Paroki Katedral Ruteng Perkuat Solidaritas Umat Melalui Pembagian Sukacita Paskah

MANGGARAI, PENA1NTT.COM – Semangat kebangkitan Kristus di Paroki Santa Maria Diangkat ke Surga – St. Yosef Katedral Ruteng tahun ini ditandai aksi nyata yang menyentuh berbagai lapisan umat.

Pada Minggu, 5 April 2026, pihak paroki menyelenggarakan kegiatan pembagian sukacita Paskah sebagai perwujudan iman dan solidaritas sosial yang konkret.

Kegiatan di Aula Assumpta ini dilaksanakan tepat usai perayaan Ekaristi Hari Raya Paskah, di mana seluruh elemen paroki berkumpul untuk berbagi berkat dalam suasana penuh kekeluargaan.

Momentum istimewa ini semakin bermakna dengan kehadiran Yang Mulia Uskup Ruteng, Mgr. Siprianus Hormat, yang menyerahkan bantuan secara simbolis kepada para penerima manfaat.

Turut hadir Bupati Manggarai, Wakil Bupati Manggarai, Penjabat Sekretaris Daerah, serta jajaran pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemerintah Kabupaten Manggarai.

Kehadiran para pimpinan daerah ini mempertegas sinergi antara gereja dan pemerintah dalam memperhatikan kesejahteraan masyarakat di wilayah Manggarai.

Sasaran Kasih dan Pemberdayaan Ekonomi

Tahun ini, Dewan Pastoran Paroki menetapkan beberapa sasaran utama dalam penyaluran sukacita Paskah guna memperkuat relasi internal maupun eksternal.

Perhatian khusus diberikan kepada para gembala umat, terutama bagi para imam yang tengah beristirahat karena sakit, komunitas Maria Vianney, serta Rm. Mikael Wangku.

Selain kepada para imam, kehangatan Paskah juga menyapa para lansia di paroki sebagai bentuk apresiasi dan kasih sayang komunitas kepada orang tua yang menjadi akar iman bagi generasi muda.

Semangat solidaritas ini pun menjangkau melampaui batas wilayah paroki sendiri melalui dukungan pelayanan untuk Paroki Iteng dan Paroki Golodukal.

Tidak hanya berhenti pada bantuan sosial, paroki juga menyentuh aspek pemberdayaan ekonomi umat dengan memberikan fasilitas pinjaman lunak kepada Komunitas Basis Gerejani (KBG).

Ketua DPP Paroki Katedral Ruteng, Simon Wanggu, menjelaskan seluruh dana bantuan ini bersumber dari kontribusi 13 ribu lebih umat paroki melalui kolekte yang terus meningkat.

Menurutnya, kegiatan pembagian sembako telah menjadi agenda rutin tahunan setiap Paskah, Natal, maupun ulang tahun paroki.

“Semua dana sumbangan ini berasal dari umat paroki Katedral yang berjumlah 13 ribu lebih. Partisipasi umat dalam bentuk kolekte dari setiap perayaan mengalami peningkatan. Program ini sengaja didesain oleh DPP untuk bisa meningkatkan keterlibatan umat,” ungkap Simon.

Simon menambahkan pihak paroki menjalankan program pinjaman lunak yang kini memasuki tahun kedua dengan peningkatan nominal dari Rp1.000.000 menjadi Rp3.000.000 per KBG.

Selain itu, sumbangan sebesar masing-masing Rp10 juta diberikan kepada Paroki Iteng dan Paroki Golodukal untuk mendukung pembangunan gereja.

Simon berharap bantuan ini meringankan beban kebutuhan hidup serta mendorong umat untuk terus aktif mengambil bagian dalam kehidupan menggereja.

Senada dengan itu, Ketua DKP Paroki Katedral Ruteng, Vinsen Marung, menekankan program pinjaman lunak ini merupakan inisiatif Seksi PSE DPP untuk merangsang pemberdayaan ekonomi umat sekaligus membendung pengaruh pinjaman ilegal yang menjerat warga.

“Kita tahu sekarang ini banyak sekali pinjaman-pinjaman ilegal yang membuat hidup mereka semakin susah, sulit, menumpuk dengan utang-utang. Oleh sebab itu, paroki melihat ini sebagai sebuah kesempatan untuk kita mengambil bagian, sekaligus memberi contoh kepada pihak-pihak yang berwenang umat ini perlu diberdayakan,” tegas Vinsen.

Tahun ini, paroki menargetkan jangkauan ke seluruh 117 KBG dengan total anggaran mencapai Rp351 juta guna menggerakkan UMKM di tingkat basis.

Langkah ini juga merupakan implementasi Statuta Keuskupan yang memandatkan Paroki Katedral untuk membagikan kelebihannya bagi paroki lain yang sedang berjuang dalam pembangunan fisik gereja.

Pesan Pastoral Uskup Ruteng

Menanggapi aksi tersebut, Uskup Ruteng Mgr. Siprianus Hormat dalam sambutannya menegaskan sukacita Paskah tidak boleh berhenti pada perayaan liturgi semata, tetapi harus dihadirkan dalam kehidupan nyata.

Mgr. Sipri menekankan Gereja tidak hanya dipanggil untuk berdiri dan dikenal, namun hadir menyapa dan menjadi tanda kasih Allah bagi mereka yang membutuhkan.

“Gereja bukan hanya dipanggil untuk berdiri, namun untuk hadir; bukan hanya dikenal, namun untuk menyapa; bukan hanya tampak besar, namun sungguh menjadi tanda kasih Allah bagi mereka yang membutuhkan,” tutur Mgr. Sipri.

Ia menambahkan bahwa aksi pembagian kasih ini merupakan bagian dari panggilan Gereja untuk keluar dari diri sendiri, mendekati yang berkekurangan, dan menguatkan yang lemah.

Mgr. Sipri menyebut apa yang dibagikan hari ini mungkin sederhana, namun kiranya menjadi tanda Gereja tidak ingin tinggal diam, tetapi tetap hadir, mendekat, dan berjalan bersama saudara-saudari yang membutuhkan.

Hal ini merupakan semangat yang terus dihidupi dalam Sinode IV Keuskupan Ruteng, yakni Gereja yang beriman, bersaudara, dan misioner.

“Inilah pula semangat yang terus kita hidupi dalam Sinode IV Keuskupan Ruteng: Gereja yang beriman, bersaudara, dan misioner; Gereja yang tidak menutup diri, tetapi keluar menjumpai; Gereja yang tidak hanya berbicara tentang kasih, tetapi berusaha melaksanakannya dalam kehidupan sehari-hari,” pungkasnya.

Rangkaian perayaan Pekan Suci 2026 di Katedral Ruteng resmi ditutup dengan pesan solidaritas yang kuat.

Melalui sinergi pimpinan Gereja, pemerintah daerah, dan berbagai program pemberdayaan, kebangkitan Kristus dihayati sebagai momentum nyata untuk saling menguatkan dalam pelayanan serta kepedulian konkret bagi sesama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *