MANGGARAI BARAT, PENA1NTT.COM – Perayaan Sabtu Suci di Paroki Rekas tahun ini berlangsung dengan nuansa yang berbeda dan penuh sukacita.
Kehadiran mahasiswa Program Studi PGSD Kelas 2023D Universitas Katolik Indonesia (UNIKA) Santu Paulus Ruteng di Stasi Santu Yosep Indrong memberikan warna tersendiri dalam rangkaian perayaan menjelang Hari Raya Paskah.
Mahasiswa yang tergabung dalam kelompok asistensi ini berasal dari berbagai program studi, antara lain PGSD, Teologi, Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia, Teknik Sipil, Keperawatan, Kebidanan, dan Agronomi.
Sejak sore hari, umat mulai berdatangan dengan penuh antusias untuk mengikuti Vigili Paskah, yang merupakan puncak dari masa penantian akan kebangkitan Kristus.
Kehadiran para mahasiswa yang sedang melaksanakan kegiatan Asistensi Paskah turut menyemarakkan suasana, baik melalui keterlibatan dalam liturgi maupun partisipasi aktif dalam berbagai persiapan perayaan.
Mahasiswa tidak hanya hadir sebagai peserta, tetapi juga ambil bagian dalam pelayanan, seperti membawakan koor, menjadi lektor dan lektris, serta pemazmur, menata liturgi, hingga mendukung kelancaran jalannya perayaan.
Kehangatan dan kebersamaan begitu terasa ketika mahasiswa dan umat saling berbaur dalam semangat iman yang sama.
Perayaan Sabtu Suci tersebut dipimpin langsung oleh Pater Daniel Meni, SVD. Dalam khotbahnya, ia mengajak seluruh umat untuk memaknai Sabtu Suci sebagai momen hening yang penuh harapan.
Ia menegaskan bahwa di tengah keheningan dan kegelapan, Allah tetap bekerja menghadirkan terang keselamatan.
“Sabtu Suci mengajarkan kita untuk tetap setia dan berharap, sekalipun berada dalam situasi yang sulit. Kebangkitan Kristus adalah tanda bahwa terang selalu mengalahkan kegelapan,” ungkapnya dalam homili.
Ia juga mengingatkan umat untuk menjadikan perayaan Paskah sebagai titik awal pembaruan hidup, dengan meninggalkan kebiasaan lama yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Injil, serta hidup dalam kasih, persaudaraan, dan pelayanan.
Ketua Panitia Perayaan Paskah Stasi Santu Yosep Indrong, Didimus Sandra, mengungkapkan rasa syukur dan kegembiraannya atas kehadiran para mahasiswa.
Menurutnya, kehadiran kaum muda membawa semangat baru yang membuat perayaan terasa lebih hidup dan bermakna.
“Perayaan Sabtu Suci malam ini terasa sangat luar biasa. Kali ini, suasana perayaan tampak lebih meriah. Kehadiran adik-adik mahasiswa membawa semangat yang begitu besar, sehingga membuat kami semakin antusias dalam mengikuti perayaan. Antusiasme umat pun sangat tinggi, yang ditandai dengan banyaknya umat yang hadir dalam misa,” ungkapnya.
Hal senada juga disampaikan oleh Kosmas Joslen, yang merupakan umat sekaligus Ketua OMK Stasi Santu Yosep Indrong.
Ia menilai kehadiran mahasiswa memberikan warna baru dalam kehidupan menggereja di stasi tersebut.
“Perayaan Sabtu Suci malam ini sungguh luar biasa dan terasa lebih hidup dari biasanya. Kehadiran para mahasiswa memberikan warna baru serta semangat yang membangkitkan antusiasme kami dalam mengikuti perayaan. Partisipasi umat pun sangat tinggi, yang tampak dari banyaknya umat yang hadir dalam misa,” ujarnya.
Sementara itu, Koordinator Mahasiswa, Paulus Darma, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kesempatan yang diberikan kepada mereka untuk terlibat dalam perayaan Sabtu Suci bersama umat.
Ia menegaskan bahwa kehadiran mereka bukan hanya sebagai peserta, tetapi juga sebagai pelayan yang ingin belajar dan berbagi.
“Kami merasa sangat bersyukur karena boleh hadir dan terlibat langsung dalam perayaan Sabtu Suci bersama umat. Ini bukan sekadar kegiatan, tetapi menjadi pengalaman iman yang sangat berharga bagi kami. Kami belajar untuk melayani dengan tulus, bekerja sama, dan membangun kebersamaan dengan umat,” ungkapnya.
Ia juga berharap kehadiran mahasiswa dapat memberikan dampak positif bagi umat sekaligus mempererat hubungan antara kampus dan masyarakat.
“Kami berharap kehadiran kami bisa membawa sukacita dan semangat baru bagi umat. Selain itu, kami juga ingin menjalin relasi yang baik dengan umat sebagai bagian dari proses belajar kami sebagai calon pendidik yang tidak hanya mengajar, tetapi juga melayani,” tambahnya.
Selain itu, mahasiswa juga menunjukkan sikap ramah dan terbuka kepada umat, sehingga tercipta hubungan yang akrab dan penuh kekeluargaan.
Interaksi yang terjalin tidak hanya mempererat kebersamaan, tetapi juga menjadi wujud nyata pelayanan dan pengabdian kepada masyarakat.
Perayaan Sabtu Suci yang ditandai dengan liturgi cahaya, Liturgi Sabda, hingga Liturgi Ekaristi berlangsung dengan khidmat dan penuh penghayatan.
Suasana haru dan sukacita menyatu saat lilin-lilin dinyalakan, melambangkan terang Kristus yang mengalahkan kegelapan.
Melalui keterlibatan dalam perayaan ini, mahasiswa PGSD 2023D tidak hanya memperdalam iman, tetapi juga belajar untuk hadir dan melayani di tengah umat.
Kegiatan ini menjadi pengalaman berharga yang memperkaya pembentukan karakter mereka sebagai calon pendidik yang beriman, peduli, dan siap mengabdi.
Perayaan Sabtu Suci di Stasi Santu Yosep Indrong pun menjadi momen yang tak terlupakan, di mana iman, kebersamaan, dan sukacita berpadu dalam satu perayaan yang penuh makna.













