MANGGARAI, PENA1NTT.COM – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Manggarai Reo memberikan klarifikasi resmi merespons keluhan orang tua murid mengenai kualitas menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sempat mencuat pada Kamis (12/03/2026).
Langkah ini ditempuh melalui proses mediasi bersama salah satu orang tua penerima manfaat guna memastikan informasi di tengah masyarakat tetap proporsional dan berpijak pada fakta lapangan.
Proses mediasi tersebut berlangsung dalam suasana yang kondusif dan terbuka, dihadiri oleh jajaran Polsek, Kepala SPPG Manggarai Reo, serta seluruh Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) Kecamatan Reok.
Kehadiran berbagai pihak ini merupakan bentuk transparansi sekaligus komitmen bersama dalam menjaga kelancaran pelaksanaan program MBG di wilayah Kecamatan Reok.
Evaluasi Kualitas Berdasarkan Hasil Pengecekan Lapangan
Kepala SPPG Manggarai Reo, Maria Intan Liko, menjelaskan pihaknya segera menjalin komunikasi langsung dengan orang tua murid yang sebelumnya menyampaikan laporan terkait kondisi menu makanan guna melakukan klarifikasi.
Dalam pertemuan tersebut, SPPG menerima laporan mengenai menu ayam ungkep yang diduga mengalami perubahan kualitas untuk dijadikan bahan evaluasi internal.
Meski demikian, berdasarkan pengecekan langsung kepada sejumlah guru dan penerima manfaat lainnya pada hari yang sama, ditemukan fakta bahwa sebagian besar menu yang dibagikan masih dalam kondisi baik bahkan telah dikonsumsi.
Pihak pengelola menegaskan bahwa seluruh makanan yang diproduksi dapur SPPG Manggarai Reo telah melalui pengolahan sesuai standar kebersihan dan keamanan pangan sebelum didistribusikan.
“Kami menerima laporan tersebut dengan baik dan menjadi bahan evaluasi. Namun dari hasil pengecekan yang kami lakukan kepada beberapa guru serta sejumlah penerima manfaat lainnya pada hari yang sama, sebagian besar menu yang dibagikan masih dalam kondisi baik dan bahkan telah dikonsumsi oleh para penerima manfaat,” jelas Maria melalui rilis klarifikasi yang diterima media ini, Selasa (17/03/2026).
Lebih lanjut, pihak pengelola menegaskan seluruh makanan yang keluar dari dapur produksi telah melalui proses pengolahan sesuai standar kebersihan dan keamanan pangan.
Pengelola menjamin pada saat makanan didistribusikan dari dapur, kondisinya dipastikan masih dalam keadaan baik serta layak konsumsi.
Pihak pengelola juga memaparkan perubahan kualitas makanan dapat terjadi setelah sampai di tangan penerima manfaat, terutama apabila tidak segera dikonsumsi atau tidak disimpan pada suhu yang sesuai.
Faktor lingkungan seperti suhu udara di wilayah Reok yang relatif panas dinilai pihak SPPG dapat mempercepat perubahan kualitas makanan jika berada cukup lama di luar ruangan.
Selain itu, terdapat kemungkinan penerima manfaat tidak langsung pulang ke rumah sehingga makanan berada di luar suhu penyimpanan ideal dalam waktu lama yang berpotensi memicu pertumbuhan bakteri.
“Pada saat makanan didistribusikan dari dapur, kondisinya masih dalam keadaan baik dan layak konsumsi. Namun kami memahami perubahan kualitas makanan dapat terjadi setelah makanan sampai di tangan penerima manfaat, terutama apabila makanan tersebut tidak segera dikonsumsi atau tidak disimpan pada suhu yang sesuai,” tambahnya.
Kapolsek Reok Ipda Joko Sugiarto, yang hadir dalam mediasi tersebut menyatakan bahwa klarifikasi ini merupakan langkah tepat untuk menjaga komunikasi yang sehat antara penyelenggara program dan masyarakat.
Ipda Joko juga menekankan pentingnya meluruskan informasi agar tidak terjadi kesimpangsiuran di publik.
“Proses mediasi berjalan dengan baik dan dilakukan secara terbuka. Hal ini penting agar informasi yang beredar dapat diluruskan sehingga tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat,” ujar Ipda Joko.
Langkah klarifikasi ini merupakan bentuk tanggung jawab serta komitmen SPPG Manggarai Reo dalam menjaga kualitas pelayanan ke depan.
Seluruh personil SPPI Kecamatan Reok juga menyatakan dukungannya melalui pemantauan dan pendampingan ketat guna memastikan proses distribusi berjalan tertib sesuai ketentuan.
Pihak SPPG menegaskan kualitas makanan serta proses distribusinya akan terus menjadi perhatian utama karena program MBG sangat krusial dalam mendukung pemenuhan gizi anak-anak.
“Kami berkomitmen untuk terus menjaga kualitas makanan yang diproduksi dan didistribusikan kepada para penerima manfaat. Evaluasi dan peningkatan pengawasan akan terus kami lakukan agar program ini dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat yang maksimal bagi masyarakat,” tutup Maria.














