Revitalisasi TKN Rana Mbeling di Atas Rp200 Juta, Harapan Baru bagi Generasi Kecil dan Warga Desa

Siswa dan siswi TKN Rana Mbeling, Kecamatan Kota Komba Utara

MANGGARAI TIMUR, PENA1NTT.COM – Harapan baru bagi pendidikan anak usia dini tumbuh di Desa Rana Mbeling, Kecamatan Kota Komba Utara, Kabupaten Manggarai Timur. TKN Rana Mbeling mendapat perhatian melalui Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun Anggaran 2026 dengan nilai pagu anggaran lebih dari Rp200 juta.

Program revitalisasi tersebut tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan, tetapi juga diharapkan memberi dampak sosial dan ekonomi bagi masyarakat setempat.

Pelaksanaan revitalisasi dilakukan melalui mekanisme swakelola murni dengan mengutamakan keterlibatan tenaga kerja dari masyarakat Desa Rana Mbeling.

Dengan mekanisme tersebut, manfaat program tidak hanya dirasakan oleh peserta didik dan tenaga pendidik. Warga setempat juga mendapat kesempatan untuk terlibat langsung dalam proses pembangunan.

Kepala TKN Rana Mbeling, Edita Erna Wati Tabana (Foto: Nal)

Kepala TKN Rana Mbeling, Edita Erna Wati Tabana, mengatakan pihak sekolah berkomitmen agar pelaksanaan revitalisasi berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.

“Kami mengutamakan masyarakat lokal untuk terlibat dalam pekerjaan ini. Harapannya, pembangunan sekolah ini bukan hanya memberikan tempat belajar yang lebih baik bagi anak-anak, tetapi juga membawa manfaat bagi masyarakat Desa Rana Mbeling,” ujar Edita.

Menurutnya, keterlibatan masyarakat dalam pembangunan sekolah merupakan bagian dari semangat gotong royong. Sekolah, kata dia, tidak dapat dipisahkan dari kehidupan masyarakat karena lembaga pendidikan merupakan bagian penting dari masa depan desa.

Dari Tangan Warga, untuk Masa Depan Anak-Anak

Bagi masyarakat Rana Mbeling, keberadaan TKN bukan sekadar persoalan gedung dan fasilitas pendidikan. Sekolah tersebut menjadi ruang pertama bagi anak-anak untuk mengenal huruf, angka, persahabatan, keberanian, serta nilai-nilai kebangsaan.

Semangat tersebut juga dituangkan para guru TKN Rana Mbeling melalui sebuah karya puisi berjudul “Merdeka dari PAUD”.

Puisi tersebut menggambarkan dunia anak-anak yang sederhana, tetapi menyimpan mimpi besar tentang masa depan bangsa.

Melalui pendidikan usia dini, anak-anak mulai diperkenalkan dengan nilai kebersamaan, keberanian untuk bermimpi, serta kecintaan terhadap Indonesia.

Pesan tersebut menjadi semakin relevan di tengah pelaksanaan revitalisasi sekolah. Sebab, pembangunan fasilitas pendidikan pada akhirnya bukan hanya berbicara mengenai bangunan fisik, tetapi juga tentang menciptakan ruang yang layak bagi anak-anak untuk belajar dan berkembang.

Revitalisasi TKN Rana Mbeling diharapkan dapat memberikan lingkungan belajar yang lebih aman, nyaman, dan mendukung proses pendidikan anak usia dini.

Fasilitas yang lebih baik juga akan membantu para guru dalam menjalankan proses pembelajaran sekaligus memberikan pengalaman belajar yang lebih menyenangkan bagi peserta didik.

Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat

Bagi warga Desa Rana Mbeling, pelaksanaan revitalisasi sekolah menjadi kabar yang menggembirakan. Selain memperbaiki fasilitas pendidikan, keterlibatan masyarakat dalam pekerjaan pembangunan membuat program tersebut memiliki manfaat langsung bagi warga.

Model swakelola yang mengutamakan tenaga kerja lokal juga memperkuat semangat bahwa pembangunan fasilitas publik dapat berjalan beriringan dengan pemberdayaan masyarakat.

Edita menyampaikan apresiasi kepada pemerintah atas perhatian terhadap pendidikan anak usia dini, khususnya melalui Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun Anggaran 2026.

Ia berharap dukungan terhadap TKN Rana Mbeling tidak berhenti pada pembangunan fisik, tetapi terus berlanjut melalui peningkatan kualitas pendidikan dan fasilitas sekolah.

“Anak-anak adalah masa depan kita. Dari tempat kecil seperti TKN Rana Mbeling inilah mereka mulai bermimpi. Karena itu, kami ingin memberikan yang terbaik agar mereka belajar dengan nyaman, berani bermimpi dan memiliki cita-cita untuk masa depan,” tuturnya.

Menurut Edita, pendidikan anak usia dini merupakan fondasi penting dalam membentuk karakter dan kemampuan anak sebelum mereka melanjutkan ke jenjang pendidikan berikutnya.

Karena itu, pembangunan dan peningkatan fasilitas PAUD harus dipandang sebagai bagian dari investasi jangka panjang untuk masa depan generasi bangsa.

Revitalisasi TKN Rana Mbeling diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah, sekolah, guru, orang tua, dan masyarakat dalam membangun pendidikan dari tingkat paling dasar.

Sebab, dari sebuah sekolah di Desa Rana Mbeling, mimpi besar anak-anak untuk meraih masa depan sedang mulai ditanamkan. Bukan sekadar membangun gedung, tetapi membangun ruang bagi anak-anak untuk belajar, bermimpi, dan tumbuh menjadi generasi penerus bangsa.

Penulis: Irenius Putra Editor: Tim Editor Media

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *