Elvis Jehama Temui Warga Terdampak, Cek Sumber Air hingga Perhatian Kelompok Rentan

Menyusuri Kampung Pascagempa, Elvis Jehama Temui Warga, Cek Sumber Air hingga Perhatikan Kelompok Rentan

MANGGARAI TIMUR, PENA1NTT.COM–Di tengah situasi pascagempa yang belum sepenuhnya pulih, perhatian terhadap warga tidak hanya menyangkut bantuan logistik. Kondisi kesehatan, kerusakan fasilitas dasar, hingga kelompok rentan juga menjadi persoalan yang perlu segera ditangani.

Hal itu terlihat dari langkah Anggota DPRD Dapil V Kota Komba-Kota Komba Utara, Kabupaten Manggarai Timur, Elvis Jehama, bergerak dari Kampung Rokat menuju sejumlah kampung untuk melihat langsung kondisi warga setelah gempa, pada yang Rabu (26/08/2026)

Dari Kampung Rokat, Elvis mendapat kabar bahwa seorang warga lanjut usia bernama Niko mengalami kecelakaan setelah jatuh dari pohon.

Bersama sejumlah relawan, Elvis kemudian bergerak menuju lokasi.

Setibanya di Kampung Rokat, ia mendapat informasi dari keluarga bahwa sebelumnya tenaga kesehatan dari UPTD Puskesmas Ketang telah memberikan pertolongan pertama kepada Niko.

Tenaga kesehatan tersebut diketahui sedang melaksanakan kegiatan Posyandu di Kampung Parang ketika mendapat informasi mengenai kecelakaan tersebut.

Elvis kemudian bertemu dengan keluarga korban.

Di tengah kondisi masyarakat yang masih menghadapi gempa susulan dan trauma, ia mengajak keluarga agar tetap kuat dan tidak larut dalam kepanikan.

“Kita harus belajar bersahabat dengan keadaan. Guncangan gempa susulan masih terus terjadi. Karena itu, kewaspadaan penting, tetapi kepanikan tidak boleh menguasai kita,” kata Elvis dalam pesannya kepada keluarga korban.

Menurut dia, situasi bencana membutuhkan ketenangan sekaligus kepedulian bersama.

“Kita harus tenang. Kita harus saling menjaga. Dan yang paling penting, jangan pernah merasa sendirian menghadapi bencana,” ujarnya.

Menyusuri Kerusakan Sumber Air

Dari Kampung Rokat, Elvis kemudian bergerak menuju Kampung Ndalir.

Di Dusun Ndalir, ia mendapat laporan mengenai kerusakan pada bak tangkapan air di Mata Air Wae Nggong, salah satu sumber air yang digunakan masyarakat.

Pasca gempa, bak tangkapan untuk penyadapan air bersih tersebut mengalami retak dan pecah. Kerusakan itu membuat aliran air tidak lagi berjalan menuju bak penampung yang berada di Kampung Ndey.

Persoalan tersebut kemudian mendorong warga untuk tidak menunggu.

Kepala Dusun, Ketua RT, bersama masyarakat melakukan bakti sosial dan bergotong royong memperbaiki bak tangkapan air di Mata Air Wae Nggong.

Bagi warga, sumber air merupakan kebutuhan mendasar yang tidak bisa ditunda, terlebih dalam situasi tanggap darurat pascagempa.

Elvis kemudian membawa persoalan tersebut ke pemerintah daerah.

Pada Kamis pagi, 27 Agustus, ia bertemu dengan Kepala Dinas PUPR Manggarai Timur bersama perencana teknis. Dalam pertemuan itu, Elvis melaporkan secara langsung kondisi darurat yang terjadi di Kampung Ndalir.

Laporan tersebut kemudian mendapat respons.

Kepala Dinas PUPR meminta perencana teknis untuk turun langsung ke lapangan pada Jumat, 28 Agustus, guna melakukan survei dan melihat kebutuhan teknis pengerjaan bak tangkapan di Mata Air Wae Nggong.

Langkah tersebut diharapkan dapat memastikan kerusakan fasilitas sumber air masyarakat ditangani berdasarkan kondisi dan kebutuhan teknis di lapangan.

Memberi Perhatian kepada Kelompok Rentan

Dari lokasi gotong royong di Ndalir, Elvis kemudian bergerak menuju Kampung Ketang.

Di sana, ia bertemu dengan keluarga besar dan masyarakat RT Ketang.

Dalam pertemuan tersebut, Elvis meminta agar ibu-ibu hamil serta para ibu yang memiliki bayi dan sedang menyusui dapat dihadirkan.

Menurut dia, kelompok tersebut membutuhkan perhatian khusus dalam situasi tanggap darurat.

Perhatian terhadap kelompok rentan menjadi penting karena kondisi pascabencana tidak hanya berkaitan dengan kerusakan rumah atau fasilitas umum. Kebutuhan kesehatan dan perlindungan bagi ibu hamil, bayi, serta ibu menyusui juga harus menjadi bagian dari respons kebencanaan.

Bagi Elvis, penanganan pascagempa tidak semestinya hanya menunggu bantuan datang. Pemerintah desa dan masyarakat juga dapat mengambil langkah-langkah sederhana berdasarkan kebutuhan yang ditemukan di wilayah masing-masing.

Ia berharap semangat gotong royong seperti yang dilakukan masyarakat Ndalir dapat dilakukan di tempat lain di Manggarai Timur.

“Semoga di tempat-tempat lain di Manggarai Timur, hal yang sama juga dapat dilakukan oleh pemerintah desa bersama warga,” katanya.

Ia menilai, keterlibatan masyarakat menjadi penting agar warga tidak terus-menerus berada dalam bayang-bayang ketakutan setelah gempa.

“Dengan demikian, kita tidak larut dalam rasa trauma yang berlebihan dalam menghadapi ujian dampak gempa bumi yang telah mengguncang batin dan pikiran kita semua,” ujar Elvis.

Di tengah situasi tanggap darurat, perjalanan Elvis dari Rokat, Ndalir hingga Ketang memperlihatkan bahwa kebutuhan warga pascabencana tidak selalu hadir dalam bentuk yang sama.

Ada warga yang membutuhkan pertolongan kesehatan. Ada sumber air yang harus segera diperbaiki. Ada pula ibu hamil, bayi, dan ibu menyusui yang membutuhkan perhatian lebih. Dan di antara berbagai kebutuhan itu, satu hal tetap menjadi penting: memastikan warga mengetahui bahwa mereka tidak menghadapi situasi tersebut seorang diri.

 

Penulis: Irenius Putra Editor: Tim Editor Media

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *