Buntut Teror “Keluarga Akan Bertindak”, Warga Satar Punda Barat Desak PNM Pecat Oknum Jika Terbukti Intimidasi

Buntut Teror “Keluarga Akan Bertindak”, Warga Satar Punda Barat Desak PNM Pecat Oknum Jika Terbukti Intimidasi (PENA1NTT.COM)

MANGGARAI TIMUR, PENA1NTT.COM — Polemik penagihan PNM Mekaar terhadap sejumlah ibu rumah tangga di Gongger, Desa Satar Punda Barat, Kecamatan Lamba Leda Timur, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), memasuki babak baru.

Setelah pemberitaan mengenai lima ibu rumah tangga yang ditagih di bawah pohon viral di media sosial, muncul dugaan pesan bernada intimidasi melalui WhatsApp yang diterima pihak yang berkaitan dengan video tersebut.

Dalam pesan yang diterima redaksi PENA1NTT.COM, terdapat kalimat, “Mendingan hapus itu Vidio sebelum keluarga sya bertindak” dan “Mau tau saya punya layar belakang keluarga ka jangan coba2.”

Pesan tersebut kini menjadi perhatian warga Gongger.

Warga mendesak pimpinan PNM, baik di tingkat pusat maupun Cabang Reo, untuk melakukan pemeriksaan internal guna memastikan siapa pengirim pesan tersebut dan apakah memiliki hubungan dengan petugas PNM Mekaar.

“Kalau terbukti yang melakukan teror ini adalah pegawai PNM, kami mendesak supaya segera diberikan sanksi tegas, bahkan diberhentikan,” tegas salah seorang tokoh warga Gongger kepada PENA1NTT.COM, Rabu (23/9/2026).

Menurut warga, persoalan tersebut tidak boleh dianggap sebagai persoalan pribadi apabila pengirim pesan terbukti merupakan bagian dari PNM dan pesan tersebut berkaitan dengan aktivitas penagihan.

Warga Soroti Dugaan Intimidasi

Warga menyebut sedikitnya ada tiga hal yang perlu diperiksa PNM.

Pertama, dugaan penggunaan ancaman atau tekanan dinilai dapat merusak kepercayaan masyarakat terhadap program PNM Mekaar yang selama ini menyasar kelompok perempuan pelaku usaha mikro.

“PNM hadir untuk membina mama-mama agar bisa berdaya secara ekonomi. Kalau ada oknum yang justru membuat warga takut dengan membawa-bawa keluarga, itu harus diperiksa,” kata warga tersebut.

Kedua, warga meminta PNM memastikan seluruh proses penagihan telah dilakukan sesuai ketentuan perlindungan konsumen dan prosedur internal perusahaan.

Ketiga, warga meminta dugaan pesan bernada ancaman tersebut tidak berhenti pada pemeriksaan internal apabila kemudian ditemukan indikasi pelanggaran hukum.

Warga menilai kalimat yang dikirim melalui WhatsApp tersebut perlu diperiksa secara objektif untuk menentukan apakah memenuhi unsur pelanggaran hukum atau tidak.

Kondisi Ekonomi Warga Terdampak Gempa

Persoalan ini juga tidak dapat dilepaskan dari kondisi ekonomi warga Gongger setelah gempa yang mengguncang wilayah Flores pada Agustus 2026.

Sejumlah warga mengaku mengalami kesulitan ekonomi. Aktivitas pekerjaan terganggu, sementara sebagian suami disebut kembali ke kampung karena kehilangan atau berkurangnya pekerjaan.

“Kami ini hanya mama-mama kampung. Ekonomi kami hancur karena gempa. Suami juga pulang karena tidak ada kerja. Kami sudah bilang mampu bayar tanggal 10. Kami butuh pembina, bukan orang yang membuat kami takut,” ujar seorang warga.

Bagi warga, persoalan pembayaran kewajiban tetap harus diselesaikan. Namun, cara penagihan juga dinilai harus memperhatikan kondisi masyarakat yang sedang menghadapi dampak bencana.

Bukti Disimpan Redaksi

PENA1NTT.COM menyatakan telah menerima dan menyimpan sejumlah bukti terkait peristiwa tersebut.

Bukti yang diterima redaksi antara lain video pertemuan berdurasi sekitar 3 menit 31 detik, rekaman layar berdurasi sekitar 4 menit 52 detik, serta tangkapan layar percakapan WhatsApp yang berisi lima bubble pesan pada sekitar pukul 20.20 WITA.

Untuk kepentingan pemberitaan dan perlindungan data pribadi, identitas dalam tangkapan layar yang dipublikasikan telah disamarkan.

Adapun bukti asli disimpan oleh redaksi dan dapat diserahkan kepada pihak berwenang atau lembaga terkait apabila diperlukan untuk kepentingan pemeriksaan.

Redaksi juga berencana menyampaikan bukti tersebut kepada pihak manajemen PNM, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di wilayah NTT, dan apabila terdapat indikasi tindak pidana, kepada aparat penegak hukum.

PNM Diberi Ruang Klarifikasi

PENA1NTT.COM memberikan ruang kepada PNM Cabang Reo untuk memberikan klarifikasi mengenai dugaan pesan intimidasi tersebut.

Redaksi juga meminta PNM menjelaskan apakah nomor pengirim pesan tersebut memiliki hubungan dengan petugas atau pihak yang bekerja untuk PNM Mekaar serta apakah terdapat prosedur internal yang akan ditempuh untuk memeriksa dugaan tersebut.

Warga berharap PNM tidak hanya melihat persoalan ini dari sisi pembayaran angsuran, tetapi juga memastikan proses penagihan berlangsung secara profesional dan menghormati hak masyarakat.

“Kalau memang bukan pegawai PNM, sampaikan secara terbuka. Kalau memang pegawai PNM, kami minta diperiksa dan diberi sanksi sesuai aturan,” tegas warga.

Jika dalam batas waktu yang diberikan tidak ada penjelasan, warga menyatakan akan membawa persoalan tersebut kepada aparat penegak hukum di Kabupaten Manggarai Timur untuk ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku.

PENA1NTT.COM tetap membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi PNM maupun pihak lain yang disebut dalam pemberitaan ini.

Penulis: Ninonk Editor: Irenius Putra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *