Labuan Bajo, PENA1NTT.COM– Perjalanan SDK Santa Familia di ajang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat SD Kabupaten Manggarai Barat 2026 berakhir manis meski sempat tersandung di semifinal. Dalam laga bertajuk derbi anak kota, Santa Familia harus mengakui keunggulan SDN Batu Cermin, Jumat (1/5/2026).
Pertandingan semifinal berlangsung ketat dan sarat gengsi. Kedua tim saling menekan sejak awal, namun SDN Batu Cermin tampil lebih efektif dalam memanfaatkan peluang hingga akhirnya mengamankan tiket ke partai final, sekaligus memaksa SDK Santa Familia turun ke perebutan tempat ketiga.
Turun di laga perebutan tempat ketiga menghadapi SDN Lancang, SDK Santa Familia tampil lebih matang. Permainan rapi, disiplin, dan koordinasi antarlini menjadi kunci. Di balik solidnya permainan tersebut, peran lini belakang terlihat begitu menentukan—terutama sosok Andhika pemain bernomor punggung 3 yang kembali menunjukkan ketenangan dan kecerdasan membaca permainan, menjaga ritme tim tetap stabil di tengah tekanan.
Determinasi kuat dan permainan kolektif yang solid, membuat skor tetap imbang hingga peluit akhir waktu normal dibunyikan. Pertandingan pun harus ditentukan lewat babak adu penalti.
Dalam momen penuh tekanan tersebut, mental pemain SDK Santa Familia terbukti lebih siap. Mereka sukses menaklukkan SDN Lancang dengan skor 3-1 dalam adu penalti. Gol penentu kemenangan dicetak oleh Dafa (nomor punggung 5) yang tampil tenang dan memastikan timnya mengunci podium ketiga.
Keberhasilan ini menjadi penutup yang membanggakan bagi SDK Santa Familia setelah melalui rangkaian pertandingan yang penuh perjuangan.

Tak hanya itu, prestasi individu pemain Santa Familia juga mendapat pengakuan. Dua pemain mereka, Banera Purnama (nomor punggung 2) dan Sergio Andikha Saputra Thayi (nomor punggung 3), terpilih untuk mewakili Kecamatan Komodo dalam ajang kompetisi antar kecamatan se-Kabupaten Manggarai Barat. Keduanya dinilai tampil konsisten dan menjadi pilar penting tim, dengan Andikha dikenal sebagai libero andalan yang solid di lini belakang.
Pelatih SDK Santa Familia, Pak Febri, mengungkapkan rasa syukurnya atas capaian tim.
“Kami bersyukur bisa meraih juara tiga. Anak-anak sudah berjuang luar biasa dari awal hingga akhir. Ini hasil dari disiplin latihan yang selama ini kami tekankan,” ujarnya.
Ia juga memberikan apresiasi khusus kepada dua pemain yang terpilih mewakili kecamatan.
“Untuk Banera dan Andikha, ini buah dari kerja keras mereka. Disiplin dalam latihan, semangat, dan konsistensi akhirnya membuahkan hasil. Kami berharap mereka bisa membawa nama baik Kecamatan Komodo di level berikutnya,” tambahnya.

Dengan raihan podium ketiga dan lahirnya talenta-talenta muda potensial, SDK Santa Familia kembali menegaskan diri sebagai salah satu kekuatan sepak bola usia dini di Manggarai Barat.













