok pesisir utara Kabupaten Manggarai Timur.

Memasuki hari ke-10 pascabencana, keluhan mendasar mengenai lambannya distribusi bantuan logistik dan penanganan darurat dari pemerintah daerah mulai bermunculan.

Isolasi bantuan tersebut dirasakan langsung oleh warga di Kampung Tumbak, Desa Satar Punda, Kecamatan Lamba Leda Utara.

Hingga kini, warga di wilayah tersebut mengaku belum tersentuh perhatian maupun penyaluran bantuan resmi dari pihak berwenang sejak hari pertama bencana mengguncang.

Jeritan hati masyarakat setempat terekam dalam sebuah dokumentasi video berdurasi 1 menit 29 detik yang diterima redaksi pada Selasa (25/08/2026).

Dalam rekaman tersebut, puluhan warga yang didominasi perempuan, lansia, anak-anak, hingga balita tampak berkumpul di ruang terbuka dengan latar belakang tenda-tenda darurat berbahan terpal seadanya.

Kornelis Arman, salah seorang warga menyampaikan aspirasi dan membeberkan kondisi prihatin yang tengah membelit pemukiman mereka.

“Harapan kami dari masyarakat Tumbak kepada pemerintah, ini hari yang ke-10 pascabencana, selama ini kami tidak pernah diperhatikan oleh pemerintah,” tegas Kornelis.

Kornelis menjabarkan bahwa ketidakpastian kondisi di pengungsian semakin diperparah oleh kian menipisnya stok kebutuhan primer harian.

Warga terpaksa bertahan hidup dengan keterbatasan bahan pangan pokok seperti beras dan makanan, pasokan air minum bersih, sarana bernaung berupa terpal, selimut, serta tikar untuk alas tidur.

Kondisi makin mengkhawatirkan bagi kelompok rentan karena ketersediaan popok dan susu bayi di lokasi penampungan darurat tersebut sudah sangat terbatas.

“Dengan rendah hati kami mohon tolong bantulah kami, karena kami masih ada kekurangan makanan, beras, air minum, terpal, selimut, popok bayi, susu bayi, dan tikar. Tolong pemerintah perhatikan kami,” tutur Kornelis menyampaikan kepasrahan sekaligus harapan warga kepada pemerintah daerah maupun tim penanggulangan bencana.

Hingga berita ini diturunkan, redaksi belum mendapatkan konfirmasi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Manggarai Timur serta Pemerintah Kecamatan Lamba Leda Utara terkait peta jalur distribusi dan kendala teknis yang menyebabkan bantuan belum menjangkau wilayah tersebut.

Penulis: Nana Patris AgatEditor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *