MANGGARAI, PENA1NTT.COM – Kontestasi Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak tahun 2026 di Kabupaten Manggarai mulai memunculkan diskursus strategis mengenai kemandirian desa.
Di Kecamatan Cibal, Desa Pinggang menjadi pusat perhatian seiring hadirnya figur muda progresif, Gabriel Esong, yang secara resmi menyatakan kesiapannya untuk berkompetisi.
Mengusung misi transformasi ekonomi, sosok jurnalis sekaligus aktivis ini memfokuskan tujuannya pada optimalisasi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) serta penguatan kapasitas masyarakat lokal.
Penguatan Ekonomi dan Kedaulatan Potensi Lokal
Gabriel Esong merupakan alumnus Universitas Andi Djemma Palopo yang memiliki rekam jejak kepemimpinan solid sebagai mantan Ketua Presidium PMKRI Cabang Palopo periode 2021/2022.
Saat ini, selain dipercaya mengemban amanah sebagai Ketua Dewan Stasi Pinggang, ia aktif menjalankan profesi sebagai jurnalis di Kabupaten Manggarai.
Perpaduan pengalaman organisasi dan ketajaman insting jurnalis ini diproyeksikan untuk menciptakan tata kelola desa yang lebih transparan, produktif, dan berwibawa.
Kepada media ini, Gabriel menekankan urgensi merevitalisasi BUMDes agar tidak sekadar menjadi pelengkap administrasi formal di desa.
Ia memandang lembaga ini sebagai motor penggerak utama yang harus mampu mengonversi potensi agraris dan kerajinan tangan menjadi sumber pendapatan riil bagi warga.
“Optimalisasi BUMDes adalah instrumen kunci untuk mewujudkan kemandirian finansial Desa. Kita memiliki kekayaan di sektor pertanian, peternakan, hingga kerajinan tenun yang memerlukan sistem manajemen kolektif agar memiliki daya saing tinggi di pasar luas,” ujar Gabriel, Selasa (3/3/2026).
Ia menegaskan, pemberdayaan masyarakat lokal merupakan prioritas utama melalui pembentukan Kelompok Wanita Tenun sebagai salah satu unit usaha unggulan.
Langkah ini diambil guna memastikan pertumbuhan ekonomi desa dirasakan secara inklusif oleh setiap lapisan rumah tangga.
“Pemberdayaan sejati bukan sekadar pemberian stimulus modal, namun memastikan adanya pendampingan berkelanjutan serta akses pasar yang jelas. Saya ingin setiap produk lokal Desa Pinggang memiliki nilai tambah yang mampu mengangkat martabat ekonomi para pengrajin dan petani kita,” tuturnya menambahkan.
Integritas Pengawasan dan Keadilan Sosial
Latar belakang Gabriel sebagai seorang jurnalis memberikan perspektif tajam dalam melihat urgensi transparansi publik.
Ia berkomitmen menerapkan standar akuntabilitas tinggi, di mana setiap kebijakan dan pengelolaan anggaran desa wajib melewati mekanisme pengawasan yang terbuka bagi seluruh warga.
“Sebagai jurnalis, prinsip keterbukaan informasi sudah menjadi bagian dari integritas profesi saya. Kejujuran seorang pemimpin diuji melalui keberanian untuk bersikap transparan kepada rakyat. Saya berkomitmen mengelola setiap rupiah Dana Desa secara tepat sasaran demi menghindari ketimpangan sosial,” tegas sosok kelahiran 21 Juli 1998 ini.
Selain aspek ekonomi, Gabriel menaruh perhatian besar pada penguatan kualitas sumber daya manusia melalui literasi generasi muda.
Ia berkeyakinan bahwa akselerasi pembangunan desa hanya dapat tercapai jika didukung oleh SDM yang mumpuni dalam menjemput program-program strategis nasional.
Dengan tagline “Integritas Muda Siap Mengabdi”, Gabriel Esong hadir menawarkan paradigma kepemimpinan yang berwibawa dan visioner.
Kehadirannya pada Pilkades 2026 menjadi momentum bagi warga Desa Pinggang untuk menentukan arah pembangunan yang lebih mandiri, berdaya saing, serta berlandaskan keadilan sosial.













